AMBON, cahaya-nusantara.com
Dirjen Bimas Katolik RI, Drs.Suparman SE.,M.Si mengatakan, wisudawan Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) memiliki kualitas yang berbeda atau ada level yang lebih dengan wisudawan lainnya karena wisudawan STPAK dididik di STPAK yang mengedepankan ciri khas Kejujuran, integritas dan kasih, yang kawan-kawan lain belum tentu memilikinya.
Demikian antara lain penegasan Dirjen saat memberikan sambutan dalam wisuda sarjana STPAK Santo Yohannes Penginjil Ambon, Selasa, 12/12/2023 di kampus STPAK St. Yohannes Penginjil Ambon.
“Jadi kalian mempunyai satu level yang lebih karena kalian dididik secara agama katolik. Apa artinya di situ? Ada perbedaan dengan yang lain. Bahwa anak-anakku dididik oleh sekolah ini secara agama khatolik berarti kan Kejujuran, integritas,dan kasih yang kawan-kawan yang lain belum tentu miliki”ujarnya.
Menurut Dirjen soal kejujuran, integritas serta kasih itulah yang dicari oleh dunia pendidikan saat ini. Selanjutnya Dirjen mengatakan di luar sana terutama di perusahaan perusahaan besar itu melakukan tes untuk melihat kejujuran bukan melihat otaknya.
Jadi perusahaan perusahaan besar itu bisa eksis karena ditopang oleh para pegawai yang jujur. Sebaliknya banyak orang di negara ini yang hebat hebat tetapi tidak jujur dan tidak memiliki integritas, hal ini terbukti dengan banyaknya kasus yang ditangani oleh pengadilan. Ia berharap tidak ada dari para lulusan STPAK yang berurusan dengan pengadilan.
Kepada wisudawan Dirjen mengatakan masa depan sudah menanti para wisudawan semua karena setelah ini wisudawan akan segera masuk ke dunia masyarakat dan di situlah ilmu yang ditekuni bertahun-tahun itu akan diuji dimana apakah ilmu yang telah diterima itu akan diimplementasikan di masyarakat. Sembari menceritakan pengalamannya hingga menjadi seorang Direktur Jenderal yang seakan mustahil.
Dirjen mengajak para wisudawan agar menyandarkan semuanya itu kepada Tuhan, karena Tuhan sudah mengatur segala-galanya kepada wisudawan, tinggal masalahnya adalah berbakti semaksimal mungkin dan bersyukur, Sebaliknya jangan mengeluh dan mendustakan Tuhan.
Sementara itu Rektor STPAK St. Yohannes Penginjil Ambon, Jhon Luturmas dalam laporannya menyebutkan STPAK St. Yohannes Penginjil Ambon adalah satu-satunya Perguruan Tinggi keagamaan Katolik di provinsi Maluku yang berdiri sejak tahun 2006 yang memiliki satu program Studi (Prodi ) yakni prodi Pendidikan Keagamaan Katolik dengan jumlah mahasiswa STPAK tahun 2023 sebanyak 170 orang.
Di kesempatan itu juga Luturmas melaporkan pada akreditasi prodi terakhir prodinya mendapat nilai akreditasi baik sekali dengan total nilainya 337 yang berarti STPAK hampir memperoleh predikat unggul.
Diakui Luturmas, masih ada beberapa unsur yang masih diperjuangkan oleh STPAK seperti kerjasama luar negeri, peningkatan penelitian dan publikasi internasional dan beberapa unsur lainnya.(CN-05)


