Tokoh Masyarakat
MBD, Prof. Ir. Jacobus W. Mosse. M.Sc. Ph. D, mengatakan, warga MBD patut
bersyukur bahwa para pendiri kabupaten itu kurang lebih 5 sampai 6 tahun lalu
bisa mengambil inisyatif untuk mendirikan sebuah kabupaten untuk bisa menjadi
sebuah wilayah administratif yang mandiri, Demikian antara lain penegasan Mosse
kepada wartawan di ruang kerjanya belum lama ini di Poka.
MBD, Prof. Ir. Jacobus W. Mosse. M.Sc. Ph. D, mengatakan, warga MBD patut
bersyukur bahwa para pendiri kabupaten itu kurang lebih 5 sampai 6 tahun lalu
bisa mengambil inisyatif untuk mendirikan sebuah kabupaten untuk bisa menjadi
sebuah wilayah administratif yang mandiri, Demikian antara lain penegasan Mosse
kepada wartawan di ruang kerjanya belum lama ini di Poka.
Dikatakan
keputusan itu sangat tepat karena terdapat banyak aspek yang harus
dikelola dengan baik, banyak sekali aspek yang haryus ditata, diperhatikan
dengan baik, mulai aspek kesehatan, pendidikan, bahkan tanpa disadari
aspek keamanan juga sangat berperan penting untuk diperhatikan oleh masyarakat
MBD sebagai bagian yang utuh dari NKRI. Apalagi sebagai wilayah perbatasan
sangatlah penting untuk menjada aspek keamanan.
keputusan itu sangat tepat karena terdapat banyak aspek yang harus
dikelola dengan baik, banyak sekali aspek yang haryus ditata, diperhatikan
dengan baik, mulai aspek kesehatan, pendidikan, bahkan tanpa disadari
aspek keamanan juga sangat berperan penting untuk diperhatikan oleh masyarakat
MBD sebagai bagian yang utuh dari NKRI. Apalagi sebagai wilayah perbatasan
sangatlah penting untuk menjada aspek keamanan.
Oleh sebab itu,
Mosse menandaskan keputusan untuk menjadi wilayah administratif sendiri itu
sangatlah tepat. Walaupun harus disadari bahwa masih banyak ketertinggalan yang
harus dibenahi, baik itu di bidang kesehatan maupun terutama di bidang
pendidikan. Dikatakan, kalau berbicara tentang pendidikan khususnya, dirinya selaku
anak daerah atau anak negeri memiliki perhatian yang cukup besar terhadap MBD,
walaupun diakuinya tidak terlibat secara langsung dan rutin seperti
beberapa teman lain yang sering pulang dan melakukan penelitian-penelitian di
daerah itu., meskipun demikian dari jauh, dari Ambon, dirinya sendiripun berherak
cukup keras untuk menopang perkembangan dan kemajuan pendidikan di MBD.
Bahkan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan program Studi yang namanya
Program Studi Di Luar Domisili (PDD).
Mosse menandaskan keputusan untuk menjadi wilayah administratif sendiri itu
sangatlah tepat. Walaupun harus disadari bahwa masih banyak ketertinggalan yang
harus dibenahi, baik itu di bidang kesehatan maupun terutama di bidang
pendidikan. Dikatakan, kalau berbicara tentang pendidikan khususnya, dirinya selaku
anak daerah atau anak negeri memiliki perhatian yang cukup besar terhadap MBD,
walaupun diakuinya tidak terlibat secara langsung dan rutin seperti
beberapa teman lain yang sering pulang dan melakukan penelitian-penelitian di
daerah itu., meskipun demikian dari jauh, dari Ambon, dirinya sendiripun berherak
cukup keras untuk menopang perkembangan dan kemajuan pendidikan di MBD.
Bahkan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan program Studi yang namanya
Program Studi Di Luar Domisili (PDD).
Menurutnya PDD
diprogramkan atas dasar PP Pendidikan Nasional tahun 2011 yang sejalan dengan
visi besar dari pendidikan nasional yang diteruskan oleh Unpatti dalam
kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Thomas Pentury, M.Si yaitu membuka akses seluas-luasnya
kepada masyarakat. Menurut Prof. Asal Tepa MBD ini, khusus untuk wilayah MBD,
dari dulu sampai sekarang ini masalah pendidikan Tingginya belum
terpecahkan , terbukti dari tahun ke tahun calon mahasiswa MBD itu hampir
dipastikan tidak bisa mengiukuti Seleksi masuk Perguruan Tinggi, dimana untuk mengikuti
Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) dengan menggunakan sistem Online
sementara di MBD akses untuk Online itu belum ada , karena
infrastrukturnya belum tersedia, di samping hal yang kedua adalah Seleksi
Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang selalu dilaksanakan di
Unpatti pun selalu terlambat
diikuti oleh calon mahasiswa MBD karena kesulitan transportasi untuk datang di
Ambon seusai mengikuti Ujian Nasional dan ujian akhir SMA di MBD. “Kalau mereka
tiba di ambon hari ini, kemarin sudah selesai tes” kata Prof. Mosse, sambil
menambahkan kalau hal ini tidak diperhatikan maka soal pendidikan tinggi
di MBD tidak akan terpecahkan .
diprogramkan atas dasar PP Pendidikan Nasional tahun 2011 yang sejalan dengan
visi besar dari pendidikan nasional yang diteruskan oleh Unpatti dalam
kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Thomas Pentury, M.Si yaitu membuka akses seluas-luasnya
kepada masyarakat. Menurut Prof. Asal Tepa MBD ini, khusus untuk wilayah MBD,
dari dulu sampai sekarang ini masalah pendidikan Tingginya belum
terpecahkan , terbukti dari tahun ke tahun calon mahasiswa MBD itu hampir
dipastikan tidak bisa mengiukuti Seleksi masuk Perguruan Tinggi, dimana untuk mengikuti
Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) dengan menggunakan sistem Online
sementara di MBD akses untuk Online itu belum ada , karena
infrastrukturnya belum tersedia, di samping hal yang kedua adalah Seleksi
Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang selalu dilaksanakan di
Unpatti pun selalu terlambat
diikuti oleh calon mahasiswa MBD karena kesulitan transportasi untuk datang di
Ambon seusai mengikuti Ujian Nasional dan ujian akhir SMA di MBD. “Kalau mereka
tiba di ambon hari ini, kemarin sudah selesai tes” kata Prof. Mosse, sambil
menambahkan kalau hal ini tidak diperhatikan maka soal pendidikan tinggi
di MBD tidak akan terpecahkan .
Menurutnya
satu-satunya seleksi untuk masuk perguruan Tinggi yang bisa diikuti calon
mahasiswa MBD adalah seleksi Mandiri yang waktunya sedikit lebih panjang
setelah pelaksanaan SMPTN dan SBMPTN. Oleh sebab itu calon mahasiswa dari MBC
cenderung memilih seleksi Mandiri karena alasan transportasi yang terlambat,
panca mendengar hasil kelulusan di SLTA.
satu-satunya seleksi untuk masuk perguruan Tinggi yang bisa diikuti calon
mahasiswa MBD adalah seleksi Mandiri yang waktunya sedikit lebih panjang
setelah pelaksanaan SMPTN dan SBMPTN. Oleh sebab itu calon mahasiswa dari MBC
cenderung memilih seleksi Mandiri karena alasan transportasi yang terlambat,
panca mendengar hasil kelulusan di SLTA.
Meskipun
demikian, kata Mosse, dirinya melihat jalur Mandiri itu pun kurang baik karena
jalur itu kurang mempunyai nilai kompetisi. Menurutnya, kalau SNPTN itu
beradasarkan nilai rapot dua semester terakhir kemudian berdasarkan catatan
dari sekolah tersebut berarti punya kompetisi yang tinggi dengan seluruh SMK
dan SMK,MA di seluruh Indonesia, Selanjutnya menurut Mosse, SBMPTN juga adalah
jenis tes secara nasional, dengan demikian jika calon mahasiswa MBD lulus
dengan dengan dua cara itu berarti nilai kompetisi itu sangat tinggi dibandingkan
dengan seleksi Mandiri, kata Mosse, yang diakuinya juga ada nilai seleksinya
akan tetapi seleksinya secara lokal. Dengan demikian calon mahasiswa MBD itu
tidak bertanding dengan SMA di luar Maluku akan tetapi hanya dengan SMA di
dalam Maluku saja yang dililainya sedikit berkurang nilai kompetisinya, padahal
jika mau menjadi mahasiswa yang kompeten yang unggul maka seharusnya bertanding
dengan orang luar. Ia kemuadian menganalogikan seorang petinju yang profesional
yang hanya memiliki lawan tanding dengan teman-teman se-RTnya pasti kualitasnya
beda dengan petinju yang memiliki lawan tanding di luar negeri atau dari luar
daerahnya. (CN-03)
demikian, kata Mosse, dirinya melihat jalur Mandiri itu pun kurang baik karena
jalur itu kurang mempunyai nilai kompetisi. Menurutnya, kalau SNPTN itu
beradasarkan nilai rapot dua semester terakhir kemudian berdasarkan catatan
dari sekolah tersebut berarti punya kompetisi yang tinggi dengan seluruh SMK
dan SMK,MA di seluruh Indonesia, Selanjutnya menurut Mosse, SBMPTN juga adalah
jenis tes secara nasional, dengan demikian jika calon mahasiswa MBD lulus
dengan dengan dua cara itu berarti nilai kompetisi itu sangat tinggi dibandingkan
dengan seleksi Mandiri, kata Mosse, yang diakuinya juga ada nilai seleksinya
akan tetapi seleksinya secara lokal. Dengan demikian calon mahasiswa MBD itu
tidak bertanding dengan SMA di luar Maluku akan tetapi hanya dengan SMA di
dalam Maluku saja yang dililainya sedikit berkurang nilai kompetisinya, padahal
jika mau menjadi mahasiswa yang kompeten yang unggul maka seharusnya bertanding
dengan orang luar. Ia kemuadian menganalogikan seorang petinju yang profesional
yang hanya memiliki lawan tanding dengan teman-teman se-RTnya pasti kualitasnya
beda dengan petinju yang memiliki lawan tanding di luar negeri atau dari luar
daerahnya. (CN-03)
