AMBON, cahaya-nusantara.com

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Ambon terus memperkuat kesiapsiagaan dan jangkauan layanan SAR di wilayah Maluku melalui penambahan personel, evaluasi kinerja nasional, serta rencana pembukaan unit siaga SAR di Maluku Barat Daya (MBD) dan Seram Bagian Barat (SBB).

Kepala Kantor Pencarian dan pertolongan Kelas A Ambon, Muhamad Arafah, S.H., M.Si, mengatakan sebanyak 18 Personil Basarnas Ambon telah menyelesaikan latihan dasar dan latihan teknis SAR. Saat ini mereka telah menerima SK pengangkatan 80 persen dan tengah menunggu SK 100 persen.

“Selama proses menuju SK penuh, para personil ini masih menjalani pembinaan internal. Setelah itu, mereka akan ditempatkan di pos, unit siaga, maupun kantor SAR,” ungkap Arafah saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/1/2026).

Dari jumlah tersebut, 16 personel merupakan rescuer yang akan bertugas langsung di lapangan, sementara dua lainnya memperkuat operasional perkantoran. Penambahan personel ini dinilai sangat strategis untuk mendukung rencana pembukaan pos SAR baru.

Selain penguatan SDM, Basarnas Ambon juga mengikuti rapat koordinasi dan retreat nasional di Lembang selama empat hari. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi pelaksanaan tugas SAR tahun 2025 sekaligus penyusunan program kerja 2026.

“Evaluasi difokuskan pada pelaksanaan operasi SAR, kendala yang dihadapi, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai daerah,” jelasnya.

Terkait rencana pembukaan unit siaga SAR, Arafah menyebut pihaknya telah mengusulkan pendirian pos SAR di Maluku Barat Daya dan Seram Bagian Barat, dan saat ini masih menunggu Surat Keputusan dari Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.

Untuk wilayah MBD, koordinasi dengan pemerintah daerah telah dilakukan. Pemerintah setempat bahkan telah menyiapkan lahan dan gedung sementara sebagai bentuk dukungan terhadap kehadiran unit siaga SAR.

“Sebelum SK terbit, saya bersama jajaran akan meninjau langsung kesiapan pemerintah daerah sebagai bahan laporan ke pimpinan pusat,” ujarnya.

Sementara untuk Seram Bagian Barat, koordinasi akan segera dilakukan mengingat wilayah tersebut dinilai rawan musibah dan memiliki wilayah darat serta laut yang sangat luas. Saat ini, Basarnas Ambon baru memiliki dua pos SAR, yakni di Seram Bagian Timur dan Pulau Banda.

“Pembukaan pos di SBB sangat penting agar respons terhadap kondisi darurat bisa lebih cepat dan efektif,” tegas Arafah.

Ia menambahkan, setiap pos SAR nantinya akan dilengkapi enam personel, satu unit rigid inflatable boat, double boat, peralatan SAR pendukung, serta kendaraan operasional untuk menunjang tugas penyelamatan dan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.(CN02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *