Ambon, cahayanusantara12.com

Bertempat di lokasi kemah Pramuka Pantai Liang Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku, Jumat, 27/5 Menteri Koordinator
(Menko) Kemaritiman
dan Kelautan RI,
Rizal Ramly berkenan menutup dengan resmi pelaksanaan
Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) 2 yang
diikuti oleh 33
provinsi dengan peserta
sebanyak 4000 orang.
Dalam sambutannya,
Mentri Koordinator mengatakan untuk pertama kalinya
penutupan Perkemahan Pramuka dilakukan oleh seorang
Mentri sebagaimana
yang dilakukan oleh
dirinya di Maluku ini.

Hal ini disebabkan karena Maluku adalah tanahnya cengkeh dan Pala, tanahnya Raja-Raja, di mana
sejak abad 16 orang Eropa telah
berlomba-lomba
untuk menguasai daerah ini lantaran rempah-rempah yang
sangat terkenal dari Maluku, umumnya  dan Pulau
Banda khususnya.
Bahkan begitu
berharganya Maluku dengan rempah-rempahnya sehingga
Kaum Portugis dan Inggris mau menukar Pulau Banda
dengan New York saat
itu.

Demikian antara lain penegasan Menko dalam sambutannya. Dikatakan,  bisa dibayangkan
New York yang katanya maju, yang katanya
hebat,
yang katanya makmur ditukar dengan satu pulau saja namanya
pulau Banda. “Saking berharganya rempah-rempah,
cengkeh dan Pala dari
Kepulauan Maluku”,
kata Menko  sambil mengatakan dirinya merasa
bahagia bisa bertemu dengan seluruh peserta PPMN 2 di
tanah Maluku, di
mana dilihat dari usi,
peserta adalah siswa SMP tetapi semangatnya
sudah SMA, independen, karena menurutnya gerakan pramuka sebetulnya
gerakan untuk membangun karakter dan
kepemimpinan. Bahkan Menko
menyebutkan
peserta adalah pemimpin bangsa di masa yang akan datang.

“Kita ini sudah tua-tua semua, pada waktunya akan selesai, adik-adik akan pimpin Indonesia menjadi
negara yang hebat di dunia”, kata Menko.
Selanjutnya
menurut Menko pramuka juga menjadi tempat untuk membangun
toleransi dan persatuan, meskipun diakui Menko juika
dilihat dari
suvey-survey tingkat
toleransi anak-anak muda mulai dari SD, SMP dan
SMA semakin berkurang, namun dirinya malah takjub dan kagum karena
justru toleransi itu ditunjukkan oleh
pemuda-pemudi angota Madrasah
pramuka,
karena bangsa yang besar ini, kata Menko akan pecah jika tiidak saling
menghargai. Kalau tidak saling menghargai antar suku,
agama dan budaya maka bangsa yang besar ini dengan
mudah akan pecah,
kata Dia.

Untuk itu selaku Menko dirinya bangsa bahwa Kementrian agama engambil inisyatif untuk mengembangkan 
toleransi dan ketakwaan lewat
perkemahan
yang diikuti lebih dari 4000 peserta.pramuka dari seluruh
Indonesia. Lebih
jauh Menko mengatakan pramuka juga adalah wadah untuk melatih
sikap kemanusiaan  dan cinta damai dan lebih dari
itu bukan hanya
cinta manusia tetapi juga
cinta lingkungan. Karena dirinya bahkan
angkat
topi adik-adik pramuka ambil inisyatif untuk melepaskan anak
penyu paling banyak dalam sejarah bangsa Indonesia menciptakan
rekor
muri. “Alangkah gembiranya penyu-penyu
tersebut bisa kembali ke alam”,
kata
Menko.

Menariknya di kesempatan itu Menko mengutip tiga kata bijak yang mendasari kehidupan orang Maluku, antara lain, sagu
selempeng dipatah
bagi dua yang menggambarkan
kehidupan kebersamaan; yang kedua :Ale
rasa
beta rasa”, yang menggambarkan apa yang dirasakan oleh sesama
dapat dirasakan oleh yang lain, apa yang menjadi
kegembiraan
seseorang dapat juga
dirasakan oleh yang lain; dan yang ketiga,
“potong
di kuku rasa di daging” yang menggambarkan jika di antara
saudara atau sesama merasakan kepedihan atau
penderitaan maka sesama
saudara atau
semua kita ikut merasakannya. Demikian halnya jika sesama
bangsa = merasakan sesuatu maka seluruh bangsa ikut
merasakannya.
Menko sangat memuji tiga
kata bijak dari Maluku yang selama ini
mendasari
kehidupan orang Maluku sehingga dengan lantang mengatakan
jika hal ini benar-benar telahh dipraktekkan dengan
sungguh maka orang
Maluku benar-benar
telah menjadi masyarakat pancasila yang
sejati.
(CN-01)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *