AMBON, cahaya-nusantara.com

Dunia pendidikan di Maluku kembali bergeliat. SMA Negeri 1 Ambon di bawah kepemimpinan Dra. E. Laturiuw, M.Si, resmi menjajaki kerja sama dengan American Corner Ambon usai peresmian fasilitas tersebut pada Senin, 8 Agustus 2025 yang berlokasi di Lab.blok Masela Unpatti, Poka.

Langkah ini disebut sebagai gebrakan penting untuk membawa siswa keluar dari pola belajar konvensional menuju pembelajaran kreatif berbasis deep learning, penguasaan bahasa asing, dan keterampilan coding.

“Saya lihat di American Corner ada fasilitas yang sekolah tidak punya. Kalau bisa, kita undang mereka datang mengajar, atau sesekali siswa kita bawa ke sana,” tegas Laturiuw saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat,(8/8/2025)

Dari bahasa Asing sampai ke Podcast Room .
American Corner Ambon menyediakan ruang belajar interaktif, studio podcast, dan fasilitas kreatif yang membuka peluang kolaborasi lintas program.
Bagi Laturiuw, ini adalah pintu masuk untuk memadukan pembelajaran formal dengan pengalaman langsung di lapangan.

Sekolah Harus Jadi Ikon
Sejak awal menjabat, Laturiuw menargetkan SMAN 1 Ambon menjadi ikon pendidikan.
“Kalau mau jadi ikon, sekolah harus penuh kegiatan yang menarik orang datang. Jangan biasa-biasa saja,” ujarnya.
Kerja sama ini dianggap sebagai salah satu cara untuk mewujudkan target tersebut.

Kurikulum Nasional 2025: Coding & EY di Kelas X
Dengan diberlakukannya Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, struktur kurikulum tidak berubah, namun terdapat tambahan mata pelajaran pilihan Coding dan EY (Entrepreneurship for Youth) di kelas X.
“Kami memilih untuk menambahkannya. Semua demi menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.

Selain teknologi, Laturiuw juga fokus membentuk karakter. Melalui program Tujuh Kebiasaan Baik Anak Indonesia, siswa diminta mengisi jurnal harian selama 31 hari, yang kemudian dievaluasi wali kelas dan orang tua.

Kebiasaan itu meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan makanan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Disiplin Waktu Diperketat
Gerbang sekolah kini ditutup pukul 07.15. Siswa yang terlambat tidak langsung dipulangkan, tetapi orang tua dipanggil.
“Kalau cuma suruh pulang, kita tidak tahu mereka benar-benar pulang atau malah keluyuran,” pungkas Laturiuw.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi SMAN 1 Ambon dibawah kepemimpinan Dra.E Laturiuw,M.Si berupaya mewujudkan sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik ,tetapi juga menjadi pusat inspirasi bagi dunia pendidikan di Provinsi Maluku.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *