AMBON,cahaya-nusantara.com

Memasuki satu tahun kepemimpinan, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan komitmen menghadirkan pemerintahan yang terbuka dan responsif melalui pelaksanaan Wali Kota Jumpa Rakyat (WAJAR) perdana tahun 2026. Program ini menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi tanpa sekat birokrasi.

Kegiatan WAJAR dipusatkan di Ruang Terbuka Publik (RTP) Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat (20/2/2026). Selain dialog publik, agenda tersebut juga dirangkaikan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis penyakit tidak menular (PTM) sebagai bentuk pendekatan pelayanan terpadu kepada warga.

Didampingi Ketua TP-PKK Kota Ambon, Wakil Wali Kota Ely Toisuta, Penjabat Sekretaris Kota, serta jajaran pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon, Wattimena berdialog langsung dengan warga dari berbagai kelurahan.

Dalam forum ini, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan krusial, mulai dari sengketa dan kepastian status lahan di kawasan Wainitu, penataan lokasi berjualan warga Rumah Tiga, hingga kebutuhan perbaikan drainase dan fasilitas umum.

Menanggapi berbagai masukan itu, Wattimena menegaskan bahwa WAJAR dirancang sebagai forum terbuka agar setiap aspirasi dapat didengar secara langsung dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan. Seluruh masukan, kata dia, akan diverifikasi dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan solusi yang tepat dan berkelanjutan.

“Pemerintah tidak boleh jauh dari rakyat. Melalui WAJAR, kami ingin memastikan setiap keluhan masyarakat didengar dan dicarikan jalan keluar yang sesuai aturan serta kebutuhan lapangan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penataan kota yang terintegrasi, termasuk penertiban bangunan dan pengelolaan ruang usaha kecil agar tidak mengganggu fungsi jalan maupun saluran air. Pemerintah Kota Ambon, lanjut Wattimena, akan melakukan pembenahan secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

Di luar agenda dialog, layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan Dinas Kesehatan Kota Ambon turut dimanfaatkan warga. Pemeriksaan meliputi deteksi dini hipertensi, diabetes, dan kolesterol—tiga jenis penyakit tidak menular yang prevalensinya cukup tinggi di wilayah perkotaan.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Banyak di antara mereka berharap program WAJAR dapat dilaksanakan secara rutin dan menjangkau kecamatan lain, sehingga pelayanan publik dan akses dialog dengan pimpinan daerah semakin dekat dengan masyarakat.

Momentum satu tahun kepemimpinan ini, menurut Wattimena, menjadi refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk membangun Ambon secara partisipatif. Pemerintah Kota Ambon bertekad menjaga konsistensi pelayanan publik, mempercepat penyelesaian persoalan warga, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (CNmy).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *