Ambon, CN

Kepala Badan Karantina Maluku, Abdur Rohman mengatakan, Proses fumigasi yang biasanya dilakukan untuk memastikan suatu produk/komoditi pertanian atau perkebunan bebas dari wabah penyakit sebelum diekspor ke luar negeri saat ini belum bisa dilakukan di Ambon. 

Demikian penjelasan Rohman kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 20/5/2024.
Di sisi lain, hal inilah yang dirasa sejumlah pengusaha eksportir komoditi Pala dan Cengkeh yang nampaknya kewalahan mengembangkan usaha mereka lantaran kegiatan fumigasi terhadap komoditi yang diekspor ke luar negeri belum bisa dilakukan langsung di Ambon melainkan di luar Ambon seperti Makassar atau Surabaya dimana hal ini cukup memakan biaya yang tidak sedikit.

Dikatakan, terkait keluhan itu, dirinya saat ini tengah berupaya melobi agar kegiatan fumigasi terhadap komoditi eksport perkebunan atau pertanian asal Maluku dapat dilakukan di Ambon.

“Saya sudah mendengar keluhan para pengusaha eksportir terkait hal ini. Saat ini saya tengah melakukan sejumlah lobi dan koordinasi dengan pihak pihak yang berkompeten dalam hal itu, teristimewa perusahaan Sucofindo.

Koordinasi dan lobi sudah saya lakukan dengan pihak Sucofindo yang ada di Surabaya maupun Makasar, dan pada prinsipnya mereka siap membantu dan membuka kembali usaha di Ambon,” jelas Rohman kepada wartawan.

Menurutnya, kesediaan pihak Sucofindo ini tentu harus didukung dengan ketersediaan SDM serta sarana pendukung lainnya sehingga ketika perusahaan Sucofindo kembali membuka usahanya di Ambon maka baik SDM maupun sarana pendukung lainnya dapat kita sediakan.

“Untuk mendukung kehadiran Sucofindo maka yang perlu kita sediakan adalah tenaga fumigator. Untuk tenaga fumigator di Badan Karantina Ambon saat ini minim sekali, sehingga kita telah melakukan training atau pelatihan untuk sejumlah tenaga fumigator.

Nantinya setelah mereka mengikuti training mereka juga harus mengantongi semacam sertifikasi legal sebagai seorang fumigator sebagai syarat utama.

Itu dari segi ketersediaan SDM. Sementara untuk sarana pendukung  diharapkan ada kerjasama juga dari pihak pengusaha eksportir dalam hal ini penyediaan kontainer,” ungkap Pria asal Betawi ini.

Prinsipnya apa yang sementara kita upayakan ini adalah untuk membantu para pengusaha eksportir di Maluku agar iklim usaha eksportir di Maluku tetap tumbuh dan terus berkembang, tutup Abdur Rohman. (CN**)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *