
Malteng_Aketernate, cahaya-nusantara.com
Warga Negeri Aketernate, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, beramai-ramai melakukan aksi protes penolakan terhadap pelantikan Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Pemerintah Negeri Aketernate dengan melakukan aksi pemalangan kantor negeri.
Aksi ini merupakan buntut dari kekecewaan Saniri dan warga terhadap Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang tidak menghiraukan aspirasi masyarakat melalui pengusulan Pjs oleh Saniri negeri berdasarkan hasil rapat Saniri.
“Katong paling kecewa terhadap Pak Bupati, kenapa tidak lantik katong pung Anak Negeri Vernon Liabata yang katong su usul par jadi pejabat, malah lantik orang lain yang bukan anak negeri,” ujar Jefri Balkewam, Ketua Saniri Aketernate, Jumat (14/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa persoalan kepala pemerintah di Aketernate sangat mendasar dan sensitif, sehingga pihaknya sangat berhati-hati dalam menentukan usulan Pjs. “Kalau subagini sapa yg mau tanggung jawab?” ungkapnya.
Bupati Maluku Tengah melantik Mustawan sebagai Pjs Kepala Pemerintah Negeri Aketernate pada Jumat, 14 Agustus 2026, sekitar pukul 02.00 WIT di Kantor Bupati Maluku Tengah.
Menurutnya, hal tersebut sangat disayangkan:
“Kami telah beberapa kali melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terkait pengusulan Pjs tetapi tidak direspon secara baik. Bahkan di DPRD pun kami dipanggil untuk membicarakan hal ini tapi hasilnya ko lain. Kalaupun harus ASN anak negeri, kami siap lebe dari sisa lain, tapi itulah kenapa zig arahkan seperti itu, ko malah lantik orang lain yg bukan penduduk Aketernate,”tutupnya.
Sementara itu, Jidon Musalulnam, anggota Saniri Aketernate, mengatakan:
“Kita sudah mengusulkan calon Pjs hampir 3 bulan lalu, tetapi tidak ditindaklanjuti. Tiba-tiba sudah melantik yang lain tanpa memberikan kita pertimbangan. Kita tetap menutup kantor negeri sampe ada respon dan solusi dari Bupati terhadap masalah ini.” (CNr)
