
AMBON, cahaya-nusantara.com
Kepedulian terhadap lingkungan kini tidak hanya diwujudkan melalui pengurangan limbah, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat kecil. Semangat itulah yang dihadirkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program RE3 FOR-E: Reduce, Re-love, Restyle for Environment, Economy, Empowerment, and Education dalam rangka memperingati HUT PNM ke-27 Selasa,(26/5/2026)
Program yang mengusung tema “Dari yang Tak Terpakai, Ada Dampak yang Terus Tumbuh” tersebut menjadi gerakan sosial yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di tengah meningkatnya tren konsumsi tekstil dan fast fashion, keberadaan program ini dinilai relevan untuk mengurangi limbah pakaian sekaligus menghadirkan manfaat baru bagi banyak pihak.
Berdasarkan data United Nations Environment Programme (UNEP) tahun 2025, sekitar 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan secara global setiap tahunnya. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pakaian layak pakai yang tidak lagi digunakan masih memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik.
Melalui RE3 FOR-E, PNM berhasil mengumpulkan sekitar 17 ton pakaian layak pakai dari berbagai wilayah kerja di Indonesia. Menariknya, sebelum disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, pakaian donasi tersebut terlebih dahulu dicuci dan dirapikan oleh lebih dari 270 nasabah PNM Mekaar yang memiliki usaha laundry.
Keterlibatan nasabah laundry dalam program ini menjadi bentuk nyata pemberdayaan ekonomi yang dilakukan PNM. Selain membantu mengurangi limbah pakaian, kegiatan tersebut juga memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku usaha ultra mikro binaan PNM.
PNM menilai gerakan peduli lingkungan akan lebih berdampak apabila berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, RE3 FOR-E tidak hanya berfokus pada pengumpulan donasi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan antara penerima bantuan dan pelaku usaha kecil.
“Setiap baju yang kamu berikan, menjadi satu harapan yang mereka lanjutkan,” menjadi pesan yang diusung dalam program tersebut. Kalimat itu menggambarkan bahwa setiap pakaian yang didonasikan tidak hanya memberi manfaat bagi penerima, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi nasabah laundry yang terlibat.
Selain pakaian, PNM juga menyalurkan donasi buku anak-anak ke Ruang Pintar PNM Desa Waai, Kecamatan Salahutu. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung akses bacaan dan meningkatkan minat belajar anak-anak di wilayah pemberdayaan.
PNM Cabang Ambon berharap program RE3 FOR-E dapat terus berkembang menjadi gerakan kolaboratif yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, memperkuat usaha nasabah, serta membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi generasi muda.
Salah satu nasabah PNM Cabang Ambon yang memiliki usaha laundry, Ibu Un, mengaku merasakan langsung manfaat dari program tersebut terhadap usahanya.
“Terima kasih PNM karena sudah membawa banyak cucian ke usaha laundry saya. Dari kegiatan ini, pendapatan saya lebih banyak dibanding hari-hari biasanya,” ujarnya.
Melalui RE3 FOR-E, PNM ingin menunjukkan bahwa gerakan sederhana dapat menghadirkan dampak besar bagi masyarakat. Pakaian yang sebelumnya tidak terpakai kini mampu menjadi sumber manfaat, baik bagi penerima bantuan, pelaku usaha laundry, maupun anak-anak yang memperoleh akses bacaan melalui donasi buku.(CNmy)
