
AMBON, cahaya-nusantara.com
Pemerintah Kota Ambon menegaskan sikap netralnya dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Raja Negeri Urimessing. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Ambon, Alfian Lewenussa, S.STP., M.Si., menyusul polemik yang berkembang terkait pelantikan Fellix Tisera sebagai Raja Urimessing.
Saat ditemui usai gladi resik pelantikan di Kampung Siwang, Kamis (29/5/2025), Lewenussa membantah adanya campur tangan pemerintah kota dalam proses PAW tersebut. Ia menekankan bahwa seluruh mekanisme merupakan domain Saniri Negeri Urimessing.
“Kami dari pemerintah kota, khususnya Bagian Pemerintahan, tidak pernah mencampuri proses PAW. Semuanya sepenuhnya merupakan kewenangan Saniri Negeri,” tegasnya.
Menurut Lewenussa, Pemerintah Kota hanya berperan pada tahap administratif, yakni menerima usulan resmi dari negeri dan menindaklanjutinya sesuai prosedur yang berlaku. Ia bahkan mengaku belum sempat membaca berita terbaru dari Saniri Negeri, namun secara lisan, pihaknya telah mendapatkan penjelasan berulang kali bahwa seluruh tahapan telah dilakukan secara prosedural.
“Saniri sudah beberapa kali menyampaikan bahwa prosesnya sesuai aturan. Bahkan mereka telah bertemu langsung dengan Wali Kota untuk menyampaikan usulan resmi,” ungkapnya.
Ditambahkan, dokumen yang diajukan pun telah melalui verifikasi oleh camat sebelum akhirnya diproses lebih lanjut oleh Bagian Pemerintahan.
Lewenussa menegaskan, bila terdapat keberatan dari pihak manapun, Pemerintah Kota tetap membuka ruang dialog. Hal ini telah ditunjukkan dalam rapat koordinasi yang digelar sebelumnya.
“Kami tetap memfasilitasi jika ada pihak yang keberatan, tapi harus diingat, kami bertindak sesuai mekanisme yang ada. Tidak bisa sepihak,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa sikap Pemerintah Kota Ambon murni untuk menjaga pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, tanpa kepentingan pribadi atau kelompok.
“Kami tidak punya kepentingan apapun, kecuali memastikan masyarakat tetap terlayani dan hidup sejahtera,” imbuh Lewenussa.
Menutup pernyataannya, Lewenussa berharap raja yang akan dilantik dapat bersinergi dengan Saniri Negeri dan para kepala kampung dalam menyusun serta menjalankan program pembangunan di negeri Urimessing.
“Urusan adat kami kembalikan ke negeri, tapi soal pemerintahan dan pembangunan adalah tanggung jawab utama seorang raja demi kemajuan masyarakatnya,” pungkasnya.(CN-02)
