AMBON, cahaya-nusantara.com 

Pemerintah Kota Ambon kembali mendapatkan apresiasi, kali ini dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Rawindra Ardiansah, atas upaya nyata mereka dalam menggelar Gerakan Pangan Murah. Inisiatif ini dinilai tidak hanya berdampak positif terhadap stabilitas harga pangan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengendalikan inflasi, khususnya di Kota Ambon.

Apresiasi tersebut disampaikan Rawindra kepada sejumlah awak media setelah memantau langsung kegiatan Gerakan Pangan Murah yang berlangsung di depan Gong Perdamaian Dunia, pada Rabu(16/10/2024), yang bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia.

Dalam keterangannya, Rawindra menyatakan bahwa program ini tidak hanya memberikan dampak signifikan pada acara-acara besar seperti perayaan Hari Pangan Sedunia, tetapi juga terasa dalam aktivitas sehari-hari. Kota Ambon, menurutnya, telah menjadi salah satu daerah yang paling aktif dalam melaksanakan operasi pasar murah secara berkelanjutan.

“Tidak hanya saat perayaan hari besar, Pemerintah Kota Ambon secara rutin melaksanakan operasi pasar murah satu kali dalam seminggu. Ini menjadi solusi bagi masyarakat yang terdampak oleh lonjakan harga pangan, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi,” ujar Rawindra.

Ia menambahkan, Wali Kota Ambon Dominggus N. Kaya, S.Sos., M.Si., memantau perkembangan harga komoditas secara intensif melalui grup WhatsApp, sehingga setiap kali terjadi lonjakan harga, segera direspons dengan menggelar operasi pasar. Langkah ini terbukti efektif dalam menekan harga sehingga masyarakat dapat membeli bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

“Operasi pasar ini berdampak ganda, yakni membantu pengendalian inflasi dengan menjaga kestabilan harga serta meringankan beban masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu,” tambah Rawindra.

Lebih lanjut, Rawindra mengungkapkan bahwa Bank Indonesia juga berperan aktif dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon. Dalam hal ini, BI memberikan dukungan pada berbagai aspek, mulai dari produksi hingga distribusi komoditas pangan, terutama di sektor pertanian.

“Kami di BI mendukung petani lokal, termasuk petani bawang merah di Kota Ambon, dengan memberikan bantuan dari hulu hingga hilir. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah setempat dan lembaga lainnya untuk memastikan distribusi pangan yang lancar,” jelas Rawindra.

Ia menekankan bahwa sinergi yang solid antara BI dan Pemerintah Kota Ambon dalam TPID menjadi kunci dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan dan menekan inflasi. Dukungan ini mencakup tidak hanya aspek distribusi, tetapi juga peningkatan produksi lokal, seperti yang dilakukan melalui pemberdayaan petani di desa maupun pesantren-pesantren petani.

Rawindra berharap agar Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara konsisten, mengingat pentingnya peran program ini dalam meringankan beban masyarakat dan menjaga stabilitas harga di pasar. Menurutnya, ini adalah contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dan lembaga seperti BI bisa bekerja sama untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

Komitmen Ambon terhadap Stabilitas Pangan

Gerakan Pangan Murah yang digelar di Kota Ambon ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota untuk menjaga stabilitas pangan, terutama di tengah tantangan global yang memengaruhi pasokan dan harga komoditas. Perayaan Hari Pangan Sedunia menjadi momen yang tepat untuk memperkuat pesan ini, mengingat pentingnya pangan bagi kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kota Ambon telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengatasi inflasi dan memastikan pangan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan dukungan dari Bank Indonesia dan pihak terkait lainnya, Ambon diharapkan mampu mempertahankan stabilitas ekonomi dan terus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui berbagai inisiatif seperti Gerakan Pangan Murah ini.(CN02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *