Ambon, cahaya-nusantara.com

Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS) Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk dalam konferensi pers di Ambon, Kamis, 1/8 mengatakan. IDI adalah indikator komposit yang menunjukan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi,yaitu kebebasan sipil (Civil Liberthy), Hak-hak politik(Political Rights), dan Lembaga-lembaga Demokrasi( Institution Demicracy).

Dikatakan, Metodeologi Penghitugan IDI menggunakan 4 sumber data yaitu: Pertama melalui reviuw surat kabar lokal, Kedua, reviuw dokumen (Perda, Pergub, dll). Ketiga. Focys Group Discution (FGD). Keempat wawancara mendalam. Menurutnya IDI Maluku 2018 mencapai angka 75, 5 dalam skala 0  – 100. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan angka IDI Maluku 2017 yang tercatat sebesar 77,45. Capaian kinerja Demokrasi Maluku tersebut masuh berada pada kategori “sedang”.

Dikatakan klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi 3 kategori yakni: “baik* (indeks .lebih besar dari 80,), “sedang” (indeks 60 -80), dan “buruk” ( kurang dari 60). Menurutnya perubahan angka IDI  Maluku dari 2017 – 2018 dipengaruhi oleh ketiga aspek demokrasi yakni: Pertama kebebasan Sipil yang turun 0,4 poin dari (81.78 menjadi 81.38). Hak-hak politik turun 1, 99 poin dari (74,85 menjadi 72,86), dan Lembaga Demokrasi turun 3.63 poin (dari 76,15 menjadi 72,32).(CN-04)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *