Ambon, Cahayanusantara12.com
Tokoh masyarakat Sanger Talaud di Ambon, Leo
Totoda mengatakan acara
Tulude bagi masyarakat Sanger/Talaud itu merupakan
sebuah kewajiban
untuk
melakukannya.
Demikian antara lain
penegasan Totoda kepada wartawan di Natsepa
Ambon, Sabtu pekan lalu disaat mengikuti kegiatan
Tulude bersama
warga Sangir. Sitaro dan Talaud (SANSITAL) Ambon. Dikatakan,
lepas sebagai warga SANSITAL akan
tetapi warga Sansital juga sebagai umat
percaya dan sebagai umat manusia ciptaan Tuhan wajib mengucapkan
syukur dan berterima kasih kepada sang Pencipta
bahwa Sang Pencipta
telah
melindungi dirinya dan memberkati dia dan keluarganya selama
tahun 2015, tetapi lebih dari itu sebagai warga
SANSITAL wajib dan
merupakan
kewajiban untuk mengucapkan syukur dan terima kasih dalam
bentuk Tulude. Menurutnya sangat kebetulan warga
SANSITAL di Ambon
memilih tanggal
6 Januari untuk mengucapkan syukur dan terima kasih
atas perlindungan Tuhan di tahun 2015. Hal ini
menurutnya memberi
gambaran bahwa
orang Sansital yang berada di perantauan khususnya yang
ada di Ambon
tidak pernah melupakan cinta kasih Tuhan terhadap umatnya, bahkan tidak membedakan dia beragama muslim,
atau kristen
akan tetapi semua
wajib untuk mensyukuri semua berkat yang Tuhan telah
berikan di tahun 2015 untuk mempersiapkan warga
Sansital masuk ke
tahun 2016.
Pelaksanaan Tulude di rantau khususnya di kota Ambon di
mata Totoda merupakan sebuah budaya yang
memperlihatkan keragaman
budaya di
Nusantara yang patut dipertahankan dan dipelihara dan harus 
terus
diwariskan kepada anak-anak negeri selaku anak-anak Sansital,
walaupun berada di perantauan.(CN-01)




By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *