
AMBON, cahaya-nusantara.com
Memasuki hari keenam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya speedboat di Perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Tim SAR Gabungan kembali memperluas area pencarian guna menemukan delapan penumpang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Sejak pagi hari, Tim SAR Gabungan mengerahkan empat Search and Rescue Unit (SRU) yang dibagi ke sejumlah sektor pencarian berdasarkan perhitungan dan koordinat yang telah ditentukan. Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan cakupan pencarian di tengah kondisi cuaca yang masih menjadi tantangan di lapangan.
SRU 1 yang menggunakan Kapal Patroli KP.XVI-2006 milik Ditpolairud Polda Maluku melaksanakan pencarian hingga sejauh 63 nautical mile ke arah barat laut dari Pulau Tepa.
Sementara itu, SRU 2 yang menggunakan longboat masyarakat melakukan penyisiran sejauh 39 nautical mile ke arah barat Pulau Tepa.
Pada sektor lainnya, SRU 3 yang menggunakan speedboat masyarakat melakukan pencarian hingga 29 nautical mile ke arah barat Pulau Tepa.
Sedangkan SRU 4 yang menggunakan longboat masyarakat menyisir area sejauh 28 nautical mile pada sektor yang sama. Meski seluruh unsur yang terlibat telah berupaya maksimal memperluas area pencarian sepanjang hari, hingga sore hari Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.
Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan pada hari ketujuh, Kamis (18/6/2026).
Diketahui sebelumnya, pada 11 Juni 2026 sebuah speedboat yang mengangkut 10 penumpang bertolak dari Desa Sinairusi menuju Pulau Tepa. Namun dalam perjalanan, kapal tersebut dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk di sekitar Perairan Pulau Dai.
Dari total 10 penumpang, dua orang berhasil selamat, sementara delapan lainnya hingga kini masih dalam pencarian. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai unsur potensi SAR di wilayah Pulau Tepa untuk melaksanakan operasi pencarian.
Kondisi cuaca yang kurang bersahabat masih menjadi kendala utama selama operasi berlangsung.
Berdasarkan laporan di lapangan, cuaca terpantau berawan dengan kecepatan angin berkisar 22 knot dari arah barat hingga timur serta tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Meski demikian, Basarnas Ambon bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Ambon, Pos SAR Saumlaki, Ditpolairud Polda Maluku, Pos AL MBD, BPBD Kabupaten MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Kecamatan Babar Barat, Syahbandar Tepa, Dinas Kesehatan Tepa, Pemerintah Desa Sinairusi, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Adapun sarana yang digunakan dalam operasi pencarian meliputi Kapal Patroli KP.XVI-2006 Ditpolairud Polda Maluku, speedboat masyarakat, dan sejumlah longboat masyarakat.
Data korban selamat:
Yakop Anamofa (22)
Ignasius Matrunkoly (42)
Data korban dalam pencarian:
Anton Menahem (40)
Asael Daniel (72)
Yomima Waliana (36)
Regina Unwakolu (33)
Enderfina Siaran (62)
Wulan Kelmury (35)
Yoksan Unawekla (9)
Marcelo Unawekla (4).(CNmy)
