Ambon, cahaya-nusantara.co.id
Kepala SMA Negeri 10 Ambon
Magreet .E. Pupella, S.Pd memgatakan dengan bantuan para guru dan dukungan
orangtua siswa peserta ujian sekolahnya sukses melaksanakan UNBK tahun pertama
bagi 144 siswa yang terdiri dari 50 dari jurusan IPA dan 94 siswa jurusan IPS.
Magreet .E. Pupella, S.Pd memgatakan dengan bantuan para guru dan dukungan
orangtua siswa peserta ujian sekolahnya sukses melaksanakan UNBK tahun pertama
bagi 144 siswa yang terdiri dari 50 dari jurusan IPA dan 94 siswa jurusan IPS.
Demikian antara lain
penjelasan Pupella kepada wartawan di ruang kerjanya di Latuhalat Ambon, Rabu,
11/4.
penjelasan Pupella kepada wartawan di ruang kerjanya di Latuhalat Ambon, Rabu,
11/4.
Dikatakan, suksesnya
pelaksanaan UNBK sampai pada hari ketiga di sekolahnya ini tidak terlepas dari
apa yang dilakukannya bersama para guru dan siswa serta orangtua murid di
sekolah itu sejak tahun 2017 lalu.
pelaksanaan UNBK sampai pada hari ketiga di sekolahnya ini tidak terlepas dari
apa yang dilakukannya bersama para guru dan siswa serta orangtua murid di
sekolah itu sejak tahun 2017 lalu.
Dikatakan setelah pihaknya
menetapkan sekolahnya mengikuti ujian nasional tahun ini dengan sistem UNBK
maka yang pertama dilakukannya adalah menyiapkan seluruh sarana terkait dengan
pembelian komputer yang pengadaannya dilakukan secara bertahap sehingga
pihaknya menghasilkan adanya 40 komputet sementara peserta ujian adalah 145
siswa dimana maksimal komputer yang harus disiapkan sekitar 60 unit. Oleh sebab
itu untuk penambahan 20 unit sisanya sekolah bekerjasana dengan orangtua murid
agar peserta didik yang memiliki laptop bisa digunakan untuk ujian dan dari
hasil kerjasama tersebut akhirnya 13 unit laptop milik siswa bisa dipergunakan
sedangkan sisanya dibantu oleh para guru yang memiliki laptop untuk digunakan
selama ujian berlangsung. Sedangkan untuk server, pihaknya memiliki 4 server
dimana 2 unit terpakai dan 2 unit lainnya menjadi cadangan manakala terjadi
gangguan barulah dipergunakan.
menetapkan sekolahnya mengikuti ujian nasional tahun ini dengan sistem UNBK
maka yang pertama dilakukannya adalah menyiapkan seluruh sarana terkait dengan
pembelian komputer yang pengadaannya dilakukan secara bertahap sehingga
pihaknya menghasilkan adanya 40 komputet sementara peserta ujian adalah 145
siswa dimana maksimal komputer yang harus disiapkan sekitar 60 unit. Oleh sebab
itu untuk penambahan 20 unit sisanya sekolah bekerjasana dengan orangtua murid
agar peserta didik yang memiliki laptop bisa digunakan untuk ujian dan dari
hasil kerjasama tersebut akhirnya 13 unit laptop milik siswa bisa dipergunakan
sedangkan sisanya dibantu oleh para guru yang memiliki laptop untuk digunakan
selama ujian berlangsung. Sedangkan untuk server, pihaknya memiliki 4 server
dimana 2 unit terpakai dan 2 unit lainnya menjadi cadangan manakala terjadi
gangguan barulah dipergunakan.
Menurutnya selain persiapan
dan pemantapan bagi para siswa yang dilakukan sejak Oktober tahun lalu
pemantapan juga dilakukan kepada para guru melalui Musyawarah Kerja Kepala
Sekolah (MKKS) sebelum dilakukan pemantapan bagi para siswa.
dan pemantapan bagi para siswa yang dilakukan sejak Oktober tahun lalu
pemantapan juga dilakukan kepada para guru melalui Musyawarah Kerja Kepala
Sekolah (MKKS) sebelum dilakukan pemantapan bagi para siswa.
Khusus untuk pelaksanaan
UNBK sekolahnya memiliki 2 ruang dengan memberlakukan 3 sesi dimana sesi
pertama 50 siswa dan sesi kedua 50 siswa sedangkan sesi ketiga diikuti oleh 44
siswa karena satu siswa tidak masuk ujian karena telah menikah.
UNBK sekolahnya memiliki 2 ruang dengan memberlakukan 3 sesi dimana sesi
pertama 50 siswa dan sesi kedua 50 siswa sedangkan sesi ketiga diikuti oleh 44
siswa karena satu siswa tidak masuk ujian karena telah menikah.
Selanjutnya kepada wartawan
Pupella mengatakan berbagai persiapan kepada para siswa mulai dari pemantapan
sampai dengan pelaksanaan USBN serta UNBK ia yakin ke-144 siswa peserta ujian
tahun 2018 ini akan tuntas seluruhnya.
Pupella mengatakan berbagai persiapan kepada para siswa mulai dari pemantapan
sampai dengan pelaksanaan USBN serta UNBK ia yakin ke-144 siswa peserta ujian
tahun 2018 ini akan tuntas seluruhnya.
Menyikapi kekurangan yang
masih dialami tahun ini terutama menyangkut sarana komputer, kepada wartawan
Pupella mengatakan di tahun depan pihaknya akan berupaya untuk melengjapinya
tanpa harus membebani lagi orangtua siswa, meskipun demikian pihaknya akan
berupaya secara bertahap karena tidak mungkin membeli dalam jumlah yang banyak.
“Tahun depan akan dilengkapi lagi tapi tidak mungkin kita membeli dalam
jumlah yang banyak”. Ujar Pupella sambil menambahkan pihaknya tetap
melakukan namun jika belum mencukupi juga maka sekolah masih tetap bekerjasama dengan orangtua siswa.
masih dialami tahun ini terutama menyangkut sarana komputer, kepada wartawan
Pupella mengatakan di tahun depan pihaknya akan berupaya untuk melengjapinya
tanpa harus membebani lagi orangtua siswa, meskipun demikian pihaknya akan
berupaya secara bertahap karena tidak mungkin membeli dalam jumlah yang banyak.
“Tahun depan akan dilengkapi lagi tapi tidak mungkin kita membeli dalam
jumlah yang banyak”. Ujar Pupella sambil menambahkan pihaknya tetap
melakukan namun jika belum mencukupi juga maka sekolah masih tetap bekerjasama dengan orangtua siswa.
Pupella juga menambahkan
pada hari pertama UNBK sekolahnya dikunjungi oleh Ibu Sekretaris Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku dimana telah dipublikasikan di media
bahwa hasil pantauannya tentang penyelenggaraan UNBK di SMA Negeri 10 Ambon
sangat baik adanya.
pada hari pertama UNBK sekolahnya dikunjungi oleh Ibu Sekretaris Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku dimana telah dipublikasikan di media
bahwa hasil pantauannya tentang penyelenggaraan UNBK di SMA Negeri 10 Ambon
sangat baik adanya.
Sementara itu dari pantaun
media ini meskipun baru perfama kali menyelenggarakan UN dengan sistem UNBK
namun nampak sekali .SMA negeri 10 sangat siap untuk penyelenggaraan UNBK.
media ini meskipun baru perfama kali menyelenggarakan UN dengan sistem UNBK
namun nampak sekali .SMA negeri 10 sangat siap untuk penyelenggaraan UNBK.
Selaku penyelenggara UNBK
untuk pertama kalinnya dimana sebelumnya selalu menyelenggarakan UN dengan
sistem UNKP namun Pupella mengakui ternyata sistem ujian dengan menggunakan sistem UNBK jauh lebih mudah dan
juga enteng melaksanakannya ketimbang UNKP. Hal ini disebabkan karena tidak
perlu lagi menyiapkan soal-soal ujian bagi para siswa bahkan tidak perlu juga
bersusah payah mengembalikan bahan ujian ke dinas pendidikan seperti
tahun-tahun sebelhmnya karena semuanya telah diatur lewat sistem komputet.
untuk pertama kalinnya dimana sebelumnya selalu menyelenggarakan UN dengan
sistem UNKP namun Pupella mengakui ternyata sistem ujian dengan menggunakan sistem UNBK jauh lebih mudah dan
juga enteng melaksanakannya ketimbang UNKP. Hal ini disebabkan karena tidak
perlu lagi menyiapkan soal-soal ujian bagi para siswa bahkan tidak perlu juga
bersusah payah mengembalikan bahan ujian ke dinas pendidikan seperti
tahun-tahun sebelhmnya karena semuanya telah diatur lewat sistem komputet.
Akhirnya kepada wartawan
Pupella berharap sekaligus optimis kalau siswanya akan tuntas seluruhnya dalam
ujian kali ini baik USBN mauoun di dalam UNBK. (CN-02)

