AMBON, cahaya-nusantara.com

Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Nusaniwe mencatat peningkatan signifikan sepanjang Oktober 2026. Data terbaru menunjukkan terjadi 33 kejadian kebakaran pada bulan ini, naik tajam sebanyak 9 kasus dibandingkan bulan September lalu.

Menanggapi hal tersebut, Camat Nusaniwe, Drs. Niel Wattimena, M.M., saat dikonfirmasi awak media di Balai Kota Ambon, Kamis (22/10/2026), menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif dan preventif bersama elemen masyarakat.

Wattimena menjelaskan bahwa seluruh instruksi dari Wali Kota Ambon telah ditindaklanjuti secara serius. Langkah-langkah konkret yang diambil meliputi pemberian informasi kepada masyarakat, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, serta koordinasi intensif dengan tokoh agama dan pemimpin lokal.

“Kami sudah surati ke klasis, raja-raja, dan kepala kelurahan untuk mengantisipasi tindakan yang berpotensi menyebabkan kebakaran
,” ujar wattimena.

Selain pendekatan hukum, Camat Nusaniwe juga menekankan pentingnya edukasi melalui jalur keagamaan. Setiap hari Minggu, ia rutin hadir di gereja-gereja untuk memberikan arahan kepada umat mengenai kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, dan penyediaan air bersih. Hal serupa juga dilakukan setiap hari Jumat usai sholat Jumat di masjid-masjid wilayah Nusaniwe.

“Tujuannya agar masyarakat memahami tugas, tanggung jawab, dan kewajiban mereka dalam mengatasi kebakaran dan persoalan persampahan. Jika lingkungan bersih dan air tertata baik, masyarakat akan hidup sehat dan aman,” jelasnya.

Meningkatnya kasus karhutla di tengah kondisi cuaca panas akibat fenomena El Nino menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga. Asap tebal dari kebakaran diketahui menjadi pemicu utama penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Oleh karena itu, Wattimena kembali menghimbau seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Nusaniwe, untuk tetap waspada dan mematuhi arahan pemerintah kota.

“Kuncinya adalah kesadaran masyarakat. Tanpa kesadaran itu, kondisi alam yang panas dan kering akan semakin membahayakan kesehatan kita akibat asap,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Sementara itu, sesuai arahan Wali Kota Ambon, kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk sementara waktu ditangguhkan. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko anak-anak kecil terpapar asap dan keluar rumah saat kualitas udara sedang buruk.

“Pengumuman ini sudah kami sampaikan secara total melalui klasis dan jemaat gereja, serta melalui pertemuan-pertemuan di masjid. Kami berharap masyarakat taat demi keselamatan bersama,” tutup Wattimena.

Pemerintah Kecamatan Nusaniwe mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong royong menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan demi terciptanya kota Ambon yang bersih, sehat, dan bebas asap.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *