
AMBON, cahaya-nusantara.com
Kota Tual berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 setelah mengumpulkan 409 poin. Prestasi tersebut ditetapkan berdasarkan keputusan Dewan Hakim pada penutupan MTQ yang berlangsung di Gedung Islamic Center Ambon, Minggu (28/6/2026).
Keberhasilan Kota Tual kembali meraih Juara Umum melalui dominasi di berbagai cabang yang diperlombakan selama sepekan pelaksanaan MTQ.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Maluku Tengah dengan perolehan 389 poin, disusul Kabupaten Maluku Tenggara di peringkat ketiga dengan 218 poin.
Adapun peringkat selanjutnya masing-masing diraih Kabupaten Seram Bagian Timur dengan 198 poin, Kabupaten Buru 183 poin, Kota Ambon 154 poin, Kabupaten Seram Bagian Barat 129 poin, Kabupaten Buru Selatan 122 poin, Kabupaten Kepulauan Aru 60 poin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar 31 poin, serta Kabupaten Maluku Barat Daya dengan 19 poin.
Penentuan juara mengacu pada sistem penilaian yang telah ditetapkan panitia, yakni Juara I memperoleh 20 poin, Juara II 15 poin, Juara III 10 poin, Harapan I tiga poin, Harapan II dua poin, dan Harapan III satu poin.
Prosesi penutupan MTQ berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat. Wakil Ketua DPRD Maluku, Asis Sangkala, secara resmi menutup pelaksanaan MTQ mewakili Ketua DPRD Maluku dengan prosesi simbolis menutup Mushaf Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Sangkala menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), TNI-Polri, tenaga kesehatan, dewan hakim, panitia, dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ sejak dibuka pada 22 Juni hingga berakhir pada 28 Juni 2026.
Menurutnya, tema MTQ XXXI, “Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Berakhlak Mulia, Harmonis, dan Berdaya Saing Par Maluku Pung Bae”, memiliki makna strategis di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Generasi muda, kata dia, tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.
Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi media syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah dan semangat persaudaraan masyarakat Maluku.
Sangkala juga mengajak peserta yang belum meraih prestasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak patah semangat.
Para juara diharapkan mampu mempertahankan prestasi sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“DPRD Maluku akan terus mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pembinaan keagamaan serta penguatan nilai-nilai moral di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara , Pelaksana Tugas Ketua LPTQ Provinsi Maluku, Kasrul Selang, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ yang berlangsung di delapan arena perlombaan.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar dengan dukungan antusias masyarakat yang memadati lokasi pertandingan.
Kasrul mengungkapkan, MTQ XXXI Maluku diikuti sebanyak 735 peserta beserta ofisial dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Maluku. Ia menilai tingginya partisipasi tersebut menjadi bukti komitmen daerah dalam membina generasi Qur’ani.
Menghadapi MTQ Tingkat Nasional yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, LPTQ Maluku akan melakukan seleksi lanjutan terhadap para peserta terbaik.
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan kafilah yang mewakili Maluku benar-benar memiliki kesiapan dan kualitas terbaik.
Ia menjelaskan, tidak seluruh cabang maupun golongan yang diperlombakan pada MTQ tingkat provinsi akan diikutsertakan pada ajang nasional.
Karena itu, seluruh calon peserta akan kembali menjalani proses pengujian kompetensi secara objektif dan selektif.
Menutup laporannya, Kasrul menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan sehingga mampu mengharumkan nama Maluku pada MTQ tingkat nasional mendatang.(CNmy)
