ProMal, cahaya-nusantara.com – Kepala SMA Xaverius (SMAVER) Ambon, pastor Pius Titirloloby mengatakan paskah pengumuman hasil kelulusan di sekolahnya, 2 di antara 666 siswa yang dinyatakan lulus ujian langsung lolos diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon sementara yang lainnya sebagian lolos dengan beasiswa di berbagai Fakultas baik di Unpatti maupun di luar daerah, sedangkan yang lainnya sementara mendaftar untuk seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur SBMPTN yang sementara bergulir.

Demikian antara lain penegasan pastor Kepsek SMAVER kepada wartawan di Ambon Jumat pekan lalu.

Dikatakan, sesuai petunjuk dari pusat maka pengumuman kelulusan di sekolahnya dilaksanakan pada tanggal 5 Mei lalu yang didahului dengan rapat penentuan kelulusan oleh staf guru pada pagi harinya kemudian disusul dengan pertemuan atau dengan orangtua murid pada siang harinya dan di sore hatinya diumumkan hasil kelulusan siswa melalui email masing-masing siswa.

“Dilaksanakan pengumumannya pada tanggal 5 Mei pada sore hari, didahului dengan rapat penentuan kelulusan tanggal 5 pagi”ujarnya seraya menambahkan pengumuman tersebut dilaksanakan atas dasar petunjuk dari pusat dan atas kesepakatan dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). 

Menurutnya, untuk menghindari adanya kebocoran informasi hasil rapat kelulusan kepada siswa maka kendatipun ada petunjuk juga tentang rapat penentuan kelulusan bisa digelar tanggal 29 April tetapi pihaknya bersepakat untuk melaksanakannya pada tanggal 5 Mei pagi hari dimana dalam rapat penentuan tersebut berdasarkan nilai ujian sekolah. 

Ditambah dengan nilai Laporan Pendidikan yang sudah dibahas sebelumnya termasuk nilai dari sikap siswa sudah terlebih dulu dibahas sehingga rapat penentuan kelulusannya lebih cepat selesainya. Sesudah itu siang harinya rapat dengan orangtua siswa dengan materi gambaran tentang kelulusan siswa kemudian sore hari jam 6 dilakukan pengumuman kelulusan melalui email siswa.

Menurut Kepsek kebijakan untuk mengumumkan kelulusan pada sore harinya supaya siswa tidak memiliki peluang untuk keluar di jalan-jalan karena sudah malam dan juga bisa diawasi oleh orangtua siswa di rumah “Memang disepakati jam 6 sore supaya sudah malam sehingga anak-anak tidak punya peluang keluar rumah.”jelas pastor Kepsek. sambil menambah dirinya juga tidak mengawasi siswa tidak mengetahui apakah mereka ada yang keluar di jalan atau tidak, tetapi mungkin satu atau dua siswa keluar akan tetapi yang pasti tidak seramai bila pengumumannya di siang hari.

Selanjutnya, menurut Pastor Kepsek, dari 100 siswa peserta ujian di sekolahnya seluruhnya dinyatakan lulus atau 100 persen lulus dengan nilai yang rata-rata sangat baik. Ia juga menyebutkan karena tahun ini sekolah tidak melihat tentang nilai tertinggi dan terendah siswa seperti tahun-tahun sebelumnya dimana tahun ini prestasi diambil dari nilai rata-rata dari semua mata pelajaran dan dari situlah masing-masing menentukan peringkatnya sendiri-sendiri.(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *