Ambon,
Cahayanusantara12.com
Cahayanusantara12.com
Ketua DPD Walubi Provinsi Maluku, J. Jewarissa mengatakan
sesungguhnya tahun baru Imlek yang ke-2567 ini tidak hanya bermakna bagi
masyarakat Maluku tetapi maknanya
bagi masyarakat Internasional, karena hal ini mengkait dengan realita dan aktivitas dan di dalam rotasi
perputaran bumi. Demikian antara lain penegasan Jewarissa kepada
wartawan di Ambon seusai merayakan
Imlek tahun 2016 di gedung Oikumene Ambon, Minggu, 7/2. Dikatakan, makna Imlek tahun 2016 dimaknai
teristimewa warga petani dan
nelayan karena sesungguhnya rotasi bumi menyatakan bahwa tahun baru imlek ditandai dengan penanggalan 1 bulan 1
luna sesuai dengan posisi geografi
bumi pada poros yang benar. Oleh karena itu menurut Jewarissa sebagai orang yang berkeyakinan
harus menyatakan sukacita dan
menyambut gembira tahun baru imlek dengan satu harapan bahwa tahun monyet api ini akan lebih baik daripada
tahun-tahun sebelumnya. Dalam
peranaan Imlek tahun 2016 yang dipusatkan di Baeleo Oikumene Ambon, Gubernur Maluku berkenan memberikan
sambutannya yang dibacakan oleh
Staf Ahli bidang Pembangunan, Lutfi Rumbia dan dihadiri oleh Pangdam XVI Pattimura dan Kapolda Maluku, Ketua
MUI Maluku, Ketua Sinode GPM dan
Uskup Diosis Amboina yang diwakili oleh Sekretaris Uskup Amboina, Pastor Cos Fatlolon, Pr. Semaraknya
malam Imlek menjadi lebih lengkap
manakala sejumlah atraksi bernuansa Tionghoa digelar, termasuk Barongsai yang menjadi kebanggaan
warga Tinghoa yang telah merak`yat di Maluku dan kota Ambon.(CN-01)
sesungguhnya tahun baru Imlek yang ke-2567 ini tidak hanya bermakna bagi
masyarakat Maluku tetapi maknanya
bagi masyarakat Internasional, karena hal ini mengkait dengan realita dan aktivitas dan di dalam rotasi
perputaran bumi. Demikian antara lain penegasan Jewarissa kepada
wartawan di Ambon seusai merayakan
Imlek tahun 2016 di gedung Oikumene Ambon, Minggu, 7/2. Dikatakan, makna Imlek tahun 2016 dimaknai
teristimewa warga petani dan
nelayan karena sesungguhnya rotasi bumi menyatakan bahwa tahun baru imlek ditandai dengan penanggalan 1 bulan 1
luna sesuai dengan posisi geografi
bumi pada poros yang benar. Oleh karena itu menurut Jewarissa sebagai orang yang berkeyakinan
harus menyatakan sukacita dan
menyambut gembira tahun baru imlek dengan satu harapan bahwa tahun monyet api ini akan lebih baik daripada
tahun-tahun sebelumnya. Dalam
peranaan Imlek tahun 2016 yang dipusatkan di Baeleo Oikumene Ambon, Gubernur Maluku berkenan memberikan
sambutannya yang dibacakan oleh
Staf Ahli bidang Pembangunan, Lutfi Rumbia dan dihadiri oleh Pangdam XVI Pattimura dan Kapolda Maluku, Ketua
MUI Maluku, Ketua Sinode GPM dan
Uskup Diosis Amboina yang diwakili oleh Sekretaris Uskup Amboina, Pastor Cos Fatlolon, Pr. Semaraknya
malam Imlek menjadi lebih lengkap
manakala sejumlah atraksi bernuansa Tionghoa digelar, termasuk Barongsai yang menjadi kebanggaan
warga Tinghoa yang telah merak`yat di Maluku dan kota Ambon.(CN-01)
