
AMBON, cahaya-nusantara.com
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon mengerahkan tim SAR untuk melakukan pencarian terhadap dua orang nelayan asal Desa Fiditan, Kota Tual, yang dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan Pulau Ngaf, Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (28/8/2025).
Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, SH., M.Si, dalam rilis resminya kepada media menjelaskan, laporan hilangnya kedua nelayan itu pertama kali diterima dari pihak keluarga korban pada pukul 16.40 WIT.
“Informasi awal kami terima dari keluarga korban bernama La Rafik. Kedua nelayan tersebut berangkat melaut sejak Rabu (27/8/2025) sore dan rencananya kembali pada Kamis (28/8/2025) pagi, namun hingga kini belum tiba di Desa Fiditan,” jelas Arafah.
Kronologi Kejadian
Pada Rabu, 27 Agustus 2025 sekitar pukul 16.00 WIT, kedua nelayan tersebut berangkat menggunakan perahu kecil menuju perairan sekitar Pulau Ngaf. Mereka dijadwalkan kembali ke Desa Fiditan pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIT. Namun, hingga Kamis sore mereka belum juga kembali dan tidak dapat dihubungi, sehingga keluarga korban melapor ke pihak Basarnas.
Lokasi hilangnya kedua nelayan berada pada koordinat 5°37’6.85″S – 132°35’26.41″E, berjarak sekitar 12,5 nautical mile ke arah barat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual.
Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tual segera bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 17.00 WIT menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Tim diperkirakan tiba di lokasi pada pukul 17.30 WIT.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan sejumlah unsur SAR, di antaranya:
Tim Rescue Pos SAR Tual 3 personel,
Lanal Tual 1 personel,
Bakamla Tual 1 personel,
Damkar Tual 2 personel,
Keluarga korban 1 orang.
Identitas Korban
La Malik Lausuma (67), warga Desa Fiditan,
Arbada Yusuma (50), warga Desa Fiditan.
Arafah menambahkan, kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian cukup menantang dengan hujan ringan, kecepatan angin 18-32 knots, dan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter.
“Kami akan terus melakukan upaya maksimal, namun faktor cuaca menjadi salah satu kendala dalam pencarian,” tegasnya.
Arafah mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir agar selalu memerhatikan kondisi cuaca sebelum melaut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.(CN-02)
