
AMBON, cahaya-nusantara.com
SMP Negeri 13 Ambon sukses melaksanakan Penilaian Sumatif Akhir (PSA) untuk kelas IX yang berlangsung selama empat hari, sejak 22 hingga 25 April 2025.
Kepala Sekolah SMP Negeri 13 Ambon Yandiana T.Plating,S.Si menyampaikan hal ini dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya, Jumat (25/4/2025).
Mengikuti Kurikulum Merdeka, penilaian ini menggantikan sistem Ujian Nasional dengan fokus pada evaluasi kompetensi siswa secara menyeluruh. Meskipun bukan sifatnya ujian nasional, akan tetapi pelaksanaan PSA tahun 2025 tetap berlangsung secara ketat dan teratur, mirip dengan layaknya mekanisme ujian nasional sebelumnya.
“Kami pastikan bahwa siswa bertanggung jawab penuh dalam Penilaian Sumatif Akhir ini. Mereka belajar dengan serius, tidak main-main, dan nilai yang diperoleh murni dari usaha mereka sendiri,” ujar Kepala Sekolah.
Menurutnya untuk mendukung kesiapan siswa, sekolah bahkan mengadakan program bimbingan belajar (bimbel) tambahan.
Oleh sebab itu, sebanyak 207 peserta didik yang mengikuti PSA dibekali dengan pelatihan ekstra, guna memastikan mereka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
Didampingi oleh Bendahara sekolah, Kepsek Plating menjelaskan Pelaksanaan PSA pun berlangsung lancar dan tepat waktu, dimana setiap ruang ujian diawasi oleh dua guru, menerapkan sistem pengawasan silang antar bidang studi di sepuluh ruang yang tersedia. “Ada dua siswa yang terpaksa mengikuti ujian dari rumah karena sakit dan kecelakaan lalu lintas. Kami tetap memberikan pengawasan ketat, dengan guru yang datang langsung ke rumah siswa masing-masing,” jelasnya.
Proses penilaian dilakukan secara manual untuk menjaga ketelitian, meskipun perangkat digital tersedia. Menariknya, SMP Negeri 13 Ambon juga memberikan perhatian khusus kepada siswa berkebutuhan khusus. Salah satu siswa tunanetra mampu menunjukkan prestasi akademik yang mengagumkan, bahkan mencetak nilai rata-rata di atas 80 sejak kelas VII. “Dia luar biasa. Untuk ujian praktek, dia memainkan ukulele sambil bernyanyi. Ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi,” tambah Kepala Sekolah dengan bangga.
Peran orang tua dalam mendukung pelaksanaan PSA juga tak kalah penting. Melalui komite kelas, para orang tua bergotong royong menyediakan makanan ringan seperti roti, telur rebus, dan kacang hijau, untuk memastikan siswa tetap fokus dan berenergi selama ujian.
Terkait dengan ijazah, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa tahun ini ijazah akan dikeluarkan secara online melalui pusat. Namun, mekanisme rinci masih menunggu petunjuk teknis resmi.
Sebagai penutup, Kepala Sekolah berharap seluruh siswa yang lulus dari SMP Negeri 13 Ambon menjadi pribadi yang unggul dan tangguh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Ia juga menegaskan komitmen sekolah untuk terus mengembangkan program unggulan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) dalam semangat SPENTILAS BISA, demi menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan berkualitas. Saat ini, SMP Negeri 13 Ambon menaungi 632 siswa secara keseluruhan.(CN-02)
