AMBON, cahaya-nusantara.com

Kepala Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengingatkan masyarakat Kota Ambon dan Provinsi Maluku untuk tetap waspada terhadap potensi gempa bumi berkekuatan besar serta ancaman bencana hidrometeorologi yang akan datang. Peringatan ini disampaikan usai pembukaan Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami (SLG) Tahun 2026 di Balai Kota Ambon, Sabtu (24/10/2026).

Nasrol menjelaskan bahwa wilayah Ambon dilalui oleh beberapa sesar atau fault aktif yang memiliki potensi menghasilkan gempa dengan magnitudo antara 6 hingga 7 skala Richter. Ia juga menyinggung catatan sejarah bencana di daerah tersebut, termasuk tsunami pada era kolonial abad ke-16, 18, dan 20, di mana gelombang tsunami pernah mencapai ketinggian hingga 100 meter di area tertentu akibat dorongan energi yang sangat kuat.

“Potensi-potensi ini menjadi kewaspadaan kita. Namun, tujuan SLG ini adalah membangun kewaspadaan masyarakat secara konstruktif, bukan membangun kepanikan yang destruktif,” tegas Nasrol. Ia menekankan pentingnya mengubah kewaspadaan menjadi budaya ketangguhan (culture resilience) dalam menghadapi gempa dan tsunami.

Selain ancaman geologi, Nasrol juga menyoroti kondisi hidrometeorologi terkini. Saat ini, wilayah Maluku sedang mengalami fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan dan kebakaran lahan atau pemukiman. Meski demikian, ia mencatat bahwa visibilitas udara saat ini masih baik, berkisar antara lima hingga enam kilometer, sehingga aktivitas penerbangan tetap berjalan lancar meski ada kabut asap tipis.

Menatap ke depan, Nasrol memperingatkan bahwa musim hujan di Kota Ambon dan Provinsi Maluku diperkirakan akan dimulai pada dasarian pertama Desember. Oleh karena itu, ia mengimbau perangkat daerah untuk mulai bersiap siaga sejak November mendatang guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan petir.

“Kita perlu membangun kesadaran bersama dari sekarang. Antisipasi dari pemerintah kota maupun provinsi sangat penting sebagai langkah kesiapsiagaan bagi masyarakat,” tambah Nasrol.

Kehadiran program Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang cara merespons bencana secara tepat. Dengan kombinasi antara edukasi mitigasi bencana geologi dan kesiapan menghadapi perubahan cuaca ekstrem, BMKG berharap masyarakat Ambon dapat menjadi lebih tangguh dan meminimalisir risiko korban jiwa maupun materiil di masa depan.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *