Ambon, cahaya-nusantara.com

Benhur George Watubun (BGW) tampaknya tidak lagi sekadar berbicara tentang pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, dan masa depan Maluku. Ketua DPRD Provinsi Maluku itu kini mulai mengirim sinyal yang jauh lebih besar: kesiapan bertarung memperebutkan kursi Gubernur Maluku pada Pilkada 2029.

Momentum itu terasa semakin kuat setelah BGW tampil dalam dua panggung berbeda dalam waktu berdekatan. Di satu sisi, ia berdiri sebagai wisudawan dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Senin (15/6/2026). Di sisi lain, beberapa hari kemudian, ia secara terbuka mendeklarasikan kesiapannya maju sebagai calon gubernur saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) IV PDI Perjuangan Kecamatan Tanimbar Utara di Keliobar, kampung halaman ibunya.

“Sebagai Ketua DPRD Provinsi Maluku, posisi ini setara secara politik. Namun dari sisi kewenangan, ada banyak hal yang tidak bisa diwujudkan. Karena itu, saya siap bertarung pada 2029 nanti,” tegas BGW (Jumat, 19/6/26) di Buritan Cafe and Resto Saumlaki.

Pernyataan tersebut bukan sekadar kalimat politik biasa. Di tengah dinamika Maluku yang masih bergulat dengan persoalan pembangunan, konektivitas antarwilayah, pendidikan, kemiskinan, dan ketimpangan pelayanan publik, ucapan itu menjadi penanda bahwa pertarungan menuju 2029 mulai menemukan tokoh-tokoh yang siap tampil di garis depan.

Menariknya, deklarasi itu lahir dari tanah yang memiliki makna personal bagi Benhur. Keliobar bukan hanya lokasi kegiatan partai, melainkan kampung halaman sang ibu. Sebuah ruang simbolik yang bagi banyak masyarakat Maluku selalu berkaitan dengan akar, identitas, dan restu leluhur.

Benhur sendiri meyakini langkah politik tersebut akan memperoleh dukungan masyarakat serta penyertaan Tuhan dalam perjalanan menuju kontestasi besar empat tahun mendatang.

Sebelumnya, saat berbicara di hadapan para wisudawan UKIM, Benhur menekankan pentingnya transformasi diri dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari banyaknya teori yang diingat, melainkan sejauh mana seseorang mengalami perubahan dan pertumbuhan karakter.

Pesan itu kini seolah menemukan relevansinya dalam perjalanan politiknya sendiri. Dari ruang akademik hingga arena politik, Benhur sedang membangun narasi tentang kepemimpinan yang tidak berhenti pada jabatan legislatif, tetapi bergerak menuju ruang eksekutif yang memiliki kewenangan lebih luas untuk mengeksekusi gagasan pembangunan.

Sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku sekaligus Ketua DPRD Provinsi Maluku, BGW memang berada pada posisi strategis. Rekam jejaknya dalam politik daerah membuat namanya sulit diabaikan dalam percakapan tentang suksesi kepemimpinan Maluku pasca-2029.

Meski demikian, jalan menuju Pilgub belum sepenuhnya terbuka. Dalam tradisi politik PDI Perjuangan, keputusan akhir tetap berada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Namun satu hal kini menjadi terang, Benhur George Watubun tidak lagi sekadar disebut-sebut sebagai kandidat potensial.

Ia telah menyatakan dirinya siap bertarung. Dan bagi banyak pengamat politik, setiap pertarungan besar selalu dimulai dari satu keberanian sedpublik, menyatakan kesiapan kepada publik. (CNi)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *