Ambon
Cahayanusantara12.com

Kepala
Sekolah SMP Negeri 2,  Ambon, Drs. Hi. M. Lasiteni, M.Pd, kepada wartawan
menjelaskan kalau pelaksanaan Studi Tour Guru SMP Negeri 2 Ambon ke
Negara Malasya selama 6 hari pada Bulan Desember 22016 ada manfaatnya.
Menurut  Lasiteny  di ruang kerjanya Selasa (19/1) kalau pendidikan
disana berbeda dengan pendidikan di Indonesia. Dimana pendidikan untuk SMP di
sana hanya berjalan selama dua tahun, dan SMA hanya 2 tahun setengah, dengan
demikian menurut Lasitany pendidikan dasar SMP dan SMA hanya 4 Tahun setengah
di Malaisya. Walaupun hanya selama 4 tahun lebih bersekolah pada tingkatan SMP
dan SMA, tetapi jam bersekolah sangat ful yang dimana dimulai dari pagi sampai
dengan sore, berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, hanya enam jam. Selain
pendidikan ada pula perbedaan antara Indonesia dan Malasya, yaitu
perbedaan  lingkungan sekolah-sekolah .di Malasya dengan Indonesia
khususnya Maluku sangat berbeda, yang mana lingkungan di sana amat bagus dan
bersih. Hal ini disebabkan karena masyarakat di sana taat terhadap aturan
sehingga negaranya lebih baik dan lebih maju serta berkualitas.
Sementara
terkait dengan para guru di sana menurut Lasiteny  guru di negara Jiran
tersebut sangatlah disiplin, karena ditunjang dengan dasar gaji yang sangat
tinggi dengan pengalaman yang didapat tersebut, dirinya sangat berharap agar
apa yang didapat di sana bisa ditiru sesuai dengan kondisi di Ambon. Untuk itu
yang akan ditindaklanjuti nantinya sebagai Kepala Sekolah dirinya akan
meningkatkan mutu pendidikan yang akan dilatarbelakangi oleh disiplin Guru dan
sarana dan prasarana. Sedangkan untuk kebersihan menurutnya  tergantung pada para guru di
sekolah, yang mana tanpa di suruh harus sudah mengetahui kalau yang kotor harus
dibersihkan tanpa harus disuruh, bukan saja pekerjaan claning servis, dan semua
itu datang dari kesadaran masing-masing. (CN-01)




By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *