
AMBON,cahaya-nusantara.com
CEO & Founder LIGHT UP Academy, Audra Pattiasina, S.Pd., M.Pd menegaskan komitmennya dalam membangun kualitas generasi muda melalui kegiatan SPOTLIGHT 1.0 yang digelar di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Sabtu (25/4).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata LIGHT UP Academy sebagai pusat pembelajaran (learning center) yang berfokus pada pengembangan keterampilan anak muda, baik hard skill maupun soft skill, agar mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.
Audra menjelaskan, generasi muda saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik semata. Mereka perlu dibekali karakter, kepemimpinan, serta kreativitas agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Kami hadir untuk menjadi ruang belajar bagi anak muda agar siap menghadapi perubahan. Tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kuat dalam komunikasi, kepemimpinan, dan kreativitas,” ujarnya.
Dalam kegiatan SPOTLIGHT 1.0, LIGHT UP Academy mengangkat tiga pilar utama, yakni leadership, entrepreneurship, dan artificial intelligence (AI). Ketiga aspek tersebut dinilai penting dalam membentuk generasi muda yang adaptif dan inovatif.
Menurut Audra, perkembangan teknologi yang pesat justru menuntut penguatan soft skill, karena teknologi tidak mampu menggantikan sepenuhnya peran manusia, terutama dalam aspek empati, intuisi, dan interaksi sosial.
“AI tidak bisa menggantikan sisi manusia seperti feeling, komunikasi, dan kepemimpinan. Karena itu, anak muda harus berkembang secara seimbang antara hard skill dan soft skill,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Ambon dalam mendorong pengembangan generasi muda.
Menurutnya, Ambon memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan pemuda kreatif di kawasan timur Indonesia.
Selain itu, materi kewirausahaan dalam kegiatan ini diberikan untuk membangun pola pikir mandiri. Generasi muda didorong agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Anak muda harus memiliki mindset sebagai pencipta peluang. Mereka harus berani melihat kesempatan dan membangun usaha sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, LIGHT UP Academy hadir untuk menjawab kesenjangan keterampilan antara lulusan pendidikan formal dengan kebutuhan dunia industri yang masih cukup tinggi.
“Masih ada gap skill yang perlu dijembatani. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan anak muda memiliki kesiapan yang lebih baik saat masuk ke dunia kerja,” ungkapnya.
Kegiatan SPOTLIGHT 1.0 diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari kalangan generasi muda di Kota Ambon. Pemilihan Ambon sebagai lokasi awal didasarkan pada tingginya angka pengangguran yang perlu mendapat perhatian serius.
“Ambon kami jadikan titik awal. Ke depan, program ini akan dikembangkan ke daerah lain,” tambahnya.
Meski digelar dalam format satu hari, program ini tidak berhenti sampai di sini. LIGHT UP Academy akan melanjutkan dengan berbagai program pengembangan, mulai dari pelatihan soft skill, AI, hingga pendampingan usaha dan digital marketing bagi pelaku UMKM.
“Kami ingin membuka pola pikir anak-anak terlebih dahulu, lalu membekali mereka dengan keterampilan berkelanjutan agar siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.(CNmy)
