menggelar pagelaran Seni Sastra dengan tema Transformasi seni Budaya bagi pembentukan
generasi Maluku cerdas yang dibuka oleh Kepala
dinas Pendidikan dan kebudayaan
Provinsi Maluku. Dalam sambutan
kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku Drs Saleh Thio M.Si mengatakan kalau manusia memiliki
3 dasar kecerdasan utama yaitu IQ Intelegenci,
IQ emosional dan IQ spiritual. Menurutnya,
dengan 3 dasar kecerdasan tersebut manusia mampu melakukan segala hal termasuk mengekspresikan seni budaya yang
ada di Maluku.
sebagai sebuah wadah mengekspresi kejiwaan, kreativitas, ruang transformasi daya hayal yang
mendorong kepada kreativitas, terkait itu Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
Maluku selalu mendorong terjadinya sinergitas terhadap 3 dasar kecerdasan tersebut karena 3 elemen
ini akan mendorong terbentuknya
kecerdasan peserta didik. Ia menambahkan
kalau panggung kesenian juga harus dipandang sebagai ruang pendidikan yang mengeksprentir kemampuan dan
talenta individu ke dalam
pendekatan komunal, hal ini akan mendorong kohesi sosial, pengenalan kepada kearifan lokal serta cerita dan keinginan
untuk mempertahankan warisan
budaya.
seniman dapat meningkatkan
dan menumbuhkan kreasinya serta memperkaya wawasan peserta sehingga seni menjadi perhatian bersama, oleh
sebab itu pembinaan kreativitas
seni perlu didorong sejak dini Sementara
itu dalam laporan ketua Panitia pagelaran seni sastra Deni Sopahelawakan menjelaskan kalau Kegiatan pagelaran
seni antar sanggar dan seni sastra
merupakan kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku melalui taman Budaya Provinsi Maluku
adalah menumbuhkan kreativitas karya
seni budaya dan seni sastra Maluku yang berdaya saing dalam kerja industri seni pertunjukan Nasional.
Selain itu, untuk membentuk motivasi bagi seniman daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya Manusia yang
profesional, serta membentuk
wawasan para seniman untuk menjadikan kelompok seni sebagai sarana serta memiliki managemen berkesenian yang
produktif dalam menghasilkan nilai
ekonomis bagi seniman daerah. Mengacu
pada tujuan tersebut Sopahelawakan mengharapkan kalau kegiatan ini dapat menciptakan sebuah instrumen pertunjukan
yang berkualitas dalam meningkatkan
profesionalitas generasi muda dalam berkarya menuju Maluku Cerdas dan berkualitas . Pagelaran seni pada malam itu melibatkan 10 sanggar
seni dan 10 seni sastra yang
ada di Maluku dan para penonton merasa terhibur dengan karya seni anak Maluku serta terpingkal-pingkal oleh
lawakan yang dibawakan oleh Tanta
Bengse, Mima dan bapa Chao CS.(CN)
