AMBON, cahaya-nusantara.com

Upaya pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan 1446 Hijriyah di Provinsi Maluku belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. Yamin S. Ag., M.Pd.I, mengungkapkan bahwa hasil rukyatul hilal yang dipusatkan di Hotel Tirta Kencana, Amahusu, Kota Ambon, (28/2/2025) menunjukkan hilal tidak terlihat akibat kondisi cuaca yang berawan tebal.

“Dari hasil pemantauan, ketinggian hilal berada pada 3,477 derajat dengan elongasi 3,69 derajat. Sementara itu, berdasarkan kesepakatan Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), syarat minimal elongasi untuk dapat melihat hilal adalah 6,3 derajat,” jelas Dr. Yamin.

Pemantauan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BMKG Maluku, Pengadilan Agama Ambon, Pengadilan Tinggi Agama Ambon, Kementerian Agama Kota Ambon, serta organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku, Badan Wakaf Indonesia, dan Baznas Provinsi Maluku. Sejumlah media elektronik dan cetak juga turut hadir dalam pemantauan tersebut.

Dengan hasil ini, Kemenag Maluku mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi dari sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Kami mengajak seluruh umat Islam di Maluku untuk bersabar dan menunggu pengumuman resmi mengenai awal Ramadan 1446 H dari pemerintah,” tambahnya.

Sidang isbat yang digelar secara nasional akan menjadi acuan utama dalam menetapkan kapan umat Islam di Indonesia memulai ibadah puasa Ramadan tahun ini.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *