
AMBON,cahaya-nusantara.om
SMA Negeri 4 Ambon resmi menggelar ujian sekolah tahun 2025 dengan sistem berbasis Android, Ujian ini dibuka secara online oleh Plt.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Syamsul N. Josangdji, S.Pt., M.Si, pada Senin (10/3) pukul 07.30 WIT.
Sebanyak 395 Siswa kelas XII mengikuti ujian yang berlangsung hingga Sabtu (15/3). Peserta ujian dibagi ke dalam 21 ruang ujian,satu Siswa absen karena sakit dan akan mengikuti ujian susulan.
Kepala SMA Negeri 4 Ambon, Mezack Tentua, S.Th., M.Pd.K, memastikan ujian hari pertama berjalan lancar.
“Semua siswa hadir sesuai daftar absen, kecuali satu yang sakit. Sistem pengawasan juga berjalan baik dengan sistem silang dari lima sekolah, yakni SMA Negeri 14, SMA Negeri 5, SMA Negeri 8, SMA Kristen, dan SMA Siwalima. Sebanyak 42 guru dari sekolah-sekolah ini bertugas sebagai pengawas,” jelasnya saat diwawancarai di ruangannya.
Ditambahkan,
SMA Negeri 4 Ambon menggunakan sistem ujian berbasis Android,di mana siswa mengerjakan soal melalui ponsel masing-masing. Bagi siswa yang tidak memiliki perangkat, sekolah menyediakan alternatif dengan sistem kertas dan pensil.
“Kami menggunakan Microsoft 365 yang sudah diatur khusus agar siswa tetap fokus dan tidak bisa mengakses aplikasi lain selama ujian. Tim teknis juga sudah menyiapkan proyektor dan fasilitas lainnya untuk memastikan tidak ada kendala teknis,” ungkap Mezack.
Mengingat pelaksanaan ujian berlangsung di bulan Ramadan, sekolah mempercepat jadwal ujian agar siswa yang berpuasa tidak terlalu terbebani.
“Jam pertama dimulai dengan mata pelajaran Pendidikan Agama, dilanjutkan dengan Bahasa Indonesia, dan selesai pukul 12.30 WIT,” tambahnya.
Pelaksanaan ujian berbasis teknologi ini mendapat dukungan penuh dari orang tua siswa, termasuk dalam penyediaan pulsa data agar proses ujian berjalan lancar.
Sebelum ujian tulis, seluruh siswa telah menyelesaikan ujian praktik.
“Hasil ujian praktik dan ujian tulis nanti akan digabungkan sebagai penentu kelulusan. Semua berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan Dinas Pendidikan,” katanya.
Terkait kebijakan ijazah elektronik yang sedang disiapkan oleh pemerintah, SMA Negeri 4 Ambon masih menunggu arahan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan.
“Kami sudah menerima surat edaran dari kementerian dan menyiapkan data siswa di Dapodik. Yang terpenting, data siswa kelas XII harus akurat, karena kepala sekolah bisa diganti, tetapi data siswa tidak boleh salah,” tegas Mezack.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun sistem elektronik belum sepenuhnya diterapkan, sekolah tetap mengantisipasi segala kebutuhan, termasuk kemungkinan biaya cetak ijazah dalam format baru.
Mezack berharap ujian sekolah ini berlangsung aman, lancar, dan tertib.
“Kami optimis semua komponen mendukung pelaksanaan ujian ini agar sukses,ujarnya
Dengan kesiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, SMA Negeri 4 Ambon berkomitmen untuk menyelenggarakan ujian yang adil, transparan, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan”,Tutupnya.(CN-02)
