ProMaluku, cahaya-nusantara.com
Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Dr. Agustina Ch. Kakiay, S.Ag, M.Si mengatakan,Rumah Moderasi Beragama yang diresmikan oleh Dirjen Bimas Kristen, Jumat, 14/08/2020 ini dibangun dengan dukungan kuat dari Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas kristen Kemenag RI. dimana alokasi anggaran di tahun 2019 dan direalisasikan lengkap dengan mobiler dan peralatan yang dibutuhkan.
Ini merupakan wujud nyata dari upaya pengarus utamaan moderasi beragama yang sebetulnya sudah lama digaungkan oleh kementerian Agama RI.
Demikian antara lain penjelasan Rektor Kakiay dalam sambutannya saat pelaksanaan peresmian gedung Moderasi Beragama IAKN, Jumat, 14/08/2020 oleh Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI.
Dikatakan di dalam rumah ini ada ruang kapel untuk tempat beribadah, ada ruang untuk Sholat dan ada ruang kampus ministry, ada ruang kobseling baik bagi mahasiswa, dosen maupun pegawai IAKN Ambon dan juga Badan Eksekutif Mahasiswa.
Disebutkan organisasi mahasiswa juga di berikan ruangan sehingga proses pembinaannya melalui satu pintu. Hal ini dimungkinkan karena menurut Rektor selain ada fasilitas untuk menjalankan ibadah agama masing-masing tetapi sekaligus juga dijadikan sebagai kantong-kantong binaan sekaligus mahasiswa dan dosen dan tenaga kependidikan terkait dengan pembentukan karakter tetapi juga membangun kesadaran tentang cara-cara beragama yang saling menghargai.
Menurut Rektor keberadaan rumah moderasi beragama ini sangat urgent bagi IAKN Ambon selain karena IAKN Ambon berada di bawah Kemenag yang merupakan Leading Sector dalam pengarus utamaan moderasi beragama dimana moderasi beragama itu sekarang berada di dalam RPJN tahun 2021 2025. Jadi selain menjadi salah satu satker di bawah Kementerian Agama dimana pengarus utamaan moderasi beragama menjadi sangat penting tetapi karena realita di Ambon saat ini sangat membutuhkan fasilitas Rumah moderasi beragama ini. Hal ini menurut Rektor karena di dalam IAKN Ambon saat ini sudah ada mahasiswa pegawai dan juga dosen yang dalam segi agama memang berbeda-beda dimana mayoritasnya siswa Kristen Protestan Tetapi ada juga dosen mahasiswa dan pegawai yang beragama muslim dan Katolik.”jadi realita kita memang sudah beragam dalam beragama” ujarnya.
Lebih lanjut Rektor mengatakan kampus IAKN Ambon sekarang dinamakan kampus harmoni dalam keragaman.
Ditegaskan pihaknya ingin sungguh-sungguh menjadikan kampus IAKN Ambon sebagai tempat dimana semua belajar dan berlatih untuk meneladankan dan mengembangkan cara-cara beragama yang moderat.
Oleh sebab itu pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak baik civitas akademika IAKN Ambon, rekan-rekan dari perguruan tinggi lain, terutama IAIN Ambon, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, pemerintah pusat, maupun daerah, kaum perempuan maupun Pemuda dan pihak-pihak lainnya bersinergi menjadikan Ambon bahkan Maluku sebagai rumah yang nyaman untuk dihuni bersama.(CN-03)


