AMBON, cahaya-nusantara.com

Staf Ahli Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Dr. Michael Wattimena, S.E., S.H., M.M.,yang biasa di sapa Bung Michael atau BMW mengapresiasi kinerja Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian ESDM yang dinilainya mulai menunjukkan terobosan nyata meski belum genap berusia satu tahun.

Hal itu disampaikan Michael Wattimena saat coffee morning bersama awak media di Kafe Biz, Ambon, Rabu (24/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti percepatan pengembangan proyek strategis nasional Blok Masela yang menurutnya mulai menunjukkan kemajuan signifikan di bawah kepemimpinan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Menurut Michael, keberadaan Ditjen Gakkum merupakan langkah penting dalam memperkuat penegakan hukum di sektor energi dan sumber daya mineral. Direktorat yang baru dibentuk pada era kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia itu kini mulai mengambil langkah-langkah konkret dalam menangani berbagai pelanggaran di sektor pertambangan dan sumber daya mineral.

“Selama Indonesia merdeka, baru pada masa kepemimpinan Pak Bahlil Lahadalia terbentuk Direktorat Jenderal Penegakan Hukum di Kementerian ESDM. Ini merupakan terobosan besar dalam upaya memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di sektor sumber daya mineral,” kata Michael.

Ia menjelaskan, Ditjen Gakkum yang dipimpin putra Maluku, Jefry Huwae, telah menunjukkan konsolidasi internal yang kuat dan komitmen serius dalam menjalankan tugasnya. Bahkan, dalam waktu dekat, Ditjen Gakkum akan melakukan langkah hukum penting terhadap sejumlah kasus yang sedang ditangani.

Michael mengungkapkan bahwa agenda kunjungan Ditjen Gakkum di Maluku meliputi konsultasi dengan Universitas Pattimura terkait tata kelola dan regulasi sektor pertambangan, serta koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Maluku. Ia menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penegakan hukum yang berbasis regulasi dan kolaborasi antar lembaga.

“Ditjen Gakkum belum berusia satu tahun, tetapi sudah menunjukkan kinerja yang progresif. Ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menata sektor pertambangan agar berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Michael menegaskan bahwa upaya penegakan hukum yang dilakukan tidak hanya menyasar persoalan pertambangan emas Gunung Botak di Kabupaten Buru, tetapi juga akan diterapkan secara nasional terhadap berbagai pelanggaran hukum di sektor sumber daya mineral.

Selain menyoroti kinerja Ditjen Gakkum, Michael juga memberikan apresiasi kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia atas langkah tegas yang diambil dalam mendorong percepatan pengembangan Blok Masela.

Menurutnya, proyek migas raksasa yang telah berjalan selama kurang lebih 26 tahun itu sebelumnya belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Namun setelah Bahlil menjabat sebagai Menteri ESDM, pemerintah mengambil sikap tegas terhadap pemegang konsesi proyek tersebut untuk segera merealisasikan investasi dan tahapan pengembangannya.

“Selama puluhan tahun Blok Masela berjalan tanpa progres yang signifikan. Namun setelah Pak Bahlil memimpin Kementerian ESDM dan memberikan peringatan kepada pemegang konsesi, akhirnya proyek ini mulai bergerak dan menunjukkan kemajuan,” jelasnya.

Michael berharap tahapan lanjutan pengembangan Blok Masela dapat segera terealisasi dalam waktu dekat melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Ia menilai percepatan proyek Blok Masela merupakan kabar baik bagi Maluku karena berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di akhir keterangannya, Michael mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk mendukung putra-putra daerah yang mendapat kepercayaan menduduki jabatan strategis di tingkat nasional.

“Kita patut bersyukur karena ada anak-anak Maluku yang dipercaya memegang jabatan penting di tingkat nasional. Dukungan dari masyarakat sangat penting agar mereka dapat bekerja maksimal dan membawa lebih banyak program pembangunan bagi Maluku,” pungkasnya.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *