
AMBON, cahaya-nusantara.com
Pemerintah Kota Ambon menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Ferdinand F. Tasso, saat ditemui di sela-sela sosialisasi dukungan program MBG bersama komunitas di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku,Kamis,(7/5/2026)
Menurut Tasso, kegiatan sosialisasi yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) lebih menitikberatkan pada penguatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat program MBG, sekaligus menangkal berbagai informasi hoaks yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kegiatan hari ini lebih kepada edukasi dan promosi untuk menguatkan pemahaman masyarakat terkait manfaat MBG, sehingga bisa meminimalisasi hoaks maupun informasi negatif yang berkembang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program MBG harus dilihat secara menyeluruh, bukan hanya sebagai program pemberian makanan bagi siswa, tetapi juga sebagai upaya membangun pola pikir masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi generasi muda.
Selain itu, program ini dinilai mampu mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan, termasuk di kalangan ASN maupun masyarakat yang dapat terlibat sebagai pemasok kebutuhan dapur MBG.
“Program ini juga bisa merangsang jiwa entrepreneur. ASN maupun masyarakat bisa ikut membantu sebagai supplier untuk mendukung SPPG dan dapur-dapur MBG yang ada. Ini penting untuk memperkuat kelembagaan dan ekonomi masyarakat,” katanya.
Terkait pelaksanaan program di Kota Ambon, Tasso menyebut saat ini telah tersedia 32 dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah. Jumlah tersebut sesuai target awal yang ditetapkan untuk Kota Ambon.
Namun demikian, ia mengungkapkan kemungkinan penambahan dapur masih terbuka, seiring evaluasi jumlah penerima manfaat program yang tidak hanya mencakup siswa sekolah, tetapi juga kelompok lain seperti B3.
“Target awal Kota Ambon memang 32 dapur. Tapi tadi saya sempat tanyakan ke koordinator SPPG Ambon, kemungkinan target bisa saja naik. Mereka masih menghitung kembali berdasarkan jumlah penerima manfaat MBG,” jelasnya.
Menanggapi berbagai isu negatif terkait MBG yang sempat mencuat di Ambon, Tasso menegaskan pemerintah terus melakukan evaluasi dan pengawasan agar pelayanan program berjalan lebih baik.
Ia mengakui sebelumnya sempat terjadi beberapa kasus, namun setelah dilakukan pengecekan langsung ke sekolah maupun dapur MBG, kondisi saat ini dinilai jauh lebih baik.
“Secara umum sudah bagus. Ada evaluasi dan perbaikan dari pihak dapur. Mungkin karena di awal mereka masih belajar mengelola program ini, tetapi sekarang sudah lebih baik karena belajar dari pengalaman, baik di Ambon maupun daerah lain,” tandasnya.(CNmy)
