Ambon, Cahayanusantara12.com
Di bawah sorotan tema, kabup“Natal Kristus Mewujudkan Pengharapan Dalam
Hidup Saling Berbagi Warga dan
Persekutuan Pelajar Keturunan Nusiata”aten MBD yang berdomisili di kota Ambon dan sekitarnya
menyelenggarakan Natal Kristus dalam
suasana sederhana namun meriah di Rumah Keluarga Tetelepta Gudang Arang, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Minggu malam,
13/12. Acara
malam Natal yang dihadiri oleh seluruh keluarga Nusiata dan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Keturunan Nusiata itu secara
keseluruhan dipandu oleh duet Kolelupun
bersaudara, Nn. Grace Kolelupun, Mahasiswa Fakultas
MIPA Unpatti Ambon dan Eda Kolelupun alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unpatti Ambon.
Hidup Saling Berbagi Warga dan
Persekutuan Pelajar Keturunan Nusiata”aten MBD yang berdomisili di kota Ambon dan sekitarnya
menyelenggarakan Natal Kristus dalam
suasana sederhana namun meriah di Rumah Keluarga Tetelepta Gudang Arang, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Minggu malam,
13/12. Acara
malam Natal yang dihadiri oleh seluruh keluarga Nusiata dan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Keturunan Nusiata itu secara
keseluruhan dipandu oleh duet Kolelupun
bersaudara, Nn. Grace Kolelupun, Mahasiswa Fakultas
MIPA Unpatti Ambon dan Eda Kolelupun alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unpatti Ambon.
Dalam refleksi Natal yang disampaikan oleh
Simon Rumahlewang menganalogkan
Yesus yang datang ke dunia bagaikan orang yang sedang merantau untuk melaksanakan karya penyelamatan, dan
sama dengan Tuhan yang sedang merantau,
warga dalam persekutuan Keturunan Nusiata juga sedang merantau. “Mereka ada di Ambon untuk mencaritau perkembangan
dunia ini untuk nantinya menyelamatkan
umat manusia dalam knteks pembangunan”,
kata Rumahlewang sambil menambahkan para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam persekutuan Keturunan
Nusiata yang ada di Ambon ketika merantau
dan memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan akan kembali dan membangun Kabupaten MBD, tanpa terkecuali pembangunan di
kota Ambon atau dimana tempat mereka
berdomisili.
Simon Rumahlewang menganalogkan
Yesus yang datang ke dunia bagaikan orang yang sedang merantau untuk melaksanakan karya penyelamatan, dan
sama dengan Tuhan yang sedang merantau,
warga dalam persekutuan Keturunan Nusiata juga sedang merantau. “Mereka ada di Ambon untuk mencaritau perkembangan
dunia ini untuk nantinya menyelamatkan
umat manusia dalam knteks pembangunan”,
kata Rumahlewang sambil menambahkan para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam persekutuan Keturunan
Nusiata yang ada di Ambon ketika merantau
dan memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan akan kembali dan membangun Kabupaten MBD, tanpa terkecuali pembangunan di
kota Ambon atau dimana tempat mereka
berdomisili.
Sementara itu Pelindung Organisasi,
Jhon Kolelupun dalam pesan dan kesan Natalnya bertolak dari motonya yakni bersama kita maju menghadapi tantangan dan bersama Tuhan kita Sukses,
Kolelupun selanjutnya berharap organisasi
jangan dilihat sebagai organisasi negeri
Nusiata semata tapi lebih dari itu organisasi dibentuk berdasarkan keturunan, itu berarti semua berasal dari
Nusiata dan kemudian berkiprah keluar
untuk mengembangkan diri terutama sebagai
pelajar dan mahasiswa lalu membangun negeri dan
juga membangun nusa dan bangsa.
Jhon Kolelupun dalam pesan dan kesan Natalnya bertolak dari motonya yakni bersama kita maju menghadapi tantangan dan bersama Tuhan kita Sukses,
Kolelupun selanjutnya berharap organisasi
jangan dilihat sebagai organisasi negeri
Nusiata semata tapi lebih dari itu organisasi dibentuk berdasarkan keturunan, itu berarti semua berasal dari
Nusiata dan kemudian berkiprah keluar
untuk mengembangkan diri terutama sebagai
pelajar dan mahasiswa lalu membangun negeri dan
juga membangun nusa dan bangsa.
Selain Pelindung turut memberikan pesan Natal
dalam kegiatan natal Keturunan
Nusiata itu, Sesepuh atau orangtua dari desa Nusiata yang serentak menjadi tuan rumah pelaksanaan malam Natal,
Ny. Venny Orno/Tetelepta, menngacu
pada tema Natal Persekutuan Pelajar Keturunan
Nusiata ini yang bertemakan “Natal Kristus Mewujudkan Pengharapan Dalam Hidup Saling Berbagi” maka sebagai
orangtua mempunyai peranan penting dalam mendidik dan mengarahkan
anak-anak teristimewa pelajar Nusiata di
mana dalam mengikuti pendidikan di kota Ambon
jauh dari orangtua sehingga orangtua yang ada di kota Ambon memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama
untuk melihat masa depan dari pelajar dan
mahasiswa Nusiata di Ambon untuk bisa berjuang dan meniti pendidikan dan selanjutnya meraih suatu
keberhasilan. Khusus dalam merayakan
peristiwa Natal Kristus ini agar mereka bisa merajut suatu kebersamaan gunba mewujudkan hidup saling
berbagi. Menurut Ny. Venny berbagi dalam
tema Natal ini menuntut para siswa dan mahasiswa untuk saling menopang dan
saling menasihati antara satu dengan yang
lainnya dan menopang juga perjuangan orangtua dalam memikul tanggung jawab di tanah rantau.
dalam kegiatan natal Keturunan
Nusiata itu, Sesepuh atau orangtua dari desa Nusiata yang serentak menjadi tuan rumah pelaksanaan malam Natal,
Ny. Venny Orno/Tetelepta, menngacu
pada tema Natal Persekutuan Pelajar Keturunan
Nusiata ini yang bertemakan “Natal Kristus Mewujudkan Pengharapan Dalam Hidup Saling Berbagi” maka sebagai
orangtua mempunyai peranan penting dalam mendidik dan mengarahkan
anak-anak teristimewa pelajar Nusiata di
mana dalam mengikuti pendidikan di kota Ambon
jauh dari orangtua sehingga orangtua yang ada di kota Ambon memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama
untuk melihat masa depan dari pelajar dan
mahasiswa Nusiata di Ambon untuk bisa berjuang dan meniti pendidikan dan selanjutnya meraih suatu
keberhasilan. Khusus dalam merayakan
peristiwa Natal Kristus ini agar mereka bisa merajut suatu kebersamaan gunba mewujudkan hidup saling
berbagi. Menurut Ny. Venny berbagi dalam
tema Natal ini menuntut para siswa dan mahasiswa untuk saling menopang dan
saling menasihati antara satu dengan yang
lainnya dan menopang juga perjuangan orangtua dalam memikul tanggung jawab di tanah rantau.
Sementara itu Ketua Panitia malam Natal, Wems
Watrimny dalam laporannya
menyebutkan tujuan dari penyelenggaraan malam natal adalah selain merayakan kenangan syukur Natal Kristus, Natal
juga menjadi sarana untuk saling
berhimpun dan bertemu di antara mahasiswa dan pelajar Keturunan Nusiata dan warga Nusiata yang berdomisili di kota
Ambon dan sekitarnya. Pantauan media menyebutkan suasana Natal yang
berlangsung sejak sore hari ini
berlangsung sederhana tetapi penuh hikmat karena hampir seluruh pelajar dan mahasiswa secara aktif menampilkan
suguhan seni dan puisi tentang natal yang
mengharukan dan meskipun persekutuan ini barusan berdiri 29 hari jelang perayaan natal bersama itu tetapi terkesan disiapkan dengan baik. (CN-03)
Watrimny dalam laporannya
menyebutkan tujuan dari penyelenggaraan malam natal adalah selain merayakan kenangan syukur Natal Kristus, Natal
juga menjadi sarana untuk saling
berhimpun dan bertemu di antara mahasiswa dan pelajar Keturunan Nusiata dan warga Nusiata yang berdomisili di kota
Ambon dan sekitarnya. Pantauan media menyebutkan suasana Natal yang
berlangsung sejak sore hari ini
berlangsung sederhana tetapi penuh hikmat karena hampir seluruh pelajar dan mahasiswa secara aktif menampilkan
suguhan seni dan puisi tentang natal yang
mengharukan dan meskipun persekutuan ini barusan berdiri 29 hari jelang perayaan natal bersama itu tetapi terkesan disiapkan dengan baik. (CN-03)

