Ambon,Cahaya Nusantara
Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo, Selasa (6/10) bertempat di Lapangan Stadion Mandala RemajaKarang Panjang Ambon secara resmi membuka
pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XI dengan penekanan sirine. Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo menegaskan
Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat
nasional XI yang digelar di Kota Ambon, 2-12
Oktober, merupakan sebuah pesta untuk membawa kabar damai bagi bangsa Indonesia. menurutnya
kehadiran para peserta dari 34 provinsi yang saya dengan jumlah lebih dari 7.000 orang tidak hanya untuk
bernyanyi pada Pesparawi, tetapi kehadirannya
adalah untuk pesta yang membawa kabar damai,
kabar persaudaraan serat kabar damai untuk Indonesia “Pesparawi ini menjadi momentum untuk menegaskan
kembali seruan bersama kepada seluruh
anak bangsa bahwa hidup kita harus berbuah, hidup kita harus seperti pohon yang berbuah dan berbiji,” katanya
dalam perumpamaan tersebut Buah yang dimaksudkan Presiden adalah untuk selalu mengingat jati diri sebagai bangsa yang
berbhineka Tunggal Ika, yang mana dalam
nuansa Bhineka Tunggal Ika, Joko Widodo, mengingatkan semua orang bahwa kita semua bersaudara dan lahir dari
ibu Pertiwi yakni bangsa Indonesia.
Dirinya juga menyatakan kegembiraannya bahwa sebagian besar peserta tinggal di rumah rumah penduduk Ambon yang berbeda
agama, di mana dianggapnya sebagai contoh
konkret aplikasi Tema pesparawi 2015 yakni “Sungguh
Alangkah Baik dan Indahnya Hidup Dalam Persaudaraan Yang Rukun”.
“Inilah contoh secara langsung kerukunan beragama, contoh hidup
dari tema Pesparawi tahun ini. Saya
percaya bahwa dalam keragaman sebagai bangsa,
suku, agama, budaya melekat nilai-nilai saling menghargai dan menghormati,”ucap Jokowi. Ia menambahkan kalau keragaman, tandas Presiden,
ada nilai-nilai persatuan dan
persaudaraan dan disitulah letak makna sesungguhnya dari semboyan Bhineka Tunggal Ika,””Bhineka Tunggal
Ika sama dengan paduan suara, ada suara
bas, tenor, alto, sopran. Walaupun berbeda tetapi saat bernyanyi dan dipadukan bersama maka tercipta
harmoni,”Ungkap Orang nomor satu di
Indonesia. Ditambahkan pula kalau
Keindahan, bukan karena bernyanyi dengan nada yang sama, tetapi harmoni tercipta dari keragaman, di mana ketika
keragaman dapat menjadi sebuah harmoni, maka disitulah
terletak kekuatan tanpa batas. Sementara itu dalam sambutannya Gubernur Maluku Ir
Said Assagaff mengatakan masyarakat Maluku
menyambut kehadiran Presiden RI Ir. Joko Widodo
bersama Ibu Negara Hj. Iriani Jokowi, peserta Pesparawi dan seluruh undangan yang hadir. Pelaksanaan
Pesparawi Nasional XI tahun 2015 di Ambon Maluku merupakan penghargaan dan kepercayaan Pemerintah Pusat kepada
masyarakat dan Pemerintah Provinsi Maluku.
Diharapkan, kita tidak terjebak dengan peristiwa
serimonial saja, tapi dapat menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai yang ada pada setiap pujian
yang dinyanyikan. Hal itu
menjadi sebuah media untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta momentum untuk menunjukan kepada dunia
bahwa Maluku bukan lagi daerah konflik atau
laboratorium konflik tetapi telah bertransformasi
menjadi laboratorium kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia.
dari tema Pesparawi tahun ini. Saya
percaya bahwa dalam keragaman sebagai bangsa,
suku, agama, budaya melekat nilai-nilai saling menghargai dan menghormati,”ucap Jokowi. Ia menambahkan kalau keragaman, tandas Presiden,
ada nilai-nilai persatuan dan
persaudaraan dan disitulah letak makna sesungguhnya dari semboyan Bhineka Tunggal Ika,””Bhineka Tunggal
Ika sama dengan paduan suara, ada suara
bas, tenor, alto, sopran. Walaupun berbeda tetapi saat bernyanyi dan dipadukan bersama maka tercipta
harmoni,”Ungkap Orang nomor satu di
Indonesia. Ditambahkan pula kalau
Keindahan, bukan karena bernyanyi dengan nada yang sama, tetapi harmoni tercipta dari keragaman, di mana ketika
keragaman dapat menjadi sebuah harmoni, maka disitulah
terletak kekuatan tanpa batas. Sementara itu dalam sambutannya Gubernur Maluku Ir
Said Assagaff mengatakan masyarakat Maluku
menyambut kehadiran Presiden RI Ir. Joko Widodo
bersama Ibu Negara Hj. Iriani Jokowi, peserta Pesparawi dan seluruh undangan yang hadir. Pelaksanaan
Pesparawi Nasional XI tahun 2015 di Ambon Maluku merupakan penghargaan dan kepercayaan Pemerintah Pusat kepada
masyarakat dan Pemerintah Provinsi Maluku.
Diharapkan, kita tidak terjebak dengan peristiwa
serimonial saja, tapi dapat menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai yang ada pada setiap pujian
yang dinyanyikan. Hal itu
menjadi sebuah media untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta momentum untuk menunjukan kepada dunia
bahwa Maluku bukan lagi daerah konflik atau
laboratorium konflik tetapi telah bertransformasi
menjadi laboratorium kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia.
Persaudaraan sudah menjadi habitus orang Maluku
wujudnya dapat dilihat pada model sosial
kultural masyarakat Maluku seperti budaya Pela Gandong, Larvul Ngabal, Ain ni Ain, Kalwedo, Kidabela, Tiga Batu Tunggu dan Family, dimana kebersamaan dan persaudaraan
sejati tercermin pada ungkapan Ale Rasa
Beta Rasa, Potong di kuku rasa di daging,
serta Sagu salempeng di bagi dua.
Acara Pesparawi bukan hanya milik umat Kristiani
tetapi juga milik semua umaat beragama di
Indonesia, dalam semangat kekerabatan orang basudara maka peserta Pesparawi dinginapkan di rumah-rumah komunitas
Kristen dan Muslim di Kota Ambon.
Lagu-lagu untaian puisi dan musik tradisi Maluku
selalu terbangun dalam semangat game-game
basudara artinya memanggil dengan penuh rindu kepada seluruh basudara di seluruh persada nusantara untuk mari datang
ke Ambon. Kami
menciptakan kerukunan dimeja makan, saling menasihati, terus
selalu terbangun dalam semangat game-game
basudara artinya memanggil dengan penuh rindu kepada seluruh basudara di seluruh persada nusantara untuk mari datang
ke Ambon. Kami
menciptakan kerukunan dimeja makan, saling menasihati, terus
berjanji untuk menopang harapan masa
depan,”katanya. (CN-3)
depan,”katanya. (CN-3)
