Ambon,
cahaya-nusantara.co.id
cahaya-nusantara.co.id
Sekretaris Umum Panitia
Daerah Pesparani Provinsi Katolik Provinsi Maluku, Drs. Titus Renwarin, M.Si
mengatakan estimasi peserta pesta Paduan
Suara Gerejani Katolik Nasional yang akan hadir di kota Ambon provinsi Maluku
sebanyak 8500 orang yang tersebar dalam 34 provinsi se-Indonesia.
Daerah Pesparani Provinsi Katolik Provinsi Maluku, Drs. Titus Renwarin, M.Si
mengatakan estimasi peserta pesta Paduan
Suara Gerejani Katolik Nasional yang akan hadir di kota Ambon provinsi Maluku
sebanyak 8500 orang yang tersebar dalam 34 provinsi se-Indonesia.
Demikian antara lain
penegasan Renwarin kepada wartawan di ruang kerjanya di kantor Gubernur Maluku,
Kamis, 23/3. Dikatakan penting untuk
diketahui bahwa sudah jelas surat Menteri Agama RI nmor B 267/MA tahun 2017
tepatnya tanggal 27 Juli sudah menetapkan Maluku sebagai tua rumah dan Pesparani dilaksanakan pada bulan Oktober
2018.
penegasan Renwarin kepada wartawan di ruang kerjanya di kantor Gubernur Maluku,
Kamis, 23/3. Dikatakan penting untuk
diketahui bahwa sudah jelas surat Menteri Agama RI nmor B 267/MA tahun 2017
tepatnya tanggal 27 Juli sudah menetapkan Maluku sebagai tua rumah dan Pesparani dilaksanakan pada bulan Oktober
2018.
Menurutnya, terkait dengan pelaksanaan event nasional
bulan Oktober mendatang maka persiapan di tingkat daerah telah dilakukan sejak
tahun 2017 lalu. Bahkan pihaknya telah mendesak Kementerian Agama khusunya Bimas
Katolik untuk mempercepat pembentukan LP3KN sehingga lembaga nasional tersebut
juga telah dibentuk dan telah pula melaksanakan rapat Nasional yang pertama di
Bali. Pertengahan Maret 2018.
bulan Oktober mendatang maka persiapan di tingkat daerah telah dilakukan sejak
tahun 2017 lalu. Bahkan pihaknya telah mendesak Kementerian Agama khusunya Bimas
Katolik untuk mempercepat pembentukan LP3KN sehingga lembaga nasional tersebut
juga telah dibentuk dan telah pula melaksanakan rapat Nasional yang pertama di
Bali. Pertengahan Maret 2018.
Dikatakan pada rapat perdana
yang digelar di Bali itu PLT Gubernur Maluku selaku Ketua Umum Daerah, Dr. Z,
Sahuburua diundang untuk memberikan
paparan tentang persiapan Maluku selaku tuan rumah Pesparani karena meskipun
kegiatan ini gawenya ada di Kementerian Agama akan tetapi karena Maluku yang
mengusulkan dan mendorong untuk dilaksanakan kegiatan ini dan sekaligus menjadi
tua rumah sehingga pada kesempatan itu PLT Gubernur Maluku memaparkan sejumlah
persiapan yang telah dilakukan, di antaranya tentang Tema, Sub Tema, Moto,
Logu, Mars, Jenis Mata Lomba, Estimasi peserta, Pagu Anggaran yang dibutuhkan,
tempat pembukaan dan penutupan dan jadwal kegiatan.
yang digelar di Bali itu PLT Gubernur Maluku selaku Ketua Umum Daerah, Dr. Z,
Sahuburua diundang untuk memberikan
paparan tentang persiapan Maluku selaku tuan rumah Pesparani karena meskipun
kegiatan ini gawenya ada di Kementerian Agama akan tetapi karena Maluku yang
mengusulkan dan mendorong untuk dilaksanakan kegiatan ini dan sekaligus menjadi
tua rumah sehingga pada kesempatan itu PLT Gubernur Maluku memaparkan sejumlah
persiapan yang telah dilakukan, di antaranya tentang Tema, Sub Tema, Moto,
Logu, Mars, Jenis Mata Lomba, Estimasi peserta, Pagu Anggaran yang dibutuhkan,
tempat pembukaan dan penutupan dan jadwal kegiatan.
Khusus untuk pagu anggaran,
kata Renwarin telah ditetapkan dana APBD sebesar 20 miliyar dan diharapkan APBN
juga menanggung 20 miliyar. Sementara untuk tempat
pembukaan dan penutupan Pesparani,, menurut Renwarin, atas pertimbangan
sejumlah hal teknis maka Gubernur Maluku menetapkan tempat pembukaan dan
penutupannya berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon.
kata Renwarin telah ditetapkan dana APBD sebesar 20 miliyar dan diharapkan APBN
juga menanggung 20 miliyar. Sementara untuk tempat
pembukaan dan penutupan Pesparani,, menurut Renwarin, atas pertimbangan
sejumlah hal teknis maka Gubernur Maluku menetapkan tempat pembukaan dan
penutupannya berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon.
Terkait dengan itu, menurut
Renwarin sembari mengutip pesan Gubernur Maluku agar lapangan Merdeka segera
dikosongkan untuk dilakukan pembenahan seperti layaknya stadium sehingga sama
persis dengan acara pembukaan dan penutupan MTQ Nasional dan Pesparawi Nasional
yang pernah dihelat di Ambon beberapa tahun lalu.
Renwarin sembari mengutip pesan Gubernur Maluku agar lapangan Merdeka segera
dikosongkan untuk dilakukan pembenahan seperti layaknya stadium sehingga sama
persis dengan acara pembukaan dan penutupan MTQ Nasional dan Pesparawi Nasional
yang pernah dihelat di Ambon beberapa tahun lalu.
Selanjutnya menurut Renwarin
mengingat estimasi jumlah peserta yang berkisar 8500 orang maka telah
dipersiapkan pula 10 Hotel bintang serta 71 hotel lainnya untuk menampung
peserta dan tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan rumah-rumah penduduk
baik Kristen maupun Muslim di kota ini guna menampung peserta.
mengingat estimasi jumlah peserta yang berkisar 8500 orang maka telah
dipersiapkan pula 10 Hotel bintang serta 71 hotel lainnya untuk menampung
peserta dan tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan rumah-rumah penduduk
baik Kristen maupun Muslim di kota ini guna menampung peserta.
Menarik bahwa apa yang
dipaparkan oleh PLT Gubernur Maluku tentang persiapan Maluku sebagai tuan rumah
mendapat tanggapan positif dari LP3KN yang diketuai Prof. Dr. Adrianus Meliala
mengatakan apa yang telah dipersiapkan oleh panitia Daerah ini akan dibawah
dalam rapat internal untuk melengkapinya dan menurutnya kemungkinan besar semua
hal yang telah dipersiapkan oleh panitia daerah itu akan diterima dengan hanya
melengkapi beberapa hal yang belum dipikirkan oleh panitia daerah “Akhir Maret 2018 ini
mereka akan melakukan rapat secara internal untuk mempelajari tetapi
kemungkinan apa yang telah dipersiapkan oleh Maluku itu tetap jalan, hanya
mereka mau melengkapi yang belum”, ujar Renwarin sambil menambahkan yang
dimaksudkan belum itu adalah Mars dan
Hymne, meskipun demikian kata Renwarin baik Mars maupun Hymne telah disiapkan
oleh Maluku.(CN 01)
dipaparkan oleh PLT Gubernur Maluku tentang persiapan Maluku sebagai tuan rumah
mendapat tanggapan positif dari LP3KN yang diketuai Prof. Dr. Adrianus Meliala
mengatakan apa yang telah dipersiapkan oleh panitia Daerah ini akan dibawah
dalam rapat internal untuk melengkapinya dan menurutnya kemungkinan besar semua
hal yang telah dipersiapkan oleh panitia daerah itu akan diterima dengan hanya
melengkapi beberapa hal yang belum dipikirkan oleh panitia daerah “Akhir Maret 2018 ini
mereka akan melakukan rapat secara internal untuk mempelajari tetapi
kemungkinan apa yang telah dipersiapkan oleh Maluku itu tetap jalan, hanya
mereka mau melengkapi yang belum”, ujar Renwarin sambil menambahkan yang
dimaksudkan belum itu adalah Mars dan
Hymne, meskipun demikian kata Renwarin baik Mars maupun Hymne telah disiapkan
oleh Maluku.(CN 01)

