
AMBON, cahaya-nusantara.com
Setelah empat hari pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan La Risno (25), warga Desa Waeperang, Kabupaten Buru, yang dilaporkan tenggelam di perairan desa tersebut. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (20/8/2025) pagi, sekitar 30 meter dari lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhamad Arafah, SH., M.Si, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa operasi SAR dimulai sejak 17 Agustus 2025, usai menerima laporan dari keluarga korban, Iqbal, yang melaporkan insiden tenggelamnya La Risno.
“Setelah melakukan pencarian sejak hari pertama, korban baru berhasil ditemukan pada hari keempat pencarian oleh Tim SAR gabungan,” jelas Arafah.
Korban ditemukan pada Rabu (20/8) sekitar pukul 09.10 WIT di titik koordinat 3°08’23.39″S, 126°57’08.95″E, dengan jarak sekitar 0,03 NM arah barat dari lokasi kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga pada pukul 09.28 WIT.
Arafah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini. “Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari:
Tim Rescue Pos SAR Namlea sebanyak 4 personel,
Polairud Polres Buru sebanyak 3 personel,
Polairud Polda Maluku sebanyak 1 personel,
Bhabinkamtibmas setempat,
Masyarakat Desa Waeperang sekitar 20 orang.
Proses pencarian sempat terkendala cuaca buruk berupa hujan ringan dan gelombang laut dengan ketinggian 1,25 – 2,5 meter. Kendati demikian, operasi berhasil dituntaskan dengan hasil yang pasti.
Dengan ditemukannya La Risno dalam keadaan meninggal dunia, pihak keluarga telah menerima jenazah untuk dimakamkan. Basarnas Ambon berharap masyarakat pesisir lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan keselamatan saat beraktivitas di laut, demi menghindari insiden serupa.(CN-02)
