Ambon, Cahayanusantara12.com
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama
(Kemenag) Provinsi Maluku Fesal Musaad minta agar melalui agama Budha
ditanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda bangsa di wilayah
Maluku. Demikian antara lain penegasan Kakanwil dalam sambutannya saat membuka kegiatan
Pembinaan Pengelola Sekolah Minggu Buddha(SMB) dan Pembinaan Mental Siswa yang
diselenggarakan oleh Pembimas Buddha di Hotel Golden Palace, Jumat, 4/3. Dikatakan,
mengingat peran guru sangat strategis dalam membentengi generasi muda untuk
menangkal faham yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa. Menurutnya
dewasa ini banyak sekali faham-faham radikalisme yang masuk dan menyerap
mempengaruhi anak-anak muda, sebab menurut mereka anak-anak muda merupakan
sasaran empuk menanamkan faham-faham radikalisme, sebab usia muda menurut
Musaad adalah usia yang rawan dimana secara psikologis anaka-anak belum mampu
dan dari sisi pendalaman agama mereka belum paham agama makanya dirinya
berharap melalui guru Agama Buddha ditanamkan nilai-nilai kebangsaan kepadaanak
muda. Bahkan lewat SMB dapat menanamkan nilai kebangsaan untuk menangkal
radikalisme yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa.
(Kemenag) Provinsi Maluku Fesal Musaad minta agar melalui agama Budha
ditanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda bangsa di wilayah
Maluku. Demikian antara lain penegasan Kakanwil dalam sambutannya saat membuka kegiatan
Pembinaan Pengelola Sekolah Minggu Buddha(SMB) dan Pembinaan Mental Siswa yang
diselenggarakan oleh Pembimas Buddha di Hotel Golden Palace, Jumat, 4/3. Dikatakan,
mengingat peran guru sangat strategis dalam membentengi generasi muda untuk
menangkal faham yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa. Menurutnya
dewasa ini banyak sekali faham-faham radikalisme yang masuk dan menyerap
mempengaruhi anak-anak muda, sebab menurut mereka anak-anak muda merupakan
sasaran empuk menanamkan faham-faham radikalisme, sebab usia muda menurut
Musaad adalah usia yang rawan dimana secara psikologis anaka-anak belum mampu
dan dari sisi pendalaman agama mereka belum paham agama makanya dirinya
berharap melalui guru Agama Buddha ditanamkan nilai-nilai kebangsaan kepadaanak
muda. Bahkan lewat SMB dapat menanamkan nilai kebangsaan untuk menangkal
radikalisme yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa.
Menurutnya yang dimaksudkan dengan faham radikalisme
adalah faham kebencian terhadap simbul-simbul agama tertentu. Oleh sebab itu
Musaad berharap dengan kehadiran dan penguatan SMB menjadi agen deradikalisasi
agama untuk menangkal faham yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa. Sementara
itu dalam laporannya, Pembimas Buddha, Naryoto, S.Pd, M.Pd.B, M.Hum
antara lain menjelaskan tentang dasar dan tujuan dilaksanakannya Pembinaan SMB
dan Pembinaan Mental Siswa Agama Budha. Dikatakan tujuan dari pembinaan SMB
adalah selain untuk menguatkan peran Lembaga Pendidikan keagamaan Buddha,
untuk men meningkatkan kompetensi para pengelola SMB terkait tugas dan
fungsinya dalam mengelola SMB.
adalah faham kebencian terhadap simbul-simbul agama tertentu. Oleh sebab itu
Musaad berharap dengan kehadiran dan penguatan SMB menjadi agen deradikalisasi
agama untuk menangkal faham yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa. Sementara
itu dalam laporannya, Pembimas Buddha, Naryoto, S.Pd, M.Pd.B, M.Hum
antara lain menjelaskan tentang dasar dan tujuan dilaksanakannya Pembinaan SMB
dan Pembinaan Mental Siswa Agama Budha. Dikatakan tujuan dari pembinaan SMB
adalah selain untuk menguatkan peran Lembaga Pendidikan keagamaan Buddha,
untuk men meningkatkan kompetensi para pengelola SMB terkait tugas dan
fungsinya dalam mengelola SMB.
Selain itu Pembinaan juga bertujuan untuk
meningkatkan Saddha dan Bhakti pata pengelola SMB kepada Buddha Dhamma dan
Sangha disamping juga untuk membentuk kesatuan bahasa dalam pola pikir
serta kesatuan langkah dalam pelaksanaan tugas sebagai pengelola SMB. Sedangkan
sasaran dari kegiatan adalah para pengelola atau pengurus SMB dan para
siswa yang ada di provinsi Maluku.yang melibatkan peserta sebanyak 20
orang.(CN-01)
meningkatkan Saddha dan Bhakti pata pengelola SMB kepada Buddha Dhamma dan
Sangha disamping juga untuk membentuk kesatuan bahasa dalam pola pikir
serta kesatuan langkah dalam pelaksanaan tugas sebagai pengelola SMB. Sedangkan
sasaran dari kegiatan adalah para pengelola atau pengurus SMB dan para
siswa yang ada di provinsi Maluku.yang melibatkan peserta sebanyak 20
orang.(CN-01)
