Ambon, cahaya-nusantara.co.id
Indeks Tendensi Konsumen
(ITK) Provinsi Maluku pada triwulan I-2018 sebesar 93,57 atau terjadi penurunan
kondisi ekonomi pada triwulan I tahun 2018 dengan optimisme lebih yang juga
menurun dibanding dengan kondisi ekonomi pada triwulan IV-2017 (indeks sebesar
117,50). Demikian antara lain
penegasan Kepala Badan Pusat Statustik (BPS) privinsi Maluku. Dumangar Hutauruk
dalam konferensi pers di kantor BPS Maluku, Senin, 7/5.
(ITK) Provinsi Maluku pada triwulan I-2018 sebesar 93,57 atau terjadi penurunan
kondisi ekonomi pada triwulan I tahun 2018 dengan optimisme lebih yang juga
menurun dibanding dengan kondisi ekonomi pada triwulan IV-2017 (indeks sebesar
117,50). Demikian antara lain
penegasan Kepala Badan Pusat Statustik (BPS) privinsi Maluku. Dumangar Hutauruk
dalam konferensi pers di kantor BPS Maluku, Senin, 7/5.
“Jadi ITK Maluku pada
triwulan I-2018 sebesar 93,57, artinya kondisi ekonomi konsumen mengalami penurunan
dengan tingkat optimisme yang juga menurun dibanding triwulan sebelumnya,”
ujar Hutauruk.
triwulan I-2018 sebesar 93,57, artinya kondisi ekonomi konsumen mengalami penurunan
dengan tingkat optimisme yang juga menurun dibanding triwulan sebelumnya,”
ujar Hutauruk.
Menurutnya, penurunan
kondisi ekonomi Maluku ini didorong oleh menurun pendapatan rumah tangga (nilai
indeks 93,79), serta menurun inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari (nilai
indeks 88,16) yang mempengaruhi penurunan konsumsi rumah tangga terhadap
makanan dan non makanan (nilai indeksnya 99,93).
kondisi ekonomi Maluku ini didorong oleh menurun pendapatan rumah tangga (nilai
indeks 93,79), serta menurun inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari (nilai
indeks 88,16) yang mempengaruhi penurunan konsumsi rumah tangga terhadap
makanan dan non makanan (nilai indeksnya 99,93).
Selanjutnya mengatakan,
nilai ITK secara nasional pada triwulan I-2018 mencapai 103,83. Jika dilihat secara provinsi
di wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku, Papua) dapat diketahui bahwa enam dari
10 provinsi di Sulampapua memiliki indeks di atas 100, dengan provinsi indeks
di atas 100 antara lain Sulawesi Tengah (100,83), Sulawesi Selatan (107,39),
Sulawesi Tenggara (103,77), Gorontalo (102,02), Sulawesi Barat (101,61), dan
Maluku Utara (102,25).
nilai ITK secara nasional pada triwulan I-2018 mencapai 103,83. Jika dilihat secara provinsi
di wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku, Papua) dapat diketahui bahwa enam dari
10 provinsi di Sulampapua memiliki indeks di atas 100, dengan provinsi indeks
di atas 100 antara lain Sulawesi Tengah (100,83), Sulawesi Selatan (107,39),
Sulawesi Tenggara (103,77), Gorontalo (102,02), Sulawesi Barat (101,61), dan
Maluku Utara (102,25).
Sedangkan provinsi dengan
nilai indeks di bawah 100, antara lain Sulawesi Utara (92,69), Maluku (93,57),
Papua Barat (97,70), dan Papua (97,95). Provinsi dengan nilai ITK
yang paling tinggi untuk wilayah ini terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan, dan
terendah di Sulawesi Utara. Ia juga menambahkan bahwa,
nilai ITK Provinsi Maluku pada triwulan II-2018 diperkirakan sebesar 125,48. “Ini berarti kondisi
ekonomi konsumen diperkirakan akan mengalami peningkatan pada triwulan II-2018
dengan tingkat optimisme yang juga meningkat,” katanya lagi. Perkiraan peningkatan ITK
triwulan II-2018 didorong oleh meningkat pendataan rumah tangga (nilai
indeksnya 124,92) dan rencana pembelian barang tahan lama (nilai indeksnya
126,46).
nilai indeks di bawah 100, antara lain Sulawesi Utara (92,69), Maluku (93,57),
Papua Barat (97,70), dan Papua (97,95). Provinsi dengan nilai ITK
yang paling tinggi untuk wilayah ini terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan, dan
terendah di Sulawesi Utara. Ia juga menambahkan bahwa,
nilai ITK Provinsi Maluku pada triwulan II-2018 diperkirakan sebesar 125,48. “Ini berarti kondisi
ekonomi konsumen diperkirakan akan mengalami peningkatan pada triwulan II-2018
dengan tingkat optimisme yang juga meningkat,” katanya lagi. Perkiraan peningkatan ITK
triwulan II-2018 didorong oleh meningkat pendataan rumah tangga (nilai
indeksnya 124,92) dan rencana pembelian barang tahan lama (nilai indeksnya
126,46).
Menurutnya ITK adalah indikator perkembangan ekonomi
terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui survei tendensi
konsumen (STK). “ITK merupakan indeks
yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan
perkiraan pada triwulan mendatang,” ujarnya pula. Perkiraan pada triwulan
mendatang tersebut, lanjutnya, dilakukan oleh responden/konsumen yang
disediakan oleh BPS.(CN-01)
terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui survei tendensi
konsumen (STK). “ITK merupakan indeks
yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan
perkiraan pada triwulan mendatang,” ujarnya pula. Perkiraan pada triwulan
mendatang tersebut, lanjutnya, dilakukan oleh responden/konsumen yang
disediakan oleh BPS.(CN-01)
