AMBON, cahayaNusantara.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempertahankan keberadaan tanaman khas daerah. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP), Pemkot Ambon akan melaksanakan penanaman 7.000 pohon gadihu pada 26 Juni 2026 di berbagai titik yang tersebar di wilayah kota.

Program penghijauan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Ambon untuk meningkatkan tutupan hijau di kawasan perkotaan. Sejumlah lahan kosong yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal akan menjadi lokasi penanaman guna menciptakan lingkungan yang lebih asri, sejuk, dan nyaman bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Ambon memilih tanaman gadihu karena dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Selain merupakan tanaman lokal yang perlu dilestarikan, gadihu juga dikenal mampu bertahan dalam berbagai kondisi cuaca serta mudah dibudidayakan.

Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz, mengatakan pemilihan gadihu bukan hanya untuk mendukung program penghijauan, tetapi juga sebagai langkah menjaga keberlangsungan tanaman khas Maluku agar tetap dikenal dan tidak semakin berkurang keberadaannya.

“Pada tanggal 26 Juni nanti Pemerintah Kota Ambon akan menanam 7.000 tanaman gadihu. Tanaman ini dipilih karena memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca ekstrem, mudah dibudidayakan, dan memiliki warna yang menarik,” kata Gaspersz saat ditemui di Balai Kota Ambon, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, pelestarian tanaman lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tetap menjadi bagian dari identitas lingkungan Kota Ambon. Selain memiliki nilai ekologis, gadihu juga memberikan nilai estetika yang dapat mempercantik ruang-ruang publik dan kawasan permukiman.

Untuk memastikan program tersebut berjalan maksimal, ribuan bibit gadihu akan ditanam di sejumlah lokasi strategis dan lahan kosong yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Pemkot Ambon juga melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari gerakan bersama menjaga lingkungan.

“Setiap pegawai Pemerintah Kota Ambon akan mendapat satu anakan gadihu untuk ditanam dan dirawat. Ini merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan,” ujarnya.

Keterlibatan ASN tidak hanya diharapkan membantu proses penanaman, tetapi juga memastikan setiap pohon yang ditanam dapat tumbuh dan terpelihara dengan baik. Dengan pola tersebut, program penghijauan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berlanjut hingga menghasilkan manfaat nyata bagi lingkungan.

Melalui gerakan penanaman massal ini, Pemkot Ambon berharap dapat menumbuhkan budaya menanam dan merawat pohon di tengah masyarakat. Kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan kota yang hijau dan berkelanjutan.

Selain menambah ruang terbuka hijau, program ini juga diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian tanaman lokal yang menjadi bagian dari kekayaan hayati daerah. Dengan demikian, Ambon tidak hanya dikenal sebagai kota yang indah, tetapi juga sebagai kota yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dan warisan alamnya.

“Melalui program ini kita ingin membangun budaya menanam dan merawat pohon secara berkelanjutan sehingga Ambon menjadi kota yang lebih hijau, sejuk, dan ramah lingkungan,” tandas Gaspersz.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *