AMBON, cahaya-nusantara.com
Penjabat (PJ) Gubernur Maluku, Ir. Sadali IE,M.Si.,IPU secara resmi membuka acara Reuni Akbar 30 tahun Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) dan SMK Kehutanan Negeri (SMKKN) Manokwari periode 1994-2024.
Pembukaan ditandai dengan pembunyian sirine oleh PJ Gubernur, sebagai simbol dimulainya kegiatan reuni di Kota Ambon yang berlangsung penuh kehangatan, bertempat di Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP),Kec.Teluk Ambon,Provinsi Maluku, Sabtu (21/9/2024).
Sadali dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Ambon sebagai tuan rumah reuni, mengingat Kota Ambon dikenal dengan keramahan masyarakatnya serta keindahan alamnya yang memberikan kenyamanan bagi para peserta reuni.
“Saya mengucapkan selamat datang di Negeri Raja-Raja, Kota Ambon Manise. Semoga manisnya kota ini serta keramahan masyarakat dapat memberikan kenyamanan bagi semua yang hadir,” ujar Sadali.
Reuni IKA SKMA/SMKKN Manokwari kali ini mengusung tema “Mangente Adik Kakak” yang mengisyaratkan makna persatuan dan persaudaraan antara para alumni, setelah terpisah selama 30 tahun.
Sadali menegaskan bahwa sebagai alumni Rimbawan, mereka semua memiliki identitas dan jiwa korsa yang sama, yang tercermin dalam semangat gotong-royong dan kebersamaan.
“Adik Kakak dari satu rahim yang sama, datang untuk melepas rindu setelah sekian lama terpisah. Kita punya identitas dan semangat yang sama, yaitu jiwa korsa rimbawan yang kuat,” tambahnya.
Sadali juga menyoroti pentingnya peran IKA SKMA/SMKKN dalam dunia kehutanan di Indonesia. Seraya mengingatkan bahwa alumni Rimbawan tidak boleh merasa minder karena sudah teruji ,punya kapabilitas dan kapasitas serta telah menduduki posisi-posisi penting di berbagai instansi pemerintahan, termasuk dirinya yang saat ini menjabat sebagai PJ Gubernur Maluku.
“Saya adalah buktinya. Sebagai Ir. Kehutanan, saya telah mencapai puncak birokrasi tertinggi di Provinsi Maluku. Ini membuktikan bahwa Rimbawan memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni dalam jajaran birokrasi, dan hal ini sudah teruji,” jelas Sadali.
Sadali mengingatkan bahwa IKA SKMA/ SMKKN merupakan organisasi profesi di lingkungan kehutanan dibentuk atas dasar kesamaan kegiatan, fungsi dan kekeluargaan yang tersebar kementerian LHK, UPT kementerian yang ada di daerah, dinas dinas cabang dinas ,UPTD KPH dan bahkan beberapa instansi lainnya.
Untuk itu IKA SKMA/SMKKN harus menjadi motor penggerak pembangunan kehutanan yang berkelanjutan di tingkat daerah. Dan mengajak para alumni untuk bekerja bersama, menghilangkan ego sektoral, dan membangun sinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah.
“Tidak ada seorang pun yang sukses sendirian. Kunci sukses di birokrasi adalah kerja ikhlas, tuntas, dan loyalitas total kepada pimpinan dengan demikian, kita bisa mencapai kesuksesan di tempat kerja masing masing,” Tegasnya.
Untuk itu menurut Sadali alumni harus memandang ikatan Alumni dalam dua perspektif yaitu jaringan dan feedback, jaringan alumni merupakan jaringan kunci untuk mengaktualisasikan visi misi kementerian LHK gubernur, bupati dan walikota.
Sementara feedback dibutuhkan dalam sebuah struktur organisasi dan kelembagaan agar penyelenggaraan pembangunan kehutanan dapat berjalan dengan baik sesuai perkembangan regulasi dan kondisi riil di lapangan.
Reuni ini, bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat jaringan dan solidaritas antar sesama alumni. Ia mengajak seluruh anggota IKA SKMA/SMKKN untuk terus berinovasi dalam membangun kehutanan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Sadali juga memberikan semangat dan pesan agar para alumni dapat memupuk rasa persaudaraan serta memperkuat komitmen untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Walaupun tugas kita berat, seperti mendaki lembah-lembah hutan, kita tetap bahagia karena kita adalah Rimbawan. Nusa dan bangsa meminta kita untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan, itu adalah tugas kita,” tutupnya.
Reuni yang digelar di Kota Ambon ini diharapkan menjadi momen bersejarah bagi para alumni untuk kembali mengenang perjalanan mereka selama 30 tahun, sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun kehutanan yang berkelanjutan di Indonesia.
Kepala sekolah SMKN/SMKKN Manokwari Risard M.H.Waas menjelaskan perjalanan sekolah sejak didirikan dengan berbagai perubahan nama dan lokasi,dari masa penjajahan Belanda hingga pembukaan kembali pada tahun 1980.
“Pada Zaman Belanda Middelbare Bosbouwschool(MBS), Zaman jepang Ringyoo Tyudo Gakkoo,dan masa kemerdekaan yang pertama Sekolah polisi kehutanan (SPK) yang berlokasi di Madiun, kemudian berganti menjadi sekolah menengah tinggi di Bogor dan Kyaliurang jogjakarta,kemudian ditutup tahun1969,tahun 1980 buka lagi di kadipaten, Samarinda, pekanbaru, ujung pandang , sementara Manokwari di buka tahun 1991. Tahun 2008 SKMA diubah menjadi SMKKN ,SKMA /SMKKN memiliki 17 Angkatan, Angkatan ke 14 baru ada Putri “jelas Risard seraya menambahkan “SKMA telah melahirkan 1.394 lulusan yang tersebar di berbagai daerah, berkontribusi dalam sektor kehutanan dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 95%. Meski demikian, tantangan masih ada, terutama bagi 200 lulusan yang belum bekerja,”ungkap Rizard.
Rizard sendiri telah berpengalaman sejak 1965, menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penerimaan CPNS 2024 yang membuka peluang bagi lulusan SKMA/SMKKN untuk berkontribusi lebih lanjut.
Rizard berharap, melalui acara reuni ini, sinergi antara alumni dan institusi dapat terus terjalin untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penyerapan lulusan di dunia kerja.
Dengan semangat yang tetap satu, meski nama dan rupa telah berganti, semboyan “Vana Sri Bhavana” terus berkumandang, mengingatkan semua bahwa komitmen terhadap hutan dan kehutanan adalah tugas mulia yang harus dijalani.
Semoga reuni ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang baru bagi para lulusan untuk meraih cita-cita dan memberikan kontribusi terbaik bagi lingkungan.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada panitia yang sudah mengundang kami ke acara reuni Akhbar ini” tutupnya.
Sekertaris Panitia Reuni Novly Laisina,S.Hut dalam laporannya , mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berkumpul kembali.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar reuni, tetapi juga momentum untuk meningkatkan solidaritas dan kontribusi kepada almamater yang kita cintai,” ujarnya.
IKA SKMA/ SMKKN merupakan kelanjutan penyempurnaan dari Corps Tamatan sekolah kehutanan menengah Atas di singkat “CT”SKMA yang di bentuk di Salatiga pada tanggal 29 Oktober 1955 dan merupakan organisasi profesi atas dasar kesamaan,Fungsi dan kekeluargaan.
Di Indonesia terdapat Lima(5) SKMA /SMKKN yang berlokasi di Kadipaten, Samarinda, pekanbaru, Makassar dan manokwari serta 1.850 lulusan sejak berdiri tahun 1991, yang tersebar di seluruh Indonesia.
Reuni ini juga menjadi platform untuk berbagi pengalaman, memperluas jaringan, serta kolaborasi dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan.
“Kami yakin bahwa alumni dapat bersinergi dalam berbagai kegiatan yang positif bagi masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.
Maksud dan tujuan reuni Akbar 30 tahun 2024 ini untuk mempererat tali silahturahmi,merayakan pencapaian dan pengalaman, memperluas jaringan dan kolaborasi, memberikan kontribusi positif bagi pengembangan lingkungan dan kehutanan dan sektor lainnya ,serta untuk meningkatkan kerja sama dengan pusat peningkatan SDM.
Harapannya, reuni ini dapat menjadi titik awal untuk gerakan kolektif yang berkelanjutan, memperkuat peran alumni dalam mendukung kemajuan sekolah dan masyarakat.
Untuk dinketahui reuni ini dimeriahkan oleh jukulele dan tarian serta parade Alumni per angkatan.
Dengan semangat kebersamaan, alumni SKMA/SMKKN Manokwari berkomitmen untuk selalu peduli dan berbagi, tanpa mengenal batasan tahun kelulusan. Reuni ini membuktikan bahwa meskipun waktu berlalu, ikatan yang terjalin tetap kuat dan penuh makna.
Dan perlu di ketahui bahwa SKMA/SMKKN Manokwari meliputi Papua dan Maluku. (CN02)






