
AMBON, cahaya-nusantara.com
Empat nelayan yang mengalami kecelakaan laut di sekitar perairan Pulau Matakus, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, berhasil diselamatkan oleh Tim Rescue Pos SAR Saumlaki pada Ranbu malam (22/1/2025).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, M. Arafah, S.H., M.Si., mengungkapkan bahwa kejadian ini bermula ketika longboat yang ditumpangi keempat nelayan mengalami mati mesin di tengah laut.
Informasi mengenai kecelakaan ini diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon pada pukul 21.30 WIT. Sebelumnya, pada pukul 21.15 WIT, pihak keluarga nelayan melaporkan kepada Pos SAR Saumlaki bahwa longboat yang ditumpangi oleh Finsen Ratuanik (32), Ananias Refwalu (25), Antoni Lololuan (36), dan Berti Lololuan (40) terapung-apung di perairan Pulau Matakus sejak pukul 19.00 WIT.

Menerima laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Saumlaki segera bergerak menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi kejadian yang berada pada koordinat 8°2’2.29″S – 131°14’51.85″E. Lokasi ini berjarak sekitar 4 mil laut arah barat daya dari Pos SAR Saumlaki.
Pada pukul 22.42 WIT, Tim Rescue berhasil menemukan keempat korban dalam kondisi selamat. Para korban kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Saumlaki untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kecepatan respon tim dan koordinasi yang baik menjadi kunci keberhasilan operasi ini,” ujar M. Arafah.
Operasi penyelamatan dilakukan dalam kondisi cuaca hujan ringan, dengan kecepatan angin barat laut hingga timur laut mencapai 3-15 knots. Tinggi gelombang yang cukup menantang, yakni 1,25 hingga 2,5 meter, tidak menghalangi tim untuk menuntaskan misi penyelamatan.
Dalam operasi ini, Basarnas Ambon mengerahkan tiga personel Tim Rescue Pos SAR Saumlaki, didukung oleh dua anggota keluarga korban. Alat utama yang digunakan adalah Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Pos SAR Saumlaki.
Keempat korban beserta keluarganya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas tindakan cepat dari Basarnas Ambon yang berhasil menyelamatkan mereka dalam situasi yang mengancam keselamatan jiwa.
“Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memastikan kesiapan alat transportasi laut sebelum berangkat, termasuk melengkapi diri dengan alat komunikasi dan keselamatan,” tambah M. Arafah.
Keberhasilan operasi penyelamatan ini menegaskan komitmen Basarnas Ambon dalam memberikan pelayanan cepat dan tanggap terhadap kecelakaan laut di wilayah Maluku. Kesiapan tim dan peralatan yang memadai menjadi bukti nyata dari dedikasi mereka dalam melindungi masyarakat.(CN-02)
