AMBON, cahayanusantara12.com
Memasuki bulan Suci Ramadhan ada
tiga dimensi yang diperhadapkan umat Muslim, yang mana pada
dimensi spiritualitas umat muslim diasah dan
ditempa. Demikian penegasan Kepala
Kantor Wilayah Kementrian Agama provinsi Maluku, Fesal Musaad S.Pd. M.Pd dalam sambutannya pada
pelaksanaan buka Puasa Bersama
lingkup Kanwil Agama Provinsi Maluku Selasa (21/6) di Aula.
tiga dimensi yang diperhadapkan umat Muslim, yang mana pada
dimensi spiritualitas umat muslim diasah dan
ditempa. Demikian penegasan Kepala
Kantor Wilayah Kementrian Agama provinsi Maluku, Fesal Musaad S.Pd. M.Pd dalam sambutannya pada
pelaksanaan buka Puasa Bersama
lingkup Kanwil Agama Provinsi Maluku Selasa (21/6) di Aula.
Menurutnya di Bulan Suci ini Umat Muslim
diperhadapkan untuk memperbanyak melaksanakan ibadah puasa , dan memperbanyak
Tadarus atau mendekatkan
diri dengan kitab suci yang di turunkan ALLAH. Selain itu ada pula Dimensi Solidaritas inkra antar
umat beragama, yang berarti
solidaritas antar umat muslim dan muslim, yang artinya sebelum bulan suci pernah terjadi bentrokan dan pada
saat bulan suci masih terjadi
bentrokan maka percuma melaksanakan ibadah puasa.
diperhadapkan untuk memperbanyak melaksanakan ibadah puasa , dan memperbanyak
Tadarus atau mendekatkan
diri dengan kitab suci yang di turunkan ALLAH. Selain itu ada pula Dimensi Solidaritas inkra antar
umat beragama, yang berarti
solidaritas antar umat muslim dan muslim, yang artinya sebelum bulan suci pernah terjadi bentrokan dan pada
saat bulan suci masih terjadi
bentrokan maka percuma melaksanakan ibadah puasa.
Ia menambahkan kalau dengan berpuasa menahan
lapar dan haus, kita akan teringat bagaiamana fakir miskin
menahan lapar dan haus, dengan demikian
rasa dermawan akan lebih meningkat, sebab menurutnya saat ini banyak sekali orang ingin dihormati tetapi tidak mau
menghormati. Untuk itu di bulan
puasa ini semua amarah, rasa angkuh, kesombongan semuanya harus dihilangkan, maka dengan adanya dimensi
solidaritas ini semua umat
diharapkan untuk dapat saling menghormati agar bisa mendapat
penghormatan.
lapar dan haus, kita akan teringat bagaiamana fakir miskin
menahan lapar dan haus, dengan demikian
rasa dermawan akan lebih meningkat, sebab menurutnya saat ini banyak sekali orang ingin dihormati tetapi tidak mau
menghormati. Untuk itu di bulan
puasa ini semua amarah, rasa angkuh, kesombongan semuanya harus dihilangkan, maka dengan adanya dimensi
solidaritas ini semua umat
diharapkan untuk dapat saling menghormati agar bisa mendapat
penghormatan.
Untuk dimensi yang ketiga adalah tentang misi Al
Quran, menurut Musaad bagaimana umat muslim diharapkan menjadi spiritas yang
berfirman kepada kitab-kitab yang diturunkan
Alah kepada nabi Muhamad Dengan
pelaksanaan buka puasa bersama Musaad mengharapkan agar silaturahmi bisa terbangun dengan lebih baik di
kalangan lingkungan Kanwil Agama
Provinsi Maluku.(CN-01)
Quran, menurut Musaad bagaimana umat muslim diharapkan menjadi spiritas yang
berfirman kepada kitab-kitab yang diturunkan
Alah kepada nabi Muhamad Dengan
pelaksanaan buka puasa bersama Musaad mengharapkan agar silaturahmi bisa terbangun dengan lebih baik di
kalangan lingkungan Kanwil Agama
Provinsi Maluku.(CN-01)
