Ambon, Cahayanusantara12.com

Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff dalam sambutan
tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Maluku, Roy Halatu
mengatakan,selaku pimpinan daerah memberikan apresiasi dan menyambut gembira
sumbangsih nyata yang diberikan oleh STAKPN Ambon kepada daerah Maluku, dengan melahirkan
sejumlah lulusan Sarjana dan Pasca Sarjana sebagai generasi muda dengan
kapasitas keilmuan yang sangat berguna dalam pengabdian mereka untuk nusa,
bangsa dan negara serta masyarakat Maluku. Dikatakan, setiap momentum wisuda harus
dipandang dalam perspektif yang lebih umum dan konperehensif. Hal itu
dimaksudkan, wisuda yang dilaksanakan STAKPN Ambon harus dimaknai tolok ukur
pencapaian prestasi  akademik para mahasiswa yang selama kurun waktu
tertentu ditempa dengan sejumlah muatan strategis, sistem pelajaran 
 serta didukung oleh sarana prasara dan lain-lain sebagainya. Dengan
demikian wisuda tidak hanya menjadi suatu seremoni institusi perguruan tinggi belaka,
tetapi harus dimaknai lebih jauh sebagai langkah evaluasi dalam rangka
pembenahan sistem manajemen pendidikan tinggi di Maluku secara spesial,
berkelanjutan dan aktual. “Jadi penciptaan SDM ilmiah yang berkualitas”. Kata
Gubernur seraya menambahkan hal ini berarti STAKPN selaku Lembaga Perguruan
Tinggi mesti dapat melakukan evaluasi dan asestment internal tentang seberapa jauh
mutu akademik yang telah dicapai sekaligus menyusun langkah pembenahannya.
Menurutnya semua Perguruan Tinggi wajib untuk mengembangkan karakter ilmiahnya
yang spesifik serta membentuk habitus intelektual warganya agar menjadi
komunitas ilmiah yang bukan hanya berpengetahuan secara akademik  tetapi
juga secara praksis dan relasi dengan masyarakat. Selanjutnya menurut Assagaff,
sebagai perguruan tinggi yang memiliki karakteristik teologis, STAKPN Ambon
mesti mengembangkan karakter ilmiahnya yaitu untuk melengkapi lulusan dengan
wawasan dan pola ilmiah terstruktur dan bersiklus teologis kristiani, dimana ilmplikasinya
menurut gubernur ialah melakukan interaksi dan kontraksi dengan masyarakat
dengan berbekal ilmu yang dimiliki maka pendekatan keimanan dan ajaran
kristiani cenderung dikedepankan. Lebih dari itu kata Gubernur, lulusan STAKPN
Ambon harus memiliki kerangka berpikir dan berperilaku yang lebih dimatangkan
spiritualitas atas dasar kebenaran firman Tuhan. Danmenurutnya kesadaran
teologis inilah yang harus tetap dijaga dan menjadi kekuatan dalam diri setiap
lulusan STAKPN Ambon. Untuk itu Gubernur berharap lulusan STAKPN Ambon bias menjadi
penegak lingkungan tempat bekerja dimana kebenaran dan kejujuran hati yang
takut akan Tuhan harus menjadi landasan spiritual yang kokoh dalam melaksanakan
seluruh tugas dan pekerjaan yang diberikan.(CN-06)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *