AMBON, cahaya-nuantara.com

Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas pertolongan di wilayah rawan kecelakaan laut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon menggelar Pelatihan Potensi SAR di Kabupaten Kepulauan Aru. Kegiatan yang berlangsung pada 19 hingga 24 Mei 2025 itu merupakan pelatihan perdana yang dilaksanakan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Provinsi Maluku.

Kepala Basarnas Ambon, Muhamad Arafah,SH.,M.Si dalam wawancara di ruang kerjanya, Senin (2/6/2025), menjelaskan bahwa pelatihan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, organisasi masyarakat, serta relawan dari berbagai elemen di Kepulauan Aru.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi potensi SAR lokal agar mereka bisa memberikan bantuan secara cepat dan tepat saat terjadi kecelakaan di perairan,” jelasnya.

Pelatihan terdiri dari teori di kelas, praktik penyelamatan di kolam, serta simulasi teknik pertolongan di laut. Dari 50 peserta yang mengikuti, sebanyak 49 orang dinyatakan layak dan kompeten oleh tim asesor dari Direktorat Bina Tenaga dan Pusat Pelatihan Basarnas Pusat. Para peserta yang lulus akan menerima sertifikat resmi serta ID Card sebagai tanda pengenal resmi Potensi SAR.

“Mereka sangat antusias karena ini adalah pelatihan pertama yang digelar di Kepulauan Aru. Kami juga membekali mereka dengan perangkat dan perlengkapan SAR, agar siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” tambahnya.

Para lulusan ini nantinya akan menjadi bagian dari unit siaga SAR yang bertugas di Kepulauan Aru, bekerja sama dengan Basarnas dalam setiap operasi kemanusiaan dan pencarian korban di wilayah perairan.

Tak hanya berhenti di Kepulauan Aru, pelatihan serupa juga direncanakan akan digelar tahun depan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Hal ini sebagai tindak lanjut atas tingginya tingkat kecelakaan di wilayah tersebut serta masuknya MBD sebagai daerah 3T yang membutuhkan perhatian lebih dalam hal kesiapsiagaan bencana.

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dan DPRD MBD. Mereka sangat mendukung, dan kami optimistis pelatihan ini bisa berjalan sukses seperti di Aru,” ungkap Arafah.

Menariknya, lulusan pelatihan ini tidak hanya terbatas pada wilayah asal. Dengan adanya sertifikat dan ID resmi, mereka dapat diaktifkan sebagai Potensi SAR di mana pun dibutuhkan, termasuk jika terjadi insiden di luar daerah seperti di Banda atau Ambon.

“Lisensi ini penting. Bahkan jika korban merupakan warga negara asing, mereka akan memeriksa dulu legalitas tim SAR. Maka dari itu, kami tekankan bahwa lisensi ini bukan hanya simbolis, tapi harus diiringi dengan peningkatan kompetensi secara rutin,” tegasnya.

Arafah berharap, kehadiran potensi SAR yang terlatih ini bisa memperkuat sistem pertolongan di wilayah Maluku, khususnya di daerah daerah kepulauan yang rentan terhadap kecelakaan laut.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *