Ambon, cahaya-nusantara.com
Taman Budaya Provinsi Maluku Rabu (31/8) malam
menggelar pagelaran
Seni Sastra dengan tema Transformasi seni Budaya bagi pembentukan
generasi Maluku cerdas yang dibuka oleh Kepala
dinas Pendidikan dan
kebudayaan
Provinsi Maluku.
Dalam sambutan
kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku
Drs Saleh Thio M.Si mengatakan kalau manusia memiliki
3 dasar
kecerdasan utama yaitu IQ Intelegenci,
IQ emosional dan IQ spiritual.
Menurutnya,
dengan 3 dasar kecerdasan tersebut manusia mampu melakukan
segala hal termasuk mengekspresikan seni budaya yang
ada di Maluku.
Menurutnya panggung budaya seni harus dimaknai
sebagai sebuah wadah
mengekspresi kejiwaan, kreativitas, ruang transformasi daya hayal yang
mendorong kepada kreativitas, terkait itu Dinas
Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi
Maluku selalu mendorong terjadinya sinergitas
terhadap 3 dasar kecerdasan tersebut karena 3 elemen
ini akan
mendorong terbentuknya
kecerdasan peserta didik.
Ia menambahkan
kalau panggung kesenian juga harus dipandang sebagai
ruang pendidikan yang mengeksprentir kemampuan dan
talenta individu ke
dalam
pendekatan komunal, hal ini akan mendorong kohesi sosial,
pengenalan kepada kearifan lokal serta cerita dan keinginan
untuk
mempertahankan warisan
budaya.
Dengan momen ini Thio mengharapkan agar para
seniman dapat
meningkatkan
dan menumbuhkan kreasinya serta memperkaya wawasan
peserta sehingga seni menjadi perhatian bersama, oleh
sebab itu
pembinaan kreativitas
seni perlu didorong sejak dini
Sementara
itu dalam laporan ketua Panitia pagelaran seni sastra Deni
Sopahelawakan menjelaskan kalau Kegiatan pagelaran
seni antar sanggar
dan seni sastra
merupakan kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
provinsi Maluku melalui taman Budaya Provinsi Maluku
adalah
menumbuhkan kreativitas karya
seni budaya dan seni sastra Maluku yang
berdaya saing dalam kerja industri seni pertunjukan Nasional.

Selain itu, untuk membentuk motivasi bagi seniman daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya Manusia yang
profesional, serta
membentuk
wawasan para seniman untuk menjadikan kelompok seni sebagai
sarana serta memiliki managemen berkesenian yang
produktif dalam
menghasilkan nilai
ekonomis bagi seniman daerah.
Mengacu
pada tujuan tersebut Sopahelawakan mengharapkan kalau kegiatan
ini dapat menciptakan sebuah instrumen pertunjukan
yang berkualitas
dalam meningkatkan
profesionalitas generasi muda dalam berkarya menuju
Maluku Cerdas dan berkualitas . Pagelaran seni pada malam itu melibatkan 10 sanggar
seni  dan 10 seni
sastra yang
ada di Maluku dan para penonton merasa terhibur dengan
karya seni anak Maluku serta terpingkal-pingkal oleh
lawakan yang
dibawakan oleh Tanta
Bengse, Mima dan bapa Chao CS.(CN)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *