AMBON,cahaya-nusantara.com

Sejumlah permasalahan transportasi di Kota Ambon menjadi sorotan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sustainability in Public Transportations and Parking System” yang digelar Kamis (23/1/2024) di Ruang Vlisingen, Balai Kota Ambon.

Penjabat Wali Kota Ambon, Dominggus N. Kaya,S.Sos.,M.Si,Membuka secara resmi kegiatan FGD, menegaskan pentingnya langkah nyata untuk mengatasi persoalan kemacetan dan parkir di kota ini.

Menurut data Dinas Perhubungan Kota Ambon, sebanyak 2.138 kendaraan angkutan kota beroperasi setiap hari. Jika dibandingkan dengan panjang jalan di Kota Ambon yang hanya mencapai 309,01 kilometer, volume kendaraan ini memicu potensi kemacetan serius. Situasi ini menuntut penanganan strategis guna menjaga kelancaran arus transportasi.

“Kami menyadari bahwa permasalahan transportasi ini adalah tantangan bersama. Kita semua yang hadir di sini memiliki tanggung jawab untuk menemukan solusi terbaik agar Kota Ambon memiliki sistem transportasi yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Dominggus.

Dominggus juga menyoroti keterbatasan Terminal Mardika sebagai satu satunya terminal yang melayani berbagai rute angkutan umum di Ambon. Padahal, terminal ini menjadi titik akhir semua trayek angkutan umum yang masuk ke kota. Kondisi ini dinilai kurang ideal mengingat kebutuhan akan fasilitas terminal yang lebih luas dan terintegrasi.

Selain transportasi umum, sistem parkir di Ambon juga menjadi perhatian utama. Masalah lahan parkir yang sempit dan kurang representatif memengaruhi kenyamanan pengguna kendaraan pribadi, sekaligus memperparah kemacetan di sejumlah ruas jalan.

“Pengelolaan parkir di kota ini harus segera dibenahi. Kita butuh inovasi dan pengaturan yang lebih baik agar masalah ini tidak terus membebani masyarakat,” tegasnya.

FGD ini diharapkan mampu menjadi forum untuk melahirkan ide-ide dan kebijakan strategis dalam menangani berbagai persoalan transportasi dan parkir di Ambon. Dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan solusi berkelanjutan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota.

“Harapan saya, melalui diskusi ini, kita dapat menciptakan perubahan nyata. Mari kita jadikan masalah transportasi dan parkir ini sebagai tantangan yang membangkitkan semangat kita untuk bersama-sama mewujudkan Ambon yang lebih baik,” tutup Dominggus penuh optimisme.

Catatan:
Permasalahan transportasi memang menjadi isu krusial di banyak kota, termasuk Ambon. Dengan keberadaan forum seperti FGD ini, langkah konkret untuk membangun sistem transportasi yang berkelanjutan dapat mulai diwujudkan.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *