Ambon, Cahayanusantara12.com
Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN)
Ambon Selasa, 8 Desember 2015 kembali mewisudakan 229 Sarjana baru dalam
berbagai program studi di lingkungan STAKPN Ambon, 8 di antaranya berasal dari program
studi Magister dan 221 lainnya lulusan Sarjana Satu (S1). Ketua STAKPN Ambon,
Dr. A. Ch. Kakiay, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, lulusan yang diwisudakan
merupakan wujud dari pertanggungjawaban STAKPN Ambon atas tugas yang diemban
sebagai penyedia layanan pendidikan, khususnya khususnya di tingkat Perguruan Tinggi.
Karena itu dirinya mengucapkan selamat kepada wisudawan, orang tua, wali dan
para dosen dan penata pendidikan di lingkungan STAKPN Ambon yang selama ini
melayani para mahasiswa. Dan secara khusus dirinya mengucapkan selamat kepada 11
wisudawan yang lulus dengan predikat sempurna atau qum laud.di tingkat Sarjana
satu (S1) dan Tiga (3) orang di program Pasca Sarjana atau Magister.
Ambon Selasa, 8 Desember 2015 kembali mewisudakan 229 Sarjana baru dalam
berbagai program studi di lingkungan STAKPN Ambon, 8 di antaranya berasal dari program
studi Magister dan 221 lainnya lulusan Sarjana Satu (S1). Ketua STAKPN Ambon,
Dr. A. Ch. Kakiay, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, lulusan yang diwisudakan
merupakan wujud dari pertanggungjawaban STAKPN Ambon atas tugas yang diemban
sebagai penyedia layanan pendidikan, khususnya khususnya di tingkat Perguruan Tinggi.
Karena itu dirinya mengucapkan selamat kepada wisudawan, orang tua, wali dan
para dosen dan penata pendidikan di lingkungan STAKPN Ambon yang selama ini
melayani para mahasiswa. Dan secara khusus dirinya mengucapkan selamat kepada 11
wisudawan yang lulus dengan predikat sempurna atau qum laud.di tingkat Sarjana
satu (S1) dan Tiga (3) orang di program Pasca Sarjana atau Magister.
Selanjutnya Kakiay mengingatkan para wisudawan agar tidak
menjadikan penguasaan IPTEK sebagai belenggu intelektual yang justru akan menghambat
kemajuan wisudawan sendiri. Menurutnya wisudawan telah selesai belajar di
STAKPN Ambon pada etape tertentu namun selenajutnya universitas kehidupan yakni
dunia nyata tetap terbuka dan mempersilahkan wisudawan masuk ke dalamnya dan ke
sanalah, kata Kakiay, wisudawan dapat mengabdikan pengetahuan, dan mendedikasikan
diri dan pawer wisudawan untuk masyarakat. Menurutnya, ketika wisudawan masuk
dalam dunia nyata di masyarakat, wisudawan diharuskan bertemu dengan mitra-mitra,
dengan kolega-kolega dari berbagai bidang ilmu yang berbeda karena itu keterbukaan
atas berbagai perbedaan menjadi sikap yang penting. Karena dengan bersikap terbuka,
wisudawan dapat mempelajari permasalahan di dunia nyata melalui beragam
perspektif, karena permasalahan di dunia nyata pada umumnya bersifat holistik
atau multi dimensional, dimana memahami sebuah permasalahan dengan hanya hanya
menggunakan satu lensa IPTEK tertentu saja tidak akan memberikan hasil yang
utuh. Lebih dari, kata Kakiay dengan predikat sarjana yang melekat pada diri
wisudawan juga memiliki tanggung jawab agensi sosial yang mengharuskan para
sarjana untuk merespons setiap permasalahan sosial yang ada di sekitar para
sarjana atas dasar kepedulian sosial. Sementara itu dari 229 Wisudawan terdapat
14 wisudawan terbaik dengan meraih predikat qum laud masing-masing dari program
studi magister Music Gerejawi sebanyak 3 orang, Sarjana Satu (S1)
sebanyak 11 orang.
menjadikan penguasaan IPTEK sebagai belenggu intelektual yang justru akan menghambat
kemajuan wisudawan sendiri. Menurutnya wisudawan telah selesai belajar di
STAKPN Ambon pada etape tertentu namun selenajutnya universitas kehidupan yakni
dunia nyata tetap terbuka dan mempersilahkan wisudawan masuk ke dalamnya dan ke
sanalah, kata Kakiay, wisudawan dapat mengabdikan pengetahuan, dan mendedikasikan
diri dan pawer wisudawan untuk masyarakat. Menurutnya, ketika wisudawan masuk
dalam dunia nyata di masyarakat, wisudawan diharuskan bertemu dengan mitra-mitra,
dengan kolega-kolega dari berbagai bidang ilmu yang berbeda karena itu keterbukaan
atas berbagai perbedaan menjadi sikap yang penting. Karena dengan bersikap terbuka,
wisudawan dapat mempelajari permasalahan di dunia nyata melalui beragam
perspektif, karena permasalahan di dunia nyata pada umumnya bersifat holistik
atau multi dimensional, dimana memahami sebuah permasalahan dengan hanya hanya
menggunakan satu lensa IPTEK tertentu saja tidak akan memberikan hasil yang
utuh. Lebih dari, kata Kakiay dengan predikat sarjana yang melekat pada diri
wisudawan juga memiliki tanggung jawab agensi sosial yang mengharuskan para
sarjana untuk merespons setiap permasalahan sosial yang ada di sekitar para
sarjana atas dasar kepedulian sosial. Sementara itu dari 229 Wisudawan terdapat
14 wisudawan terbaik dengan meraih predikat qum laud masing-masing dari program
studi magister Music Gerejawi sebanyak 3 orang, Sarjana Satu (S1)
sebanyak 11 orang.
Sementara itu Ketua Senat STAKPN Ambon, Dr. Agustinus Gaspers, M.Sm, sesusai
memimpin upacara Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana dan Pasca
Sarjana STAKPN Ambon mengatakan, selaku Ketua Senat berterima kasih karena
proses akademik di STAKPN Ambon berjalan lancar, termasuk di dalamnya kegiatan
Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana yang berlangsung Selasa, 8 Desember 2015. Menyoal
tentang fungsi Ketua Senat yang semula melekat dengan jabatan Ketua STAKPN,
Gaspers mengatakan sesuai regulasi yang baru maka sejak bulan September 2015
jabatan itu telah dipisahkan sehingga bidang Akademiklah yang berfungsi sebagai
Ketua Senat dan salah satu tugas ialah memimpin Rapat Senat terbuka dalam
rangka wisuda Sarjana. Ia mengaku fungsi ini baru pertama dilaksanakan seiring
dengan pemilihan dirinya menjadi Ketua Senat September lalu.(CN-06)
memimpin upacara Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana dan Pasca
Sarjana STAKPN Ambon mengatakan, selaku Ketua Senat berterima kasih karena
proses akademik di STAKPN Ambon berjalan lancar, termasuk di dalamnya kegiatan
Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana yang berlangsung Selasa, 8 Desember 2015. Menyoal
tentang fungsi Ketua Senat yang semula melekat dengan jabatan Ketua STAKPN,
Gaspers mengatakan sesuai regulasi yang baru maka sejak bulan September 2015
jabatan itu telah dipisahkan sehingga bidang Akademiklah yang berfungsi sebagai
Ketua Senat dan salah satu tugas ialah memimpin Rapat Senat terbuka dalam
rangka wisuda Sarjana. Ia mengaku fungsi ini baru pertama dilaksanakan seiring
dengan pemilihan dirinya menjadi Ketua Senat September lalu.(CN-06)

