(Menko) Kemaritiman dan Kelautan RI,
Rizal Ramly berkenan menutup dengan resmi pelaksanaan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) 2 yang
diikuti oleh 33 provinsi dengan peserta
sebanyak 4000 orang. Dalam sambutannya,
Mentri Koordinator mengatakan untuk pertama kalinya penutupan Perkemahan Pramuka dilakukan oleh seorang
Mentri sebagaimana yang dilakukan oleh
dirinya di Maluku ini.
sejak abad 16 orang Eropa telah berlomba-lomba
untuk menguasai daerah ini lantaran rempah-rempah yang sangat terkenal dari Maluku, umumnya dan Pulau
Banda khususnya. Bahkan begitu
berharganya Maluku dengan rempah-rempahnya sehingga Kaum Portugis dan Inggris mau menukar Pulau Banda
dengan New York saat itu.
New York yang katanya maju, yang katanya hebat,
yang katanya makmur ditukar dengan satu pulau saja namanya pulau Banda. “Saking berharganya rempah-rempah,
cengkeh dan Pala dari Kepulauan Maluku”,
kata Menko sambil mengatakan dirinya merasa bahagia bisa bertemu dengan seluruh peserta PPMN 2 di
tanah Maluku, di mana dilihat dari usi,
peserta adalah siswa SMP tetapi semangatnya sudah SMA, independen, karena menurutnya gerakan pramuka sebetulnya
gerakan untuk membangun karakter dan
kepemimpinan. Bahkan Menko menyebutkan
peserta adalah pemimpin bangsa di masa yang akan datang.
negara yang hebat di dunia”, kata Menko. Selanjutnya
menurut Menko pramuka juga menjadi tempat untuk membangun toleransi dan persatuan, meskipun diakui Menko juika
dilihat dari suvey-survey tingkat
toleransi anak-anak muda mulai dari SD, SMP dan SMA semakin berkurang, namun dirinya malah takjub dan kagum karena
justru toleransi itu ditunjukkan oleh
pemuda-pemudi angota Madrasah pramuka,
karena bangsa yang besar ini, kata Menko akan pecah jika tiidak saling
menghargai. Kalau tidak saling menghargai antar suku, agama dan budaya maka bangsa yang besar ini dengan
mudah akan pecah, kata Dia.
toleransi dan ketakwaan lewat perkemahan
yang diikuti lebih dari 4000 peserta.pramuka dari seluruh Indonesia. Lebih
jauh Menko mengatakan pramuka juga adalah wadah untuk melatih sikap kemanusiaan dan cinta damai dan lebih dari
itu bukan hanya cinta manusia tetapi juga
cinta lingkungan. Karena dirinya bahkan angkat
topi adik-adik pramuka ambil inisyatif untuk melepaskan anak penyu paling banyak dalam sejarah bangsa Indonesia menciptakan
rekor muri. “Alangkah gembiranya penyu-penyu
tersebut bisa kembali ke alam”, kata
Menko.
Menariknya di kesempatan itu Menko mengutip tiga kata bijak yang mendasari kehidupan orang Maluku, antara lain, sagu
selempeng dipatah bagi dua yang menggambarkan
kehidupan kebersamaan; yang kedua :Ale rasa
beta rasa”, yang menggambarkan apa yang dirasakan oleh sesama dapat dirasakan oleh yang lain, apa yang menjadi
kegembiraan seseorang dapat juga
dirasakan oleh yang lain; dan yang ketiga, “potong
di kuku rasa di daging” yang menggambarkan jika di antara saudara atau sesama merasakan kepedihan atau
penderitaan maka sesama saudara atau
semua kita ikut merasakannya. Demikian halnya jika sesama bangsa = merasakan sesuatu maka seluruh bangsa ikut
merasakannya. Menko sangat memuji tiga
kata bijak dari Maluku yang selama ini mendasari
kehidupan orang Maluku sehingga dengan lantang mengatakan jika hal ini benar-benar telahh dipraktekkan dengan
sungguh maka orang Maluku benar-benar
telah menjadi masyarakat pancasila yang sejati.
(CN-01)
