KOTA AMBON, cahaya-nusantara.com

Pertemuan Raya Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon yang berlangsung di Hotel Golden Palace Ambon, Sabtu (21/2/2026), menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, memperbarui komitmen pelayanan, serta memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.

Ketua Tim Pelaksana, Alberth John Talabessy, dalam laporannya menyampaikan bahwa pertemuan raya ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi atas perjalanan panjang para senior selama berproses di GMKI.

“Tema yang diusung mengandung makna mendalam sebagai ruang refleksi perjalanan panjang ber-GMKI. Di tengah gempuran tantangan zaman, baik sosial, budaya, ekonomi, politik, maupun teknologi, diperlukan kerja sama lintas stakeholder dan generasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, visi Indonesia Emas 2045 harus dipandang sebagai panggilan pelayanan kebangsaan, bukan hanya terbatas pada ruang internal organisasi.

“Kami berharap senior GMKI mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Senior GMKI merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah dan keberlanjutan daerah ini, sekaligus menjaga nilai perjuangan dan memperkuat nilai-nilai Kristiani dalam ber-GMKI,” katanya.

Selain itu, konsolidasi senior dinilai penting dalam mendukung proses pengkaderan demi keberlanjutan organisasi.
Sementara itu, Ketua Persekutuan Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) GMKI Ambon yang juga Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan bahwa GMKI memiliki peran besar dalam membentuk kepemimpinan para senior yang kini tersebar di berbagai bidang.

“Kita membayar hutang bagi GMKI. Saya menyadari bisa sampai di posisi ini karena GMKI yang membentuk daya kepemimpinan dan jati diri saya,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa selama ini berbagai ide besar yang lahir dari diskursus senior belum sepenuhnya terimplementasi dalam aksi nyata.

“Kita belum bisa mengkombinasikan ide dengan struktur birokrasi, legislatif, maupun gereja secara konkret. Problem masyarakat seperti sampah dan distribusi kader harus kita jawab dalam langkah konkret, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh senior yang selama ini kurang aktif untuk kembali terlibat dalam persekutuan dan pelayanan.

“GMKI adalah organisasi kekeluargaan yang penuh makna dan berdampak di tiga medan pelayanan, yakni gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat,” katanya.

Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Ketua Umum Perkumpulan Nasional Perkumpulan Senior GMKI (PNPS GMKI), William P. Sabandar, yang menekankan pentingnya konsolidasi potensi senior untuk kesejahteraan bangsa.

“Potensi senior GMKI sangat besar. Kalau dikumpulkan, ini menjadi kekuatan luar biasa. Hari ini tantangan bukan lagi perang, tetapi kemampuan teknologi dan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh senior GMKI untuk berkontribusi dalam mengembalikan kejayaan Ambon dan Maluku melalui sinergi lintas sektor.

“Kalau kekuatan senior dan kader aktif bersatu, saya yakin GMKI akan semakin maju dan mampu berkontribusi besar bagi pembangunan Maluku,” katanya.

Pertemuan raya ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting yang merupakan kader GMKI Cabang Ambon, antara lain Dewan Pembina Perkumpulan Senior GMKI Febri Calvin Tetelepta, Ketua MPH Sinode GPM Pdt.
Sacharias Izack Sapulette, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Ketua DPRD Kota Ambon Morits L. Tamaela, Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku Dr. Steve Gaspersz, Rektor IAKN Ambon Prof. Dr. Yance Z., serta mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy.

Kehadiran para tokoh lintas sektor ini menegaskan posisi strategis senior GMKI sebagai kekuatan moral dan intelektual yang diharapkan mampu terus berkontribusi dalam pembangunan gereja, masyarakat, dan bangsa.(CNi)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *