Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff mengatakan, Kalau hari ini, IAKO-INTIM Ambon melaksanakan
Syukuran Dies Natalis XXXIII yang dirangkaikan
dengan Wisuda Sarjana, dan juga Doa Syukur Pencanangan Teknologi Bubu, itu menandakan bahwa IAKO-INTIM Ambon
tetap berkomitmen dalam menata dan
mempersiapkan diri untuk turut serta membangun sumberdaya manusia yang berkualitas di Provinsi Maluku.
Demikian antara lain Sambutan tertulis Gubernur
Maluku yang dibacakan oleh Staf
Ahli Gubernur, Bakri Lumbessy pada saat Wisuda Sarjana Satu (S1) dan Sarjana Dua (S2)serta Dies Natalis ke XXXIII
Institut Agama dan Keagamaan
Oikumene Indonesia Timur (IAKO INTIM) Ambon, Senin, 28/9. Di kampus IAKO Intim Ambon. Dikatakan, Berkenaan dengan itu, dirinya
mengajak semua pihak memanjatkan
puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sebab masih diberikan kesehatan, kekuatan dan kesempatan untuk
melaksanakan tugas dan panggilan
kita masing-masing. Lebih dari itu, Assagaff juga mengajak untuk mensyukuri eksistensi IAKO-INTIM Ambon
sebagai salah satu Perguruan Tinggi
Swasta di Maluku, yang tetap setia mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang Pendidikan,
Penelitian dan Pengabdian
Masyarakat. “Saya percaya, dengan
senantiasa melakukan introspeksi dan evaluasi diri, IAKO-INTIM Ambon semakin matang dari waktu ke
waktu, dalam mengemban tugas-tugas
pelayanan dan pendidikan demi kemajuan dan pengembangan Garbah Ilmiah”, kata Assagaff.
Menurutnya, Pelaksanaan Wisuda yang merupakan
rangkaian Perayaan Dies
Syukuran Dies Natalis XXXIII yang dirangkaikan
dengan Wisuda Sarjana, dan juga Doa Syukur Pencanangan Teknologi Bubu, itu menandakan bahwa IAKO-INTIM Ambon
tetap berkomitmen dalam menata dan
mempersiapkan diri untuk turut serta membangun sumberdaya manusia yang berkualitas di Provinsi Maluku.
Demikian antara lain Sambutan tertulis Gubernur
Maluku yang dibacakan oleh Staf
Ahli Gubernur, Bakri Lumbessy pada saat Wisuda Sarjana Satu (S1) dan Sarjana Dua (S2)serta Dies Natalis ke XXXIII
Institut Agama dan Keagamaan
Oikumene Indonesia Timur (IAKO INTIM) Ambon, Senin, 28/9. Di kampus IAKO Intim Ambon. Dikatakan, Berkenaan dengan itu, dirinya
mengajak semua pihak memanjatkan
puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sebab masih diberikan kesehatan, kekuatan dan kesempatan untuk
melaksanakan tugas dan panggilan
kita masing-masing. Lebih dari itu, Assagaff juga mengajak untuk mensyukuri eksistensi IAKO-INTIM Ambon
sebagai salah satu Perguruan Tinggi
Swasta di Maluku, yang tetap setia mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang Pendidikan,
Penelitian dan Pengabdian
Masyarakat. “Saya percaya, dengan
senantiasa melakukan introspeksi dan evaluasi diri, IAKO-INTIM Ambon semakin matang dari waktu ke
waktu, dalam mengemban tugas-tugas
pelayanan dan pendidikan demi kemajuan dan pengembangan Garbah Ilmiah”, kata Assagaff.
Menurutnya, Pelaksanaan Wisuda yang merupakan
rangkaian Perayaan Dies
Natalis
ini, merupakan momentum inaugurasi, di mana sebuah lembaga pendidikan dituntut mengembangkan karakter keilmiahannya
yang spesifik, dan juga membentuk
habitus intelektual warganya, agar menjadi
komunitas ilmiah yang bukan hanya berpengetahuan secara akademis tetapi juga secara praksis, di dalam relasi
dengan masyarakat. “Karenanya, sebuah Perguruan Tinggi dalam kehadirannya
di masyarakat, harus bisa menjawab
kebutuhan pengembangan kualitas Sumberdaya Manusia dan profesionalisme Pelayanan Publik” tegas
Assagaf sambil menambahkan
Publik adalah “user” dari Perguruan Tinggi itu, sehingga setiap Perguruan Tinggi dituntut untuk selalu memberi
jawaban-jawaban yang akurat,
obyektif, dan komprehensif, terhadap kebutuhan “user”.Menurut
Gubernur, hal Ini merupakan sebuah harga yang harus dibayar oleh Perguruan Tinggi, karena telah terbentuk stigmanisasi
bahwa setiap sarjana dan tenaga
ahli atau profesional yang dilahirkan dari suatu Perguruan Tinggi, merupakan potensi Sumber Daya
Manusia yang memiliki kelebihan,
dan oleh sebab itu yang bersangkutan harus dapat menggerakkan perubahan di dalam masyarakat, bahkan di
daerah. “Wisuda yang dilaksanakan
hari ini dengan Tema : “Yesus Tanase : Maluku Lumbung Ikan Nasional” sangat relevan dengan kondisi kekinian
Provinsi Maluku” ujar Assagaff seraya
menambahkan, sebagai salah satu provinsi
berkarakteristik kepulauan, Maluku memiliki luas wilayah 581.376 km persegi yang terdiri dari luas lautan
sebesar 527.191 km persegi atau
92,4% dan daratan 54.185 km persegi atau hanya 7,6%. Dengan karakteristik seperti ini, wilayah Provinsi
Maluku memiliki potensi sumberdaya
perikanan yang melimpah, bahkan mencapai 1,6 juta ton/tahun, sebagaimana hasil kajian Badan Riset
Kelautan dan Perikanan bekerjasama
dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Oceanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Melihat potensi laut Maluku yang begitu kaya,
tentunya merupakan modal berharga
untuk menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional, yang dicanangkan pada Sail Banda 2010 yang lalu. Menjadikan
Maluku sebagai Lumbung Ikan
Nasional, berarti menjadikan daerah Maluku sebagai produsen perikanan terbesar di Indonesia, yang mampu
mensuplai kebutuhan konsumsi
masyarakat dan industri nasional dan menjadi eksportir utama komoditas perikanan Indonesia.
Ini merupakan tantangan bagi kita, khususnya
penetapan Provinsi Maluku sebagai
Lumbung Ikan Nasional yang hingga saat ini terus kita perjuangkan. Untuk itu, seluruh anak bangsa di daerah
ini, baik Pemerintah Daerah,
lembaga pendidikan, maupun masyarakat Maluku, turut bertanggung jawab untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita
mulia ini. Selanjutnya menurut
Gubernur, sebagai institusi edukasi yang berciri teologis, kiprah IAKO-INTIM patut diberikan apresiasi,
karena IAKO-INTIM juga memiliki
pusat kajian yang inovatif dan kreatif. Ini dibuktikan dengan Pencanangan Teknologi Bubu
IAKO-INTIM Ambon yang dilaksanakan
tepat dengan Dies Natalis dan Wisuda Sarjana. Dengan kesadaran ini, kata Assagaff, IAKO-INTIM
sesungguhnya telah membantu
Pemerintah Daerah dalam membangun pengetahuan dan ketrampilan Teknologi Bubu bagi masyarakat nelayan. “Saya berharap, mulai hari ini, para wisudawan harus
merubah pola pikir, pola tindak
dan pola laku ke arah yang lebih arif, bijaksana dan produktif. Saudara-saudara telah memiliki
kelebihan yang tidak semua orang
dapat mencapainya. Peran saudara-saudara kiranya semakin ditingkatkan lagi, termasuk pada sektor swasta, sektor
riil, maupun dunia usaha dan
profesi yang menunggu sentuhan karya kalian” Ungkap Gubernur, sambil melanjutkan, . Satu hal yang harus dipahami, bahwa yang membedakan
lulusan IAKO-INTIM dengan lulusan
sekolah tinggi lainnya adalah kedalaman berpikir dan berprilaku yang lebih mengandalkan kebenaran Firman
Tuhan. Kesadaran teologis inilah
yang harus tetap dijaga dan menjadi kekuatan dalam diri setiap wisudawan. Karena itu Assagajj berharap lulusan IAKO INTIM bisa
menjadi pembeda di lingkungan
tempatnya bekerja. Kebenaran, kejujuran, hati yang takut akan Tuhan, harus menjadi landasan spiritual yang
kokoh dalam melaksanakan seluruh
tugas dan pekerjaan yang diberikan. Di
akhir sambutannya atas nama Pemerintah Daerah, Gubernur menyampaikan Selamat dan Sukses kepada para wisudawan
beserta orang tua/Wali dan
keluarga. Demikian halnya kepada
civitas akademika IAKO INTIM Ambon, orang nomor satu Maluku itu mengucapkan selamat memperingati
Dies Natalis XXXIII tahun 2015
seraya berharap kerjasama yang telah dibangun selama ini dengan Pemerintah Daerah, tetap terpelihara dan lebih
ditingkatkan di masa mendatang,
sebagai wujud dharma bakti lembaga pendidikan IAKO bagi kepentingan masyarakat di Provinsi Maluku. (CN-01)
ini, merupakan momentum inaugurasi, di mana sebuah lembaga pendidikan dituntut mengembangkan karakter keilmiahannya
yang spesifik, dan juga membentuk
habitus intelektual warganya, agar menjadi
komunitas ilmiah yang bukan hanya berpengetahuan secara akademis tetapi juga secara praksis, di dalam relasi
dengan masyarakat. “Karenanya, sebuah Perguruan Tinggi dalam kehadirannya
di masyarakat, harus bisa menjawab
kebutuhan pengembangan kualitas Sumberdaya Manusia dan profesionalisme Pelayanan Publik” tegas
Assagaf sambil menambahkan
Publik adalah “user” dari Perguruan Tinggi itu, sehingga setiap Perguruan Tinggi dituntut untuk selalu memberi
jawaban-jawaban yang akurat,
obyektif, dan komprehensif, terhadap kebutuhan “user”.Menurut
Gubernur, hal Ini merupakan sebuah harga yang harus dibayar oleh Perguruan Tinggi, karena telah terbentuk stigmanisasi
bahwa setiap sarjana dan tenaga
ahli atau profesional yang dilahirkan dari suatu Perguruan Tinggi, merupakan potensi Sumber Daya
Manusia yang memiliki kelebihan,
dan oleh sebab itu yang bersangkutan harus dapat menggerakkan perubahan di dalam masyarakat, bahkan di
daerah. “Wisuda yang dilaksanakan
hari ini dengan Tema : “Yesus Tanase : Maluku Lumbung Ikan Nasional” sangat relevan dengan kondisi kekinian
Provinsi Maluku” ujar Assagaff seraya
menambahkan, sebagai salah satu provinsi
berkarakteristik kepulauan, Maluku memiliki luas wilayah 581.376 km persegi yang terdiri dari luas lautan
sebesar 527.191 km persegi atau
92,4% dan daratan 54.185 km persegi atau hanya 7,6%. Dengan karakteristik seperti ini, wilayah Provinsi
Maluku memiliki potensi sumberdaya
perikanan yang melimpah, bahkan mencapai 1,6 juta ton/tahun, sebagaimana hasil kajian Badan Riset
Kelautan dan Perikanan bekerjasama
dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Oceanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Melihat potensi laut Maluku yang begitu kaya,
tentunya merupakan modal berharga
untuk menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional, yang dicanangkan pada Sail Banda 2010 yang lalu. Menjadikan
Maluku sebagai Lumbung Ikan
Nasional, berarti menjadikan daerah Maluku sebagai produsen perikanan terbesar di Indonesia, yang mampu
mensuplai kebutuhan konsumsi
masyarakat dan industri nasional dan menjadi eksportir utama komoditas perikanan Indonesia.
Ini merupakan tantangan bagi kita, khususnya
penetapan Provinsi Maluku sebagai
Lumbung Ikan Nasional yang hingga saat ini terus kita perjuangkan. Untuk itu, seluruh anak bangsa di daerah
ini, baik Pemerintah Daerah,
lembaga pendidikan, maupun masyarakat Maluku, turut bertanggung jawab untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita
mulia ini. Selanjutnya menurut
Gubernur, sebagai institusi edukasi yang berciri teologis, kiprah IAKO-INTIM patut diberikan apresiasi,
karena IAKO-INTIM juga memiliki
pusat kajian yang inovatif dan kreatif. Ini dibuktikan dengan Pencanangan Teknologi Bubu
IAKO-INTIM Ambon yang dilaksanakan
tepat dengan Dies Natalis dan Wisuda Sarjana. Dengan kesadaran ini, kata Assagaff, IAKO-INTIM
sesungguhnya telah membantu
Pemerintah Daerah dalam membangun pengetahuan dan ketrampilan Teknologi Bubu bagi masyarakat nelayan. “Saya berharap, mulai hari ini, para wisudawan harus
merubah pola pikir, pola tindak
dan pola laku ke arah yang lebih arif, bijaksana dan produktif. Saudara-saudara telah memiliki
kelebihan yang tidak semua orang
dapat mencapainya. Peran saudara-saudara kiranya semakin ditingkatkan lagi, termasuk pada sektor swasta, sektor
riil, maupun dunia usaha dan
profesi yang menunggu sentuhan karya kalian” Ungkap Gubernur, sambil melanjutkan, . Satu hal yang harus dipahami, bahwa yang membedakan
lulusan IAKO-INTIM dengan lulusan
sekolah tinggi lainnya adalah kedalaman berpikir dan berprilaku yang lebih mengandalkan kebenaran Firman
Tuhan. Kesadaran teologis inilah
yang harus tetap dijaga dan menjadi kekuatan dalam diri setiap wisudawan. Karena itu Assagajj berharap lulusan IAKO INTIM bisa
menjadi pembeda di lingkungan
tempatnya bekerja. Kebenaran, kejujuran, hati yang takut akan Tuhan, harus menjadi landasan spiritual yang
kokoh dalam melaksanakan seluruh
tugas dan pekerjaan yang diberikan. Di
akhir sambutannya atas nama Pemerintah Daerah, Gubernur menyampaikan Selamat dan Sukses kepada para wisudawan
beserta orang tua/Wali dan
keluarga. Demikian halnya kepada
civitas akademika IAKO INTIM Ambon, orang nomor satu Maluku itu mengucapkan selamat memperingati
Dies Natalis XXXIII tahun 2015
seraya berharap kerjasama yang telah dibangun selama ini dengan Pemerintah Daerah, tetap terpelihara dan lebih
ditingkatkan di masa mendatang,
sebagai wujud dharma bakti lembaga pendidikan IAKO bagi kepentingan masyarakat di Provinsi Maluku. (CN-01)

