
AMBON,cahaya-nusantara.com
Museum Siwalima Provinsi Maluku kembali menyelenggarakan Lomba Bedah Koleksi Museum Siwalima 2024. Acara tahunan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Ambon, dengan mengusung tema besar, “Eksplorasi Sejarah dan Nilai Koleksi Museum Siwalima sebagai Perwujudan Karya Budaya Maluku: Bedah Koleksi sebagai Sarana Peningkatan Pengetahuan Masyarakat.”
Ajang Rutin Edukasi Sejarah
Kepala UPTD Museum Siwalima, Darwin Lawalata, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan memperkenalkan dan menyebarluaskan nilai-nilai sejarah dari koleksi museum.
“Melalui acara ini, kami berharap generasi muda, khususnya mahasiswa, semakin memahami dan menghargai kekayaan budaya Maluku yang tersimpan di Museum Siwalima,” ujarnya.
Tahun ini, sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Ambon berpartisipasi dalam kompetisi yang dibagi menjadi 10 tim. Para peserta tidak hanya dituntut untuk menggali informasi mendalam tentang koleksi museum, tetapi juga mempresentasikan analisis mereka kepada dewan juri.
Penutupan dan Apresiasi
Kasubag Tata Usaha Museum Siwalima, Mevi Mailoa, yang mewakili kepala museum dalam penutupan acara, menyampaikan apresiasi kepada para peserta atas dedikasi dan semangat mereka.
“Kami sangat bangga dengan antusiasme para peserta yang berkomitmen mendalami sejarah dan budaya Maluku. Mereka telah melalui seluruh rangkaian kegiatan hingga akhirnya berhasil tampil dengan sangat baik,” ungkap Mevi.
Ia menambahkan, acara ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi lebih dalam nilai-nilai budaya yang ada di berbagai daerah di Maluku, sehingga pengetahuan sejarah mereka semakin kaya dan bermanfaat untuk masyarakat luas.
Para Juara yang Menginspirasi
Kompetisi ini menghasilkan enam tim terbaik, dengan juara pertama diraih oleh Tim Silent, diikuti Tim Koera sebagai juara kedua, dan Tim Gale Lobang sebagai juara ketiga. Sementara itu, Tim Beslok, Tim Etos Indy Ambon, dan Tim Toma Maju masing-masing meraih posisi juara harapan satu, dua, dan tiga.
Para pemenang mendapatkan penghargaan berupa piala, piagam, dan hadiah uang tunai sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka.
Melestarikan Budaya Lewat Generasi Muda
Melalui Lomba Bedah Koleksi ini, Museum Siwalima tidak hanya berperan sebagai tempat pelestarian benda-benda sejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang strategis. Harapannya, kegiatan ini mampu menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal pada generasi muda, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Museum Siwalima terus berkomitmen menggelar berbagai kegiatan serupa untuk memastikan warisan budaya Maluku tetap hidup di hati masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.(CN02)
