Ambon, Cahayanusantara12.com
Berdasarkan surat Keputusan Gubernur Maluku Nomor 83
tahun 2016 tentang pembentukan panitia Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPNM)
Ke 2 tahun 2016 di Maluku, Kanwil KemenTryan Agama Provinsi Maluku
laksanakan Rapat Internal. Demikian penegasan Kepala Kantor Wilayah Kementrian
Agama Provinsi Maluku Fesal Musaad S.Pd. M.Pd kepada wartawan di ruang
kerjanya Selasa (8/3).
tahun 2016 tentang pembentukan panitia Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPNM)
Ke 2 tahun 2016 di Maluku, Kanwil KemenTryan Agama Provinsi Maluku
laksanakan Rapat Internal. Demikian penegasan Kepala Kantor Wilayah Kementrian
Agama Provinsi Maluku Fesal Musaad S.Pd. M.Pd kepada wartawan di ruang
kerjanya Selasa (8/3).
Menurutnya dalam rapat internal tersebut pihaknya
membahas tentang Publikasi PPMN ke 2, Infrastruktur, dan lokasi pelaksanaan
kegiatan PPMN ke 2.,dan dalam kepanitiaan ini menurut Musaad, semua unsur aparat
mulai dari TNI, Polri, pejabat sipil ikut berperan. Dirinya berharap dengan
dibukanya Ivent PPMN ke 2 di Maluku wisata Maluku dapat dijual di Indonesia
maupun di Manca Negara. Dalam pelaksanaan PPMN ke 2 ini menurut Musaad diangkat
Tema tentang BAHARI. Jadi Berbekal Agama, Hidup Aman Rukun dan Indah. Menurutnya
yang mana tema yang diangkat sejalan dengan visi Pemerintah Maluku yang mana
menunjukkan masyarakat Maluku yang aman,rukun religius, berkualitas Menurutnya,
setelah sukses laksanakan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke
1 di Magelang, Maluku ditunjuk sebagai tuan rumah PPMN ke 2 tahun 2016.
membahas tentang Publikasi PPMN ke 2, Infrastruktur, dan lokasi pelaksanaan
kegiatan PPMN ke 2.,dan dalam kepanitiaan ini menurut Musaad, semua unsur aparat
mulai dari TNI, Polri, pejabat sipil ikut berperan. Dirinya berharap dengan
dibukanya Ivent PPMN ke 2 di Maluku wisata Maluku dapat dijual di Indonesia
maupun di Manca Negara. Dalam pelaksanaan PPMN ke 2 ini menurut Musaad diangkat
Tema tentang BAHARI. Jadi Berbekal Agama, Hidup Aman Rukun dan Indah. Menurutnya
yang mana tema yang diangkat sejalan dengan visi Pemerintah Maluku yang mana
menunjukkan masyarakat Maluku yang aman,rukun religius, berkualitas Menurutnya,
setelah sukses laksanakan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke
1 di Magelang, Maluku ditunjuk sebagai tuan rumah PPMN ke 2 tahun 2016.
Menurutnya lokasi pelaksanaan PPMN ke 2 nantinya akan
dipusatkan di Pantai Liang Kabupaten Maluku Tengah pada tanggal 24 Mei-28 Mei
2016 yang akan dibuka oleh Menteri Agama RI, dan juga dihadiri oleh Ketua Kuarnas
Pusat, para Kakanwil Kemenag seluruh Indonesia, Kepala Bidang Madrasah seluruh
Indonesia. Dimana Ivent tersebut akan diwarnai Pelepasan 3000 anak Kura-kura ke
Laut yang dilakukan oleh Menteri Agama. Hal ini menurut Kakanwil menunjukkan
bahwa masyarakat Maluku cinta laut dengan demikian ingin membangun Maluku dari
laut. Pada pelaksanaan PPMN ke 2 ini, dapat juga dilakukan seminar Nasional dengan
tema mengembalikan Maluku ke poros Maritim. Fesal menyebutkan, dengan
tema tersebut dirinya berharap agar Masyarakat Maluku akan tahu betapa pentingnya
laut untuk membangun Maluku secara berkesinambungan. Ia menambahkan event ini
akan menjadi event terbesar pada bumi perkemahan pramuka Madrasah ke dua,
karena selama ini setiap perkemahan siswa berhadapan dengan Gunung, untuk tahun
ini selain berhadapan dengan gunung, siswa juga berhadapan dengan Pantai, Laut
dan Pulau-pulau. Selain itu siswa nantinya juga akan dibekali dengan muatan Multikultualisme, di mana akan ada lagu- lagu Maluku Tanah Pusaka dari Z. Lekatompessy,
dan pihaknya juga mengundang artis Maluku, Prili Latuconsina. Menjawan pertanyaan wartawan tentang anak kura-kura, Musaad mengatakan kalau
3000 anak Kura-kura tersebut sudah disiapkan dari kepala-kepala Madrasah yang
berada di pesisir pantai. Dengan dilepasnya 3000 anak penyu tersebut akan
memecahkan rekor dari Negara Thailand. ”Rekor tersebut yang terbanyak hanya
Thailand, sebanyak 1200 anak penyu, untuk nantinya akan dilepas 3000 oleh menteri
Agama,” ungkapnya. Pada event tersebut pihaknya juga akan memutar film
dokumenter tentang kekayaan sumber daya alam Maluku, agar seluruh masyarakat
bisa tahu Maluku mempunyai potensi sumber daya laut yang sangat dahsyat dan
bisa menjamin pembangunan Maluku secara berkelanjutan.(CN-01)
dipusatkan di Pantai Liang Kabupaten Maluku Tengah pada tanggal 24 Mei-28 Mei
2016 yang akan dibuka oleh Menteri Agama RI, dan juga dihadiri oleh Ketua Kuarnas
Pusat, para Kakanwil Kemenag seluruh Indonesia, Kepala Bidang Madrasah seluruh
Indonesia. Dimana Ivent tersebut akan diwarnai Pelepasan 3000 anak Kura-kura ke
Laut yang dilakukan oleh Menteri Agama. Hal ini menurut Kakanwil menunjukkan
bahwa masyarakat Maluku cinta laut dengan demikian ingin membangun Maluku dari
laut. Pada pelaksanaan PPMN ke 2 ini, dapat juga dilakukan seminar Nasional dengan
tema mengembalikan Maluku ke poros Maritim. Fesal menyebutkan, dengan
tema tersebut dirinya berharap agar Masyarakat Maluku akan tahu betapa pentingnya
laut untuk membangun Maluku secara berkesinambungan. Ia menambahkan event ini
akan menjadi event terbesar pada bumi perkemahan pramuka Madrasah ke dua,
karena selama ini setiap perkemahan siswa berhadapan dengan Gunung, untuk tahun
ini selain berhadapan dengan gunung, siswa juga berhadapan dengan Pantai, Laut
dan Pulau-pulau. Selain itu siswa nantinya juga akan dibekali dengan muatan Multikultualisme, di mana akan ada lagu- lagu Maluku Tanah Pusaka dari Z. Lekatompessy,
dan pihaknya juga mengundang artis Maluku, Prili Latuconsina. Menjawan pertanyaan wartawan tentang anak kura-kura, Musaad mengatakan kalau
3000 anak Kura-kura tersebut sudah disiapkan dari kepala-kepala Madrasah yang
berada di pesisir pantai. Dengan dilepasnya 3000 anak penyu tersebut akan
memecahkan rekor dari Negara Thailand. ”Rekor tersebut yang terbanyak hanya
Thailand, sebanyak 1200 anak penyu, untuk nantinya akan dilepas 3000 oleh menteri
Agama,” ungkapnya. Pada event tersebut pihaknya juga akan memutar film
dokumenter tentang kekayaan sumber daya alam Maluku, agar seluruh masyarakat
bisa tahu Maluku mempunyai potensi sumber daya laut yang sangat dahsyat dan
bisa menjamin pembangunan Maluku secara berkelanjutan.(CN-01)

