
AMBON, cahaya-nusantara.com
Negeri Hatalai, Jazirah Leitimur Selatan, bersiap menggelar Festival Marawai pada 25 Agustus 2026. Kegiatan yang digagas Panitia Sidang Klasis ke-15 Klasis Pulau Ambon Timur ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya, seni, kuliner, sekaligus potensi ekonomi masyarakat Hatalai.
Ketua Panitia Festival Marawai, Jonathan Kainama, Jumat (21/8/2026), mengatakan festival tersebut lahir dari semangat anak-anak Negeri Hatalai untuk menyatukan berbagai potensi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Menurut Jonathan, Jemaat Hatalai dipercaya menjadi tuan rumah Sidang Klasis ke-15 Klasis Pulau Ambon Timur pada 2027. Momentum itu dimanfaatkan panitia untuk menghimpun potensi anak negeri, baik yang berada di Hatalai maupun di Ambon dan sekitarnya.
“Festival Marawai bukan hanya seremoni budaya. Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat luas bahwa Hatalai memiliki kekayaan seni, budaya, kuliner dan potensi ekonomi yang besar,” ujar Jonathan.
Ia mengatakan festival juga diarahkan untuk mendorong generasi muda Hatalai agar berani tampil, mengembangkan kreativitas dan mengambil peran dalam pembangunan.
“Harapan kami, festival ini memberikan dampak yang berkelanjutan. Bukan hanya ramai pada saat pelaksanaan, tetapi setelah itu ada gerakan untuk mengembangkan ekonomi, budaya dan kreativitas anak-anak negeri,” katanya.

Marawai Punya Nilai Sejarah bagi Hatalai
Nama Marawai dipilih karena memiliki keterkaitan dengan sejarah masyarakat Hatalai. Kawasan tersebut diyakini memiliki hubungan dengan awal pertumbuhan komunitas dan kehidupan masyarakat Hatalai sejak ratusan tahun lalu.
Melalui festival, panitia ingin menghidupkan kembali nilai sejarah tersebut lewat pertunjukan seni dan budaya.
“Marawai memiliki sejarah bagi Hatalai. Dari tempat inilah kami ingin kembali memperkenalkan Hatalai melalui seni, budaya dan potensi yang dimiliki,” jelas Jonathan.
Hadirkan Seni, Musik dan Kuliner Maluku
Festival Marawai akan diisi berbagai pertunjukan seni dan budaya, termasuk tari-tarian, senandung serta sajian kuliner khas Negeri Hatalai.
Sejumlah musisi dan artis daerah Maluku juga dijadwalkan tampil, di antaranya Hekaleka Voice, Alifuru Hiphop, Jimmy Titarsole, Willy Sopacua, Fresly Nikijuluw dan DJ Kenza.
Jonathan berharap keterlibatan para seniman tersebut dapat memperkuat suasana festival sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi kreativitas anak muda Maluku.
“Festival ini kami desain sebagai ruang pertemuan budaya, seni, kreativitas dan potensi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Festival Marawai mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Gubernur Maluku serta Wali Kota Ambon juga telah dikonfirmasi untuk hadir bersama sejumlah undangan lainnya.
Panitia mendorong Festival Marawai dapat menjadi agenda budaya tahunan sehingga tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi berkembang menjadi salah satu identitas budaya Hatalai.
Dukungan dunia usaha antara lain datang dari Bank Maluku Maluku Utara, Anker Bir, Telkomsel dan Sound of Amboina, selain dukungan dari berbagai pihak dan masyarakat secara pribadi.
Hingga Jumat (21/8/2026), persiapan Festival Marawai telah mencapai sekitar 70 persen. Panitia masih menyelesaikan sejumlah kebutuhan teknis dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelaksanaan pada 25 Agustus berlangsung aman dan lancar.
“Persiapan sudah sekitar 70 persen. Kami terus bekerja dan berkoordinasi agar seluruh rangkaian kegiatan bisa terlaksana dengan maksimal,” kata Jonathan.
Ia mengajak masyarakat, terutama anak-anak Negeri Hatalai, untuk bersama-sama menyukseskan Festival Marawai.
Bagi panitia, kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Festival Marawai diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya, mengembangkan potensi ekonomi dan membuka ruang kreativitas bagi generasi muda Hatalai.(CNmy)
